FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 11-2020

    503

    Bangun dan Rawat Kerukunan Umat Beragama di Tengah Kemajemukan Bangsa

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Seorang perwakilan dari mahasiswa menandatangani papan yang berisi menolak anarkisme saat Deklarasi Cinta Damai di Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/10/2020). Deklarasi yang diikuti pejabat pimpinan daerah, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Ormas Islam, organisasi kemahasiswaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu sebagai bentuk ajakan untuk menjaga kondusifitas serta menolak segala bentuk provokasi dan anarkisme. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Kebinekaan dalam masyarakat Indonesia merupakan anugerah dari Allah Swt. yang harus terus dijaga dan dipertahankan sebagai kekuatan bangsa Indonesia. Di tengah dinamika sosial dan politik global, kemajemukan bangsa, termasuk keberagaman agama, tak menjadi penghalang bagi kita untuk tetap hidup rukun, saling mengayomi, dan saling melindungi sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

    “Kerukunan antarumat beragama tidak muncul secara tiba-tiba. Kerukunan itu merupakan hasil dari kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran,” ujar Presiden Joko Widodo saat menyampaikan amanatnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (03/11/2020).

    Presiden mengatakan bahwa kerukunan yang telah lama terbentuk tersebut merupakan hasil ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati dengan tidak memberi ruang bagi tumbuhnya rasa saling curiga dan berkembangnya benih-benih permusuhan yang pada akhirnya dapat memecah belah persatuan dan persaudaraan bangsa.

    Atas dasar hal itu, Kepala Negara menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para penggerak dan aktivis kerukunan umat beragama yang dalam kesehariannya tak lelah untuk merawat kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat. Upaya-upaya serupa itulah yang menyebabkan kita dapat menikmati kehidupan berbangsa yang kondusif dan harmonis.

    “Forum Kerukunan Umat Beragama merupakan miniatur kebinekaan Indonesia. Saya berharap tidak ada satupun yang ditinggalkan ataupun dipinggirkan. FKUB hendaknya menjadi tenda bangsa yang mengayomi semua umat beragama dari beragam kelompok. Komitmen ini harus tertanam kuat dalam kesadaran para tokoh dan aktivis FKUB di semua tingkatan,” kata Presiden.

    Pemerintah sendiri memberikan dukungan penuh agar peran-peran FKUB dapat semakin optimal dalam menyemai nilai-nilai moderasi beragama. Menurut Presiden, moderasi beragama merupakan pilihan tepat dan selaras dengan jiwa Pancasila di tengah adanya gelombang ekstremisme di berbagai belahan dunia.

    “Tantangan kehidupan beragama kian hari kian berat. Kehadiran media sosial dalam mewarnai kehidupan beragama dewasa ini tidak bisa diabaikan. Tidak jarang media sosial membawa racun seperti hoaks dan ujaran-ujaran kebencian yang justru menimbulkan perpecahan,” ucapnya.

    “Untuk itu dibutuhkan figur dan tokoh-tokoh agama yang mempersatukan, merangkul, serta piawai melunakkan perbedaan pilihan dan paham menjadi kekuatan sehingga umat tidak terjebak pada pandangan-pandangan yang ekstrem dan melegalkan kekerasan,” imbuhnya.

    Kepala Negara berharap agar pertemuan penting FKUB tersebut dapat melahirkan rumusan-rumusan visioner dan rencana-rencana program strategis untuk meneguhkan nilai-nilai moderasi dan toleransi beragama serta menjadi ajang dialog atas berbagai permasalahan yang masih mengganjal dan menemukan jalan keluar yang konstruktif bagi kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

    Berita Terkait

    Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Dialog Islam-Khonghucu Patut Diapresiasi

    Agama mengajarkan nilai-nilai penting kemuliaan hidup, di antaranya, untuk mengembangkan kedamaian dan kerukunan hidup antar sesama. Untuk i Selengkapnya

    Dorong Penguatan Moderasi Beragama di Tengah Kehidupan Masyarakat

    Organisasi-organisasi keagamaan di Indonesia dalam kiprahnya membangun bangsa harus turut menguatkan moderasi beragama di tengah masyarakat. Selengkapnya

    Tingkatkan Potensi Asuransi Syariah di Indonesia, AASI Perlu Optimalkan Peran

    Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia telah diakui dunia. Dalam laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2020, Ind Selengkapnya

    HMI Harus Tumbuh Bersama Zaman sebagai Pelopor Kemajuan Bangsa

    HMI merupakan organisasi kepemudaan yang banyak melahirkan tokoh umat dan para pemimpin bangsa yang berkontribusi pada ladang pengabdian yan Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA