FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 02-2020

    142

    Dipercepat, Kartu Prakerja Akan Segera Diluncurkan di 3 Provinsi

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Menko Perekonomian menyampaikan keterangan kepada pers usai ratas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (25/02/2020). - (Setkab)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan agar kartu prakerja segera dipercepat peluncurannya yang rencana akan dilaksanakan di 3 (tiga) Provinsi yaitu: Bali, Sulawesi Utara (Sulut), dan Kepulauan Riau (Kepri).

    “Nah saat ini sedang dipersiapkan Perpres-nya dan akan dilanjutkan pembentukan PMO (Project Management Office),” ujar Menko Perekonomian saat memberikan keterangan pers usai  mengikuti Rapat Terbatas (ratas) mengenai Lanjutan Pembahasan Dampak Virus Covid-19 terhadap Perekonomian Indonesia, di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (25/02/2020).

    Selanjutnya, menurut Menko Perekonomian, akan disiapkan mekanisme dari Kementerian Keuangan sehingga target pelaksanaan di 3 lokasi tersebut bisa segera dilaksanakan di bulan Maret ini. Ia juga menambahkan dalam sistem tersebut juga akan dilakukan pelatihan dengan menggunakan aplikasi online, namun pelatihannya sendiri bisa offline. “Untuk itu juga akan memanfaatkan pelatihan baik yang ada di swasta maupun pelatihan yang ada di pemerintah termasuk di dalamnya yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan,” tambahnya.

    Sesuai rencana kartu prakerja itu, sambung Menko Perekonomian, ditargetkan untuk 2 juta pemanfaat dan juga untuk menggunakan yang di Kemenaker sebanyak 500 ribu. Lebih lanjut, Menko Perekonomian juga menyampaikan bahwa Pemerintah berencana menaikkan tambahan manfaat bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak Rp50.000 sehingga total yang diberikan per keluarga penerima manfaat atau per KPM sebesar Rp200.000.

    “Oleh karena itu ini akan diberlakukan selama 6 bulan diawali di bulan Maret dan ini kebutuhan anggarannya sebanyak Rp4,56 triliun,” ujarnya.

    Menurut Menko Perekonomian, masih ada stimulus di bidang perumahan yang rencana ditambahkan kebutuhan anggaran sebanyak Rp1,5 triliun sehingga dengan penambahan ini ada Rp800 miliar berupa subsidi bunga dan Rp700 miliar subsidi uang muka. “Dari jumlah penyaluran KPR 330 ribu unit, existing FLPP terbanyak 88 ribu, kemudian BP2BT 67 ribu unit sehingga ada tambahan sebanyak 175 ribu unit dan ini dilaksanakan oleh bank umum maupun Kementerian PU-Pera,” tambahnya.

    Berita Terkait

    Pemerintah Segera Keluarkan PP Tentang Karantina Wilayah

    Pemerintah akan segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang karantina kewilayahan yang akan membatasi perpindahan orang, membatasi Selengkapnya

    Pemerintah Luncurkan Situs Resmi Kartu Prakerja untuk Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Muda

    Gandeng 11 mitra resmi dari platform digital dan pembayaran, Pemerintah meluncurkan situs resmi Kartu Prakerja untuk tingkatkan daya saing b Selengkapnya

    Ketika Rapat Kabinet Berlangsung Secara Daring

    Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas bersama Wakil Presiden (Wapres) Kiai Haji Ma’ruf Amin secara daring bersama para menteri terk Selengkapnya

    Langkah Terpadu Pusat dan Daerah Tangani Penyebaran Virus Korona

    Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dibentuk dan dikepalai oleh Kepala BNPB untuk mengerahkan sumber daya terpadu dalam penanganan pe Selengkapnya