FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 01-2020

    80

    Pengaturan Ulang Distribusi LPG 3 KG, Masih Tahap Kajian

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Petugas melakukan penukaran tabung LPG bersubsidi dengan tabung LPG non subsidi di salah satu warung makan di Jl Veteran, Kota Yogyakarta, Selasa (17/12/2019). Sidak yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Disperindagkop Kota Yogyakarta, Hiswana Migas, Pertamina dan Polresta Yogyakarta itu untuk mengontrol penggunaan LPG bersubsidi agar tepat sasaran. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana Pemerintah mengatur ulang kebijakan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) subsidi dari terbuka ke tertutup (dengan syarat tertentu) masih dalam tahap kajian. Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada audiens yang hadir pada acara Indonesia Millennial Summit 2020 di Gedung The Tribrata Jakarta, Jumat (17/01/2019).

    “Yang lagi ramai di media itu tidak sepenuhnya benar. Kita sedang dalam pembahasan,” jelas Arifin merespons salah satu pertanyaan peserta yang hadir.

    Lebih lanjut Arifin menjelaskan, pembahasan pengaturan ulang atas pemberian subsidi LPG 3 kg tepat sasaran melibatkan banyak instansi terkait. “Pembahasan ini tentu saja melibatkan Kementerian dan Lembaga dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil dan juga pengusaha,” sambungnya.

    Menteri ESDM menilai, pengaturan subsidi LPG 3 kg tertutup tengah dikaji dengan tujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah nantinya lebih tepat sasaran. Pemerintah, sambung Menteri ESDM, selanjutnya akan mendata warga yang benar-benar membutuhkan subsidi dari pemerintah. “Maksudnya subsidi tertutup kita identifikasi dulu kira-kira yang memang berhak menerima tapi enggak batasi, yang menerima tetap menerima. Cuma teregister dan terdaftar jadi bisa teridentifikasi untuk cegah terjadi ‘kebocoran’,” jelasnya.

    Menteri Arifin menegaskan bahwa pada dasarnya Pemerintah berkomitmen memberikan akses energi yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa ada pihak yang dirugikan. “Kami di Kementerian ESDM memiliki visi bagaimana bisa menyediakan energi untuk seluruh lapisan masyarakat dengan menyesuaikan kemampuan masyarakat,” tegasnya.

    Pemerintah berusaha terus menekan angka subsidi energi agar lebih tepat sasaran dan digunakan untuk sektor yang lebih produktif. Tercatat pada tahun 2019 total subsidi energi sebesar Rp135 triliun dengan rincian Rp85,7 triliun berasal dari BBM/LPG. Besaran subsidi tersebut lebih rendah dibandingkan pada tahun 2018 yang mencapai angka sebesar Rp153,5 triliun dengan rincian Rp97 triliun untuk BBM/LPG.

    Berita Terkait

    Pelayanan Publik Dinamis Ikuti Kebutuhan Masyarakat

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menekankan pemerintah dituntut selalu mampu dan cepat be Selengkapnya

    Mentan Amran Perkenalkan Mekanisasi Pertanian

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan Kuliah Umum Industri Pertanian era 4.0 kepada ribuan mahasiswa UIN Alauddin Makass Selengkapnya

    Tingkatkan Daya Saing Industri Farmasi, Kemenkes Manfaatkan e-Katalog dan Riset Terapan

    Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri dengan e-katalog maupun mendor Selengkapnya

    Presiden Sambut Langsung Putra Mahkota Abu Dhabi di Bandara

    Presiden Joko Widodo menyambut langsung kedatangan Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Selengkapnya