FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    29 08-2020

    79

    Jaga Data Pribadi, Waspada Sebelum Bagikan Informasi di Media Sosial

    Kategori Berita Kementerian | Yusuf

    Jakarta, Kominfo – Guna mencegah pencurian data pribadi, Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati sebelum membagikan informasi detil melalui media sosial. 

    Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad M. Ramli, menegaskan kewaspadaaan itu merupakan upaya untuk melindungi data pribadi dalam dunia digital.

    “Agar terlindungi dari pencurian data, setiap individu perlu membatasi penampilan data pribadi di internet untuk melindungi dan mengatur data pribadi kita. Pahami kegunaan aplikasi beserta relevansinya,” ujarnya  dalam Seminar Daring Pelindungan Data Pribadi, dari Jakarta, Sabtu (29/08/2020).

    Dirjen Ramli menyatakan pencurian data pribadi kerap dimulai dari keteledoran pengguna dalam menjaga dan melindungi data pribadi. Informasi detil mengenai diri diumbar di media sosial atau aplikasi pesan instan. Namun, agar terhindar dari pencurian data setiap pengguna harus mengatur tampilan aplikasi sebelum membagikan informasi ke publik. 

    “Makanya, Saya menyarankan kalau misalnya di WhatsApp itu gunakan privasi policy. Sehingga bisa mengatur siapa yang bisa melihat foto profil, status, dan info yang dibagikan. Misalnya, yang hanya bisa melihat profil kita itu, hanya kontak yang tersimpan saja,” ungkapnya.

    Dirjen PPI Kementerian Kominfo menyatakan, seringkali pengguna terjebak memberikan informasi detail dan seluruh aktivitasnya di medsos sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran dan pencurian data.

    “Orang, kalau misalnya dia nulis di Facebook, detail semua data yang diberikan, nomor HP, alamat rumah, alamat email, semua ditulis padahal itu sebetulnya sangat berbahaya untuk saat ini,” ungkapnya.

    Dirjen Ramli melanjutkan, agar akun pengguna aplikasi linimasa aman dari peretasan, hindarilah penggunaan password menggunakan umur beserta tanggal lahir.

    "Gunakan password yang unik dan sulit dilacak dan ubah secara berkala. setiap saat penggunaan password  mesti kita ubah karena password itu juga adalah privasi,' tegasnya.

    Dirjen PPI Kementerian Kominfomenambahkan, saat ini tindakan pencegahan kebocoran data pribadi bisa dilakukan dengan cara tidak menyerahkan data pribadi seperti nomor rekening bank, NIK, dan KK kepada siapapun. Bahkan, jika misalnya masyarakat sudah membayar sesuatu lewat transfer online, bank tertentu memang sudah akan menyamarkan nomor rekening penggunanya.

    “Biasanya bank memberikan kode xxx di ujungnya, tapi kalau dia masih meyebutkan nomor secara lengkap, Saya sarankan untuk dicoret karena fasilitas memblock itu ada di handphone kita,” jelasnya.

    Kemudian, langkah lain untuk menghindari penyalahgunaan data adalah dengan selektif menerima sms, panggilan tak dikenal, dan tidak mudah membagikan nomor ponsel, serta kode One Time Password (OTP) kepada orang lain.

    “Seringkali,  orang tidak mengerti bahwa yang namanya One Time Password (OTP) yang dikirim oleh provider, itu sebetulnya adalah data pribadi. Sehingga kalau dia kemudian share ke orang lain, akan menjadi sangat fatal,” papar Dirjen Ramli.

    Webinar “Media Sosial VS Data Pribadi” juga dihadiri oleh Anggota Komisi I DPR RI Taufiq Abdullah, Pelaku Seni Gisella Anantasia, Praktisi Literasi Digital Enda Nasution. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Jaga Keteduhan Ruang Publik, Humas Perlu Sampaikan Informasi Humanis

    Di tengah berbagai isu yang tersebar di ruang publik, petugas hubungan masyarakat Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan narasi Selengkapnya

    Lindungi Data Pribadi, Fintech Wajib Beritahu Pengguna Jika Terjadi Data Breach

    Pemerintah bersama DPR RI tengah berupaya menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Perlindungan Data Pribadi (PDP). Dalam Pasal Selengkapnya

    UU Cipta Kerja Bagian Reformasi Struktural untuk Transformasi Ekonomi Nasional

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai setiap produk undang-undang yang dibuat di semua negara tentu ada kelebihan dan k Selengkapnya

    Hadapi Pandemi, Menkominfo Tekankan Transformasi Model Bisnis dan Percepat Digitalisasi

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai, pandemi Covis-19 membawa perubahan signifikan dalam menjalani aktivitas sehari-h Selengkapnya