FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 03-2020

    383

    Dukung Visi Misi Presiden, Kominfo Bahas Program Prioritas

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Manggarai Barat, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika membahas program prioritas, yang mendukung Visi Misi Presiden dan Wakil Presiden. Pembahasan itu berlangsung dalam rapat kerja (raker) yang dihadiri oleh seluruh pejabat Eselon I dan II dari seluruh satuan kerja.

    “Tujuan raker ini adalah mengevaluasi dan menuntaskan renstra sampai betul-betul tuntas dengan output berupa perencanaan yang sangat matang dan siap untuk dieksekusi dan saling berbagi strategi dan perencanaan antarsatker, sehingga semua saling memahami pekerjaan satu sama lain,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti di Labuan Bajo, Manggarai, Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (5/3/2020).

    Sesuai arahan Menteri Kominfo Johnny G. Plate, Sekjen Kominfo menyebut Labuan Bajo dipilih sebagai lokasi raker dimaksudkan untuk mendukung destinasi wisata prioritas ini tetap ramai dikunjungi wisatawan. “Arus wisatawan ke Indonesia sejak merebaknya Virus Corona berdampak terhadap menurunnya jumlah kunjungan,” jelasnya.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef A Nae Soi memberikan ucapan selamat datang. Wilayahnya masuk satu dari lima destinasi super prioritas di Indonesia yang harus dikembangkan dan dapat bergerak cepat guna menyambut pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023.

    Kominfo, katanya, tidak salah memilih Labuan Bajo, Manggarai Barat. Wilayahnya merupakan surga dunia, dimana, Komodo menjadi satu-satunya satwa langka yang hanya ada di Pulau Rinca dan Pulau Komodo.

    “Saya berharap sebelum peserta raker kembali ke tempatnya masing-masing, kunjungilah Komodo, karena ia tidak ada di lain tempat, di akhirat pun tidak ada. Hanya ada di NTT,” pesan Wagub disambut tawa seluruh peserta.

    Selanjutnya, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Ismail bersama sejumlah pejabat Eselon 1 lainnya, berkesempatan memaparkan rencana kerja tahun 2020-2024 masing-masing.

    Ditjen SDPPI berkomitmen memastikan konektivitas komunikasi dapat terhubung secara optimal di seluruh wilayah. “Kemkominfo perlu hadir di sini untuk menjadi akselerator, menjadi fasilitator, agar infrastruktur yang dibangun termanfaatkan dengan baik,” tegas Ismail.

    Raker tersebut dihadiri juga oleh Dirjen Perangkat Pos dan Informatika (PPI) Ahmad M Ramli, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Widodo Muktiyo, Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Basuki Yusuf Iskandar, Inspektur Jenderal Doddy Setiadi dan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif.

    Hadir juga Staf Ahli Menteri Kominfo Hendri Subiakto, Zulfan Lindan, JH Philip M Gobang, dan Dedy Permadi, serta empat tenaga ahli Kementerian Kominfo, yaitu Lathifa M Anshori, Walbertus Natalius Wisang, Hilarius Gudi Batta, dan Primus Latu Batubara. Peserta raker lainnya adalah para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kominfo.

    Berita Terkait

    Digitalisasi Penyiaran, Upaya Kominfo Jaga Koeksistensi Pertelevisian

    Pemerintah menodorong digitalisasi penyiaran untuk menjaga koeksistensi industri penyiaran di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Selengkapnya

    Hari Bhayangkara ke-74, Menkominfo: Tingkatkan Terus Profesionalisme Polri

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tahun bersama jajaran Kabinet Indone Selengkapnya

    Dukung UMKM Go Online, Kominfo Kurangi Kesenjangan Talenta Digital

    Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan digital skills gap atau kesenjangan talenta digital. Hal itu terjadi karena kebutuhan tenaga k Selengkapnya

    Siapkan Talenta Digital, Kominfo Gulirkan Program Stimulus DTS 2020

    Perkembangan teknologi telah mengubah banyak sektor kehidupan manusia. Kondisi itu dinilai Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan In Selengkapnya