FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 01-2020

    384

    RPJMN 2020-2924, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,6% s.d. 6,2%

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (keempat kiri) memberikan arahan ketika memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1/2020). Pada sidang Kabinet Paripurna yang membahas penetapan RPJMN 2020 � 2024 tersebut Presiden menegaskan tidak ada tawar menawar dalam kasus Natuna. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Pemerintah telah menuntaskan pembahasan mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Peraturan Presiden (Perpres) mengenai RPJMN ini akan diterbitkan selambat-lambatnya pada 20 Januari 2020.

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, hal-hal yang penting dalam RPJMN ini diantaranya adalah masalah pertumbuhan ekonomi di tengah situasi dunia saat ini.

    “Kita mengambil angka kira-kira diantara 5,6% – 6,2%, rata-rata ini ya. Rata-rata selama 5 tahun ke depan, mulai tahun 2020 kita berharap bisa 5,3 %. Kemudian meningkat secara bertahap sampai nanti kita harapkan di atas 6% pada tahun 2024,” kata Suharso kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Ketersediaan Gas Untuk Industri, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/1/2020) sore.

    Seiring dengan target pertumbuhan tersebut, Suharso mengatakan, bahwa pemerintah berharap tingkat kemiskinan bisa diturunkan dari yang sekarang ini 9,41 mudah-mudahan bisa turun ke 7%. Kemudian tingkat pengangguran terbuka, lanjut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, diharapkan juga bisa diturunkan sampai dengan 4,3% dari sekarang itu 5,28.

    Kemudian Gini Ratio dari 0,382 ke 0,374. Lalu penurunan emisi gas rumah kaca adalah 27,3% dari tahun 2018 yang tadinya 22,5%. Kemudian indeks pembangunan manusia (human depelopment index) itu diharapkan naik dari 71,39 menjadi 75,54.

    Tujuh Agenda

    Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, RPJMN 2020-2024 itu disusun sedemikian rupa dengan memasukan seluruh janji-janji Presiden yang hampir sejumlah 400 (392), visi & misi Presiden, dan tentu arahan Presiden ketika disampaikan dalam pidato pelantikan pada tanggal 20 Oktober 2019 lalu. Ia menyebutkan, ada 7 (tujuh) agenda pembangunan yang ditampilkan dalam RPJMN itu, yaitu: Pertama, ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan. Kedua, pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan. “Jadi dalam rangka Gini Ratio diantara wilayah dan juga antar kelompok penduduk,” jelas Suharso.

    Ketiga, sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. Keempat, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Kelima, infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar. Keenam, lingkungan hidup, ketahanan bencana, da perubahan iklim. Ketujuh, stabilitas polhuhankam dan transformasi pelayanan publik. Menurut Suharso pendekatan dalam ketujuh agenda itu adalah pendekatan tematik, holistik, interkonectic, conected, dan spasial.

    “Jadi, semua agenda pembangunan itu ditumpahkan ke dalam satu wilayah. Jadi, wilayah adalah sebagai basis pembangunannya dan kemudian di sana diintervensi dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, pembangunan infrastruktur, kemudian dengan mempertimbangkan, memperhatikan lingkungan hidup dan kerentanan bencana,” terang Suharso.

    Sumber 

    Berita Terkait

    Makin Banyak Arus Modal Masuk, Pertumbuhan Ekonomi Makin Meningkat

    Semua negara sekarang ini berebut arus modal masuk atau investasi agar ada capital inflow, dari negara lain ke negaranya. Begitu juga Indone Selengkapnya

    Pemerintah Optimistis Transformasi Digital Tumbuhkan Angkatan Kerja Baru

    Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengaku optimistis transformasi digital mampu menciptakan angkatan kerja baru dengan menyiapkan pelatih Selengkapnya

    Tahun 2025 Pemerintah Targetkan 23% EBT untuk Pembangkit Listrik Baru

    Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengemukakan bahwa pemanfaatan sumber daya e Selengkapnya

    Inilah Strategi Pemerintah Hadapi Tantangan Ekonomi 2020

    Pemerintah telah memetakan strategi dan langkah prioritas yang akan diambil guna menghadapi tantangan ekonomi di tahun depan, baik dari sisi Selengkapnya