FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 06-2020

    296

    Percepat Pengujian Spesimen, Pemerintah Rekrut Relawan Besar-besaran

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Warga mengikuti test swab Covid-19 menggunakan mobil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Mobile Combat Covid-19 di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Swab test dengan Mobil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Mobile Combat COVID-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tersebut bertujuan untuk mempercepat pengujian secara lebih masif dan spesimen swab di lapangan. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Proses pengujian spesimen virus corona Covid-19 yang dilakukan pemerintah telah melampaui target 10.000 per hari. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta proses pengujian spesimen bisa dilakukan lebih agresif dengan mencanangkan target pengujian sebanyak 20.000 per hari.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang juga sebagai Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan akan mengarahkan Gugus Tugas dan pihak Kementerian Kesehatan untuk terus mempercepat pengujian spesimen.

    "Nanti kami Gugus Tugas dan Kemenkes akan terus mempercepat untuk target 20 ribu dan selanjutnya kita bergerak ke target 30 ribu sesuai dengan perhitungan bapak Presiden," terang Menko PMK usai rapat terbatas bersama Presiden, Kamis (04/06/2020).
     
    Lebih lanjut, untuk memenuhi target, maka menurutnya perlu peningkatan sumber daya manusia yang terlibat dalam hal pelacakan dan pengujian spesimen secara masif. "Karena itu kita memerlukan relawan yang bisa membackup, dan ini membutuhkan tenaga besar," ucapnya.

    Sukarelawan yang dibutuhkan menurut Menko PMK adalah para mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat, keperawatan, dan mahasiswa S2 di bidang biologi molekuler. Menurutnya, Presiden Jokowi telah menyetujui untuk segera melakukan rekrutmen sukarelawan secara besar-besaran.

    Menko PMK melanjutkan,  perekrutan sukarelawan yang dilakukan diharapkan akan mengoptimalkan pengujian spesimen dengan sistem shifting. Sehingga penggunaan mesin tes polymerase chain reaction (PCR) untuk melakukan pengujian spesimen bisa dimaksimalkan.

    "Ini juga mesti ada shift sehingga alat-alat bisa bekerja dengan optimal, dan kemungkinan kesalahan akibat overload jam kerjanya bisa dikurangi," imbuhnya.

    Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, pemerintah kemungkinan akan memanfaatkan sistem kuliah kerja nyata (KKN) dan program praktik lapangan (PPL) di kampus untuk memasukkan para mahasiswa menjadi sukarelawan dalam pengujian spesimen virus corona.

    "Pak Presiden menyetujui agar Pak Menristek/Kepala BRIN dengan Menkes dan Mendikbud untuk menginisiasi relawan dan mungkin bisa dikaitkan dengan kegiatan KKN dan PPL mahasiswa-mahasiswa tersebut," pungkas dia.
     

    Berita Terkait

    Perluas Penyaluran KUR Bagi UMKM, Pemerintah Gandeng Platform Digital

    Upaya Pemerintah memulihan ekonomi nasional dilakukan dengan menyasar peran dan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satun Selengkapnya

    Presiden Instruksikan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban

    Pada November 2019 lalu Presiden Joko Widodo telah meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban yang merupakan proyek pembangunan be Selengkapnya

    Komitmen Pemerintah Perpanjang JPS dan Gerakkan Ekonomi

    Pemerintah berkomitmen memperpanjang program jaring pengaman sosial hingga Desember 2020. Dalam waktu bersamaan Pemeritah juga berupaya meng Selengkapnya

    Perluas Lapangan Kerja, Pemerintah Tingkatkan Iklim Investasi dan Daya Saing Nasional

    Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai hari ini, telah memberi pelajaran berharga bahwa rantai pasok barang tidak dapat terpusat di Selengkapnya