FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    19 06-2020

    170

    Kenormalan Baru, Saatnya UMKM Adaptasi Menuju Pasar Daring

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Masa pandemi Covid-19 turut mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi barang dan jasa dari luring ke daring. Perubahan pola konsumsi ini menjadi momentum dan modal tambahan bagi percepatan transformasi digital di Indonesia.

    “Digitalisasi menuju industri 4.0 ini menjadi sebuah kebutuhan. Dalam situasi new normal ada beberapa potensi yang bisa didorong,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar Adaptasi UMKM dalam Hadapi New Normal dari Jakarta, Jumat (19/06/2020).

    Dalam paparannya, Menko Airlangga juga menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada pemanfaatan teknologi digital yang tercermin dari peningkatan trafik sekitar 15-20%. Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memberikan kenaikan pada pemanfaatan e-learninge-commerce, literasi digital, permintaan delivery, dan kebutuhan alat kesehatan/kebersihan.

    “Kita melihat bahwa bisnis online pada beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan. Yaitu pada e-grocery, produk kecantikan, fashion, dan pengiriman barang,” ujar Menko Airlangga.

    Bisnis e-grocery, produk kecantikan, dan fashion diestimasi mengalami peningkatan pada tahun 2020. Namun peningkatan signifikan akan dialami oleh e-grocery. Selain itu, pengusaha logistik juga mengalami peningkatan yang masif. Pada April 2020 pengiriman barang meningkat sebesar 35%.

    Potensi nilai ekonomi digital hingga akhir tahun pun diprediksi mencapai USD 35 milyar, dan berlanjut hingga mencapai USD 101 milyar pada 2025. Saat itu, marketplace diyakini akan memiliki presentasi model bisnis yang seimbang antara C2C dan B2C.

    Pada paparannya, Menko Airlangga juga menunjukkan bahwa seiring dengan new normal, akan banyak pula pebisnis yang terjun pada bisnis online. “Tentu ini harusnya menjadikan kita percaya diri untuk masuk dalam digital ekonomi,” tutur Airlangga.

    Melihat potensi ini, Pemerintah bersama pelaku digital memberi dukungan konkret bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM) online untuk menampilkan produknya melalui Gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

    Campaign ini dilakukan agar bukan hanya platform-nya yang digital, tetapi diharapkan produk UMKM juga bisa bertambah. Dalam waktu yang sangat singkat yaitu 14 Mei—9 Juni ada 301.115 UMKM baru yang bertransformasi ke digital,” kata Airlangga. 

    Berita Terkait

    ASEAN Online Sale Day 2020: Saatnya Membangkitkan UMKM Indonesia di Pasar ASEAN

    Negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) akan meluncurkan kegiatan ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2020 pada 8 Agus Selengkapnya

    Aplikasi Tiket Online, Topang Gaya Hidup Era Adaptasi Kebiasaan Baru

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, konektivitas merupakan salah s Selengkapnya

    Tiga Fase Program Pemulihan Koperasi dan UMKM di Tengah Pandemi

    Pemerintah telah melakukan restrukturisasi kepada mitra koperasi dengan fasilitas penundaan pokok, perpanjangan jangka waktu, hingga penamba Selengkapnya

    Wapres: Implementasikan Kebijakan Satu Pintu UMKM dan Koperasi

    Konsolidasi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus segera dilaksanakan agar pendataan serta pemberdayaannya fokus pada sat Selengkapnya