FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 10-2020

    125

    Lewat Ngorbit, Kominfo Jelaskan Stimulus Pelatihan Daring

    Kategori Berita Kementerian | Yusuf

    Jakarta, Kominfo - Guna memberikan pembekalan, pemahaman, serta meningkatkan motivasi, dan semangat bagi 4.000 lebih peserta untuk mengikuti pelatihan DTS 2020, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar acara Virtual Ngorbit, Ngobrol Digital Bareng Digital Talent Scholarship (DTS) 2020.

    Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Hedi M. Idris menuturkan pada tahun 2020 program DTS dijalankan secara daring dikarenakan masa pandemi. Namun, diharapkan berjalan secara pentahelix dengan melibatkan pelaku usaha, akademisi, dunia industri global dan lokal, maupun startup, asosiasi dan profesi. 

    “Sehingga nantinya melalui bekal yang didapat dari pelatihan ini dapat berguna bagi peserta, bangsa dan negara,” paparnya ketika membacakan laporan kegiatan dari Aula Anantakupa, Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (06/10/2020).

    Dalam laporannya, Kapus Hedi menjelaskan acara pembekalan pelatihan DTS 2020 ini diberikan kepada sekitar 9.000 peserta dari 4 Akademi yang sedang berjalan, yakni Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Thematic Academy (TA), dan Regional Development Academy (RDA).

    Berbagai Tema, Ribuan Peserta

    Untuk pelatihan FGA, kata Hedi, diperuntukan bagi lulusan D3, D4, atau Strata-1 dalam bidang TIK, MIPA, dan teknik lainnya. Pelatihan itu berlangsung dengan kerja sama dengan berbagai universitas atau perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu didukung Global Technology Companies dengan 7 tema pelatihan. 

    "Diantaranya, CCNA Network Engineer, CCNA Cyber Operations, Cloud Computing, Core System Administration, Java Programming, Database Design and Programming, Data Science," tutur Kaspusbang Porserti. 

    Lebih lanjut, Kapus Hedi menyebutkan di tahun 2020 jumlah peserta yang diterima Kominfo untuk mengikuti pelatihan FGA sebanyak lebih dari 4.000 pendaftar. Pelatihan ini menurutnya turut membuka kesempatan bagi peserta yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program sertifikasi global. 

    Selanjutnya, untuk pelatihan Vocational School Graduate Academy (VSGA) diperuntukkan bagi Lulusan SMK, D3 dan D4 jurusan TIK, Elektro, Telekomunikasi, Desain Komunikasi Visual, Animasi, Multimedia. Pelatihan berlangsung dengan kerja sama Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kominfo dan Mitra Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan 7 tema pelatihan. 

    "Tema pelatihan yang ditawarkam diantaranya Network Administrator, Mobile Programmer, Web Developer, Graphic Designer, Motion Graphic Artist, Multimedia Designer, dan Drivetester. Tahun ini terdapat sekitar 4.000 peserta yang diterima untuk mengikuti pelatihan VSGA. Lulusan peserta VSGA nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sertifikasi berbasis SKKNI setelah menyelesaikan pelatihan,” tutur Hedi.

    Latih Entrepreneur

    Pada kesempatan itu, Hedi juga menjelaskan pogram Thematic Academy (TA) merupakan program pelatihan multisektor bagi pengembangan sumberdaya manusia dari jenjang dan multidisiplin yang berbeda. Program ini bekerjasama dengan Mitra Perguruan Tinggi dan beberapa Industri atau asosiasi di Indonesia dengan 5 tema pelatihan. 

    Tema pelatihan yang ditawarkan meliputi IT Project Management, IT untuk Perbankan, Big Data for Social Science, Digital Marketing, dan Buruh migran (Citizen Journalism dan Digital Marketing), dan sebanyak 1.270 peserta diterima untuk mengikuti pelatihan. 

    “Salah satu tema pelatihan yaitu IT Perbankan membuka kesempatan pemagangan bagi peserta-peserta terbaik dengan mitra perbankan kami, yaitu BNI,” ujarnya.

    Sementara untuk program Regional Development Academy (RDA) ditujukan bagi ASN dan perangkat daerah di 122 Kabupaten Prioritas Pembangunan dan 7 Daerah Prioritas Wisata. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian ASN di bidang TIK agar dapat dimanfaatkan bagi pembangunan dan pengembangan daerah masing-masing dengan 5 tema pelatihan yang terbagi dalam 4 batch pelatihan yaitu Big Data Analytic, Analis Media Sosial, Junior Network Administrator, Junior Graphic Designer, dan Smart City. 

    “Saat ini terdapat 572 peserta pelatihan di batch pertama, dan masih dibuka pendaftaran untuk pelatihan batch kedua,” jelasnya.

    Adapun dua akademi lainnya yakni Online Academy (OA) dan Digital Entrepreneurship Academy (DEA), telah dilaksanakan sejak bulan Maret, dengan lebih dari 36 ribu peserta. Program DEA untuk batch ketiga juga rencananya akan kembali dibuka pada tanggal 12 Oktober mendatang untuk mendukung terciptanya entrepreneur-entrepreneur baru maupun untuk mengembangkan potensi UMKM. 

    Tingkatkan Kecakapan

    Kapus Hedi menambahkan, bagi peserta lulusan DTS juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Program Pasca Pelatihan termasuk mengikuti pelatihan soft-skill. 

    Adapun program soft-skills yang diberikan antara lain; pengenalan diri untuk profiling peserta, di mana assessment yang dilakukan dapat mengenali potensi, menggali talenta dan mengoptimalkan keahlian dari peserta pelatihan.

    "Dilakukan juga pengembangan personal branding, pengembangan Kompetensi untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris para penerima beasiswa, khususnya yang diperlukan dalam mencari kerja," jelasnya. 

    Kapusbang Proserti merinci program ini akan diisi oleh para profesional lokal yang akan membantu para peserta dalam memahami, menulis, dan melakukan percakapan dalam Bahasa Inggris. Menurutnya, banyak lulusan IT yang sebenarnya kompeten secara hard skill, namun tidak mampu “menjual diri” di hadapan pemberi kerja.

    “Sehingga kami memandang perlu diberikan pengetahuan mengenai personal branding melalui Skills mapping, Pembuatan CV, Pembuatan cover letter (CV), Etika mengirimkan surat lamaran kerja sampai ke teknik wawancara,” urainya.

    Selain memberikan pelatihan hard-skills maupun soft-skills, Program DTS juga membuka kesempatan kerja bagi para lulusannya melalui Platform untuk mempertemukan pencari kerja (alumni DTS) dengan perusahaan/industri yang sedang membutuhkan pekerja melalui portal simonas.kominfo.go.id. 

    “SIMONAS (Sistem Informasi Alumni Sertifikasi) yaitu website yang bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan ternama yang sudah melalui proses review terlebih dahulu, tidak berbayar,” tandasnya. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Perhatikan Kompetensi Difabel, Menkominfo: Kita Kembangkan Lewat Pelatihan TIK

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, kaum difabel perlu mengambil bagian secara konkret dalam menterjemahkan araha Selengkapnya

    Tingkatkan Kompetensi Humas, DWP Kominfo dan LPP RRI Gelar Pelatihan MC

    Dharma Wanita Persatuan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menggelar sem Selengkapnya

    Pandemi Picu Peningkatan Transaksi Online, Kominfo Siapkan Empat Kebijakan Percepat Digitalisasi

    Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail menilai masyarakat semakin cerdas menggunakan platform digital di te Selengkapnya

    Kolaborasi Kominfo-PT Tingkatkan Kompetensi Digital EksPMI

    Kementerian Kominfo melibatkan perguruan tinggi untuk menyiapkan talenta digital yang kompeten. Kolaborasi itu menurut Plt. Kepala Badan Pe Selengkapnya