FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 03-2020

    386

    Menkominfo Bicara Arti Penting Jadi Diplomat Digital

    Kategori Berita Kementerian | Irso
    Menkominfo Johnny G. Plate (tengah) saat menjadi Narasumber pada Diklat Sesparlu Angkatan ke-64 yang bertemakan Mewujudkan Masyarakat Digital Indonesia, di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI, Jalan Sisingamaraja No.73, Jakarta, Jumat (13/3/2020). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai diplomat Indonesia perlu memandang penting peran kegiatan diplomasi era  teknologi digital dan revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, Menteri Johnny mendorong peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-64 untuk menjadi Diplomat Digital.

    "Di tengah perkembangan teknologi digital, di era revolusi industri 4.0 para diplomat harus menjadi Diplomat Digital. Para diplomat dalam hal ini, tentunya memiliki peran penting dan menjadi stimulus untuk meyakinkan global technology company, bahwa Indonesia memiliki talenta digital yang unggul," ujarnya ketika menjadi narasumber dalam Sesparlu Angkatan ke-64 di di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

    Pemerintah, lanjut Menteri Johnny, mengambil peran sebagai stimulus untuk mendorong semakin banyak lahirnya talenta digital Indonesia. "Salah satu program Kementerian Kominfo adalah Digital Talent Scholarship (DTS). Bagus juga informasi ini bagi para diplomat sekalian, pada saat bertemu mereka (perusahaan global, red) untuk memastikan tersedianya digital talent di Indonesia," tuturnya.

    Di hadapan 18 peserta Sesparlu Angkatan ke-64, Menteri Kominfo menekankan, diplomat tidak hanya berorientasi pada politik umum, tetapi juga harus menjadi seorang CEO, direktur, vice presiden atau branch manager layaknya posisi serupa di berbagai perusahaan nasional dan internasional. Namun, berada dalam lingkungan pemerintah dan negara.

    “Kita bertransformasi sebagai posisi diplomat dalam konteks CEO Organizer di wilayah masing-masing. Dalam menterjemahkan itu, tentu harus mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan,” tandas Menteri Kominfo seraya menyebutkan bahwa penyelenggaraan Sesparlu merupakan upaya Kementerian Luar Negeri menyiapkan peserta agar bisa menduduki jabatan pimpinan tinggi di Kemenlu di masa mendatang.

    Menteri Johnny juga mendukung periodik Diklat Berjenjang Fungsional Diplomatik, yang diselenggarakan selama 2,5 bulan sebanyak tiga kali setahun. Peserta Sesparlu berasal dari diplomat senior dengan pengalaman kerja lebih dari 15 tahun, dan setidaknya pernah ditugaskan dua kali mewakili Indonesia di berbagai kegiatan internasional.

    “Karenanya semua diplomasi kita arahnya ke sana, tentu cara mencapainya dengan berbagai metode atau kebijakan dan strategi yang sudah ada di Kemenlu,” imbuhnya

    Dalam sesi diskusi, Menteri Kominfo memaparkan beberapa program dan kebijakan strategis Kementerian Kominfo untuk lima tahun mendatang. Mulai dari penyiapan regulasi, penataan spektrum frekuensi, penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan penyiapan sumberdaya manusia melalui Digital Talent Scholarship. (aik)

    Berita Terkait

    Menkominfo Tekankan Tiga Aspek Menuju Kenormalan Baru

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, kesiapan pemerintah dalam memasuki era new normal atau kenormalan baru meneka Selengkapnya

    Menkominfo Apresiasi Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mulai timbul kesadaran dalam menjalankan pro Selengkapnya

    Gandeng Semua Unsur Masyarakat untuk Bangun Desa Digital

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Achmad Latif mengatakan Selengkapnya

    Menkominfo Ikuti Upacara Bendera Virtual Peringatan Hari Lahir Pancasila

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila dari kediaman di Jakarta, Senin Selengkapnya