FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    07 02-2020

    229

    Menko PMK Ingatkan Tantangan Pers untuk Menjaga Kebudayaan

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Banjarmasin, Kominfo -  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pers dan wartawan memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan arah kebudayaan. "Pers,  bisa membuat budaya semakin maju atau bisa pula sebaliknya membuat budaya semakin mundur. Sebagai contoh kemunduran budaya adalah maraknya pemberitaan dan  pemberian informasi bohong ke khalayak," ujarnya dalam Dialog Kebudayaan yang diselenggarakan Persatuan Wartawa Indonesia (PWI) di Hotel Mercure, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (07/02/2020).

    Menurut Muhadjir berita dan informasi bohong seperti itu adalah bentuk dari dialektika budaya yang dicetuskan agen yang tidak bertanggung jawab. Ketika sampai ke khalayak hal tersebut terus tersebar dan meluas. "Budaya itu (penyebaran informasi bohong) kan lahir dari akal dan pikiran manusia. Ketika diekspresikan dan diadopsi oleh orang lain tidak mentah aja. Itu namanya dialetika yang melahirkan kebudayaan. Tidak ujug-ujug ada," terangnya 

    Menurut Muhadjir, tantangan dan tugas pers saat ini semakin berat. Seiring degan perkembangan teknologi informasi produksi media yang semakin canggih, penyebaran informasi juga semakin cepat. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diikuti juga dengan peningkatan komitmen dan tanggung jawab sosial pekerja media. 

    "Meningkatkan kepatuhan pekerja media kepada kode etik jurnalistik itu harus menjadi pedoman utama. Dan saya usulkan PWI melakukan penertiban terhadap para pekerja pers ini termasuk juga untuk organisasi pers yang lainnya untuk memberikan pembinaan kepada anggotanya," jelasnya.

    Untuk mencegah pekerja media yang tidak taat, Menko PMK berharap pekerja media juga bergabung dengan salah organisasi media, sehingga aktivitasnya bisa dipertanggung jawabkan. 

    Anugerah Kebudayaan

    Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020 Bajarmasin, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberikan Anugerah Kebudayaan untuk sepuluh Bupati/Walikota yang terpilih karena mencintai kebudayaan dan berperan dalam melakukan pemajuan kebudayaan di daerahnya.

    Mereka yang terpilih yakni: Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany; Bupati Tabalong Anang Syakhfiani; Walikota Baubau AS Thamrin; Bupati Gunung Kidul Badingah; Bupati Halmahera Barat Danny Missy; Walikota Banjarmasin Ibnu Sina; Bupati Luwu Utara Indah Putri Adriani; Walikota Ambon Richard Louhenapessy; Bupati Serdang Bedagai Soekirman; dan Bupati Tubaba Umar Ahmad.

    Menko PMK Muhadjir Effendy mengapresiasi anugerah budaya yang dilakukan oleh PWI. Menurutnya program ini adalah program yang bagus yang nantinya bisa memantik pemerintah daerah untuk turut memajukan kebudayaan. 

    "Anugerah budaya ini sangat bagus untuk mendorong, merangsang pemerintah daerah untuk merevitalisasi apa itu berbagai macam situs. Dan itu saya kira klop dengan program pemerintah terkait alokasi dana abadi kebudayaan," tuturnya.

    Menko PMK bersama beberapa Bupati/Waikota yang hadir juga menandatangani Piaga Deklrasi Banjarmasin yang termaktub komitmen untuk mendorong kebudayaan sebagai salah satu prioritas pembangunan di Indonesia. 

    Turut hadir dalam acara Ketua PWI Atal S. Depari, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, dan Deputi Koordinasi Bidang Kebudayaan Nyoman Shuida yang mendampingi Menko PMK.

    Berita Terkait

    Inilah PP Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk Percepatan Penanganan Covid-19

    Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percep Selengkapnya

    Jaring Pengaman Sosial Disiapkan Pemerintah untuk Atasi Dampak Covid-19

    Kepala Negara memberi perhatian khusus dan mengeluarkan kebijakan jaring pengaman sosial bagi masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu meme Selengkapnya

    Kendalikan Mobilitas Antarnegara untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Impor Covid-19

    Selain mengendalikan mobilitas antarwilayah di dalam negeri, Presiden juga menyerukan agar mobilitas antarnegara yang berisiko membawa kasus Selengkapnya

    4 Arahan Presiden untuk Antisipasi Mudik Lebaran

    Tradisi mudik melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak dan sebagai gambaran pada tahun 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta o Selengkapnya