FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 01-2020

    116

    Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Indonesia dengan Dunia Usaha Global, Mendag Hadiri World Economic Forum 2020 di Davos

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Davos, Kominfo – Mengawali tahun 2020, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bertolak ke Davos, Swiss untuk menghadiri pertemuan tahunan World Economy Forum (WEF) yang ke-50 pada tanggal 21 s.d. 24 Januari 2020.

    Kunjungan kerja itu merupakan salah satu langkah awal untuk meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia dengan dunia usaha global. “Kunjungan kerja ke WEF 2020 ini adalah salah satu upaya kita untuk meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia, tidak hanya dengan mitra kerja pemerintah, tetapi juga dengan dunia usaha global," ujar Mendag Agus.

    WEF 2020 mengangkat tema “Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World” dan akan menghadirkan 761 pembicara terkemuka di bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan hidup, dan geo politik. Pada kunjungan kerja kali ini, Mendag Agus juga dijadwalkan menghadiri beberapa pertemuan tingkat menteri di antaranya pertemuan informal tingkat menteri WTO (PITM), pertemuan menteri Cairns Group, pertemuan terbatas tingkat menteri yang membahas tentang niaga elektronik (e-commerce), pertemuan terbatas tingkat menteri yang membahas tentang investasi dan beberapa pertemuan bilateral lainnya.

    “Selain menghadiri WEF, Indonesia bersama dengan anggota World Trade Organization (WTO) lainnya juga sepakat bertemu membicarakan persiapan Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 di Nur-Sultan, Kazakhstan Juni 2020 mendatang. Indonesia siap mengawal misi penyelesaian isu-isu WTO yang masih tertunda dan menjadi kepentingan nasional Indonesia,” ungkap Mendag Agus.

    Beberapa isu tertunda WTO yang menjadi prioritas utama Indonesia adalah isu pertanian terkait cadangan pangan untuk ketahanan pangan (public stockholding for food security purposes/PSH) dan mekanisme pengamanan khusus (special safeguard mechanism/SSM), isu perikanan terkait subsidi perikanan (fisheries subsidies), isu niaga elektronik (e-commerce), isu fasilitasi investasi, isu hak kekayaan intelektual (HKI) nonviolation and situation complain, penyelesaian badan banding (appellate bodies) WTO dan isu perlakuan khusus dan berbeda (special and deferential treatment).

    World Economic Forum (WEF) adalah organisasi nonprofit kerja sama pemerintah dan swasta yang didirikan di Jenewa tahun 1971 oleh Klaus M. Schwab, seorang profesor bisnis di Swiss. WEF mengadakan pertemuan tahunan di Davos, Swiss. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin dunia di berbagai bidang untuk mendiskusikan isu-isu ekonomi, kesehatan, lingkungan, perubahan iklim, energi, dan lain-lain. WEF dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia baik dari pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, praktisi ekonomi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). 

    Berita Terkait

    Tingkatkan Kerja Sama Bilateral, Menlu: Kunjungan Presiden Jadikan RI Mitra bagi Australia

    Pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat menerima Ketua Oposisi serta Ketua Senat dan Ketua Parlemen Australia adalah komitmen kuat Selengkapnya

    Tingkatkan Kerjasama Pemerintah dan Komnas HAM Selesaikan Tuntutan

    Untuk mengatasi tuntutan akan Hak Asasi Manusia saat ini, tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja, diperlukan kerjasama dari seluruh eleme Selengkapnya

    RI Dorong Kerja Sama Perdagangan dengan Djibouti, Zanzibar, Somalia, dan Uganda

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan akan terus berupaya membuka akses pasar produk-produk Indonesia ke pasar non-tradisional, Selengkapnya

    Presiden Bahas Peningkatan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi dengan PM Thailand

    Presiden Joko Widodo bersama PM Thailand Prayut Chan-o-cha membahas tiga isu dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Thailand di Hote Selengkapnya