FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    17 02-2020

    227

    Dirjen SDPPI: Fokus pada Hasil, Kompetensi dan Branding

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Yogyakarta, Kominfo – Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di jajarannya fokus memperbaiki mindset.

    Dirjen Ismail menekankan ada tiga fokus mindset yang harus diubah. Pertama, orientasi yang sifatnya proses harus diubah menjadi menuju hasil. “Output oriented ini mudah-mudahan menjadi pegangan kita. Dalam bekerja kita harus sampai di ujung result-nya,” kata Dirjen SDPPI dalam sambutan Acara Akselerasi Penyerapan Anggaran pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen SDPPI, di Hotel Alana Yogyakarta, Senin (17/02/2020).

    Mengutip pesan Presiden, Dirjen SDPPI menegaskan semua program harus delivered, bukan sekadar sent. Kalau hanya sent itu baru terkirim, belum tentu dibaca, belum tentu dijalankan. “Apa yang kita keluarkan menggunakan uang negara itu ujungnya harus ada di masyarakat. Kalau sampai tidak ada impaknya di masyarakat, berarti kita kerjaannya belum selesai,” jelasnya.

    Perubahan mindset kedua, lanjut Dirjen Ismail, Ditjen SDPPI merupakan direktorat teknis yang penuh syarat dengan kebutuhan kompetensi. SDM di Ditjen SDPPI harus selalu belajar terus-menerus agar menjadi tenaga yang kompeten. “Orang-orang yang mengendalikan Ditjen SDPPI adalah man behind the gun. Kalau senapannya hebat, orangnya tidak, tidak akan berhasil,” jelasnya.

    Ketiga, seluruh ASN milenial di lingkungan Ditjen SDPPI harus membantu program branding lembaga dengan memberikan pemahaman kepada publilk. “Kita perlu branding atau adanya pemahaman di luar tentang apa yang dilakukan Ditjen SDPPI. Kita melakukan pekerjaan yang tidak mudah dijelaskan pada publik,” katanya.

    Pekerjaan mengurus spektrum frekuensi itu tidak mudah, sehingga perlu membuat suatu program yang berkesinambungan untuk menumbuhkan branding institusi secara keseluruhan. Semoga ini terus berjalan terus, termasuk aktivitas sosial media dari generasi milenial.

    Setelah ketiga mindset di atas dijalankan, tambah Ismail, fokus beralih pada satu titik kata kunci transformasi digital. “Apa itu transformasi digital, yaitu mentrasnform atau memindahkan diri, bahasa agamanya itu hijrah, dari satu titik ke titik yang baru, dari yang belum memanfaatkan teknologi digital ke full menggunakannya,” tutup Ismail.

    Turut hadir hadir dalam acara itu, Sesditjen SDPPI R Susanto, Direktur Penataan Sumber Daya Denny Setiawan, Direktur Operasi Sumber Daya merangkap Plt Direktur Pengendalian SDPPI Dwi Handoko dan sejumlah staf di Ditjen SDPPI.

    Berita Terkait

    Dirjen IKP: Jangan Dramatisasi Informasi Penyebaran Covid-19

    Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Widodo Muktiyo meminta seluruh lapisan masyarakat Selengkapnya

    Dirjen SDPPI: Indonesia Harus Siap Jadi Bangsa Digital

    Masyarakat Indonesia harus benar-benar siap, termasuk kesiapan akan mitigasi risiko, saat menghadapi keniscayaan transformasi dari bangsa fi Selengkapnya

    Kominfo Fasilitasi ASN Kembangkan Kompetensi Digital

    Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Cecep Ahmed Feisal menyatakan kompetensi Selengkapnya

    Dirjen SDPPI: SDM Kunci Utama Pengembangan Layanan BBPPT

    Pengembangan sumberdaya manusia menjadi kunci utama bagi keberadaan Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) ke depan. Hal itu Selengkapnya