FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 12-2020

    228

    Pakar Imunisasi: Disiplin 3M Menjadi Syarat Utama Keberhasilan Vaksinasi Covid-19

    Kategori Berita Pemerintahan | Yusuf
    Elizabeth Jane Soepardi (Pakar Imunisasi) dan Lia Gustina (Perawat RSDCC Wisma Atlet) saat memberikan paparan dalam dialog produktif bertema "Siapkan Kedatangan Vaksin" di Jakarta, Kamis (03/12/2020). - (IST)

    Jakarta, Kominfo – Pemerintah terus berupaya agar rantai penularan Covid-19 bisa ditekan, salah satunya dengan merencanakan pengadaan vaksin. Guna program vaksinasi itu dapat berjalan dengan lancar, dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Sembari menunggu vaksin tersedia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak).

    Pakar Imunisasi, Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan protokol kesehatan 3M ini berdasarkan penelitian dari WHO dan telah ditetapkan sebagai standar bagi semua negara.

    “Jadi, kalau kita tidak melakukan apa-apa kemungkinan kita tertular Covid-19 itu 100 persen, namun kalau kita mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, itu menurunkan risiko penularan hingga 35 persen. Kalau kita menggunakan masker biasa yang tiga lapis, akan mampu menurunkan risiko penularan hingga 45 persen,” tuturnya dalam dialog produktif dengan tema “Siapkan Kedatangan Vaksin” yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (03/12/2020).

    Selain itu, kata Elizabeth, apabila menggunakan masker bedah yang berwarna hijau atau biru, dapat menurunkan risiko penularan hingga 70 persen. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat agar jangan abai kepada diri sendiri dan orang di sekitarnya.

    “Kalau kita menjaga jarak aman, akan menurunkan risiko penularan hingga 85%. Jadi, yang berkerumun itu saya rasa keterlaluan sekali,” ujarnya.

    Selain itu, Elizabeth juga mengingatkan, semua harus sadar, kapasitas produksi vaksin tidak akan cukup untuk semua penduduk, dan vaksinasi nantinya akan dilakukan secara bertahap.

    “Sehingga 3M tadi harus tetap kita jalankan, bahkan setelah kita divaksinasi jangan merasa terlindungi 100%. Sehingga dengan begitu, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer akan menjadi kebiasan  baru sebagai budaya kita ke depannya,” jelasnya.

    Menyoal teknis program vaksinasi, lanjut Elizabeth, pemerintah menyatakan akan memberikan aturan mengenai petugas yang memberikan vaksinasi dan siapa penerima vaksin secara bertahap. Saat ini pemerintah meprioritaskan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu.

    “Saat ini pemerintah meprioritaskan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu. Karena mereka yang menolong orang sakit, dan kalau tenaga kesehatan kita tertular, mereka bisa menularkan kepada orang lain, itu alasan yang harus bisa diterima Tentu nantinya ada aturan kapan vaksinasinya, di mana, dan siapa. Tentu siapanya ini tidak semua orang, itu yang harus kita mengerti,” paparnya.

    Menurut Elizabeth, saat vaksin belum ada, masyarakat bisa memutus rantai rantai penyebaran Covid-19, dengan tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting.

    “Ini sudah terbukti di Thailand, sudah 5 bulan tidak ada penularan antar penduduk. Kasus Covid-19 itu hanya berasal dari pendatang. Pendatang yang masuk Thailand di screening dan apabila positif, dikarantina dua minggu. Indonesia belum bisa melakukan hal tersebut, karena orangnya belum disiplin. Kalau semua bisa disiplin saya yakin Indonesia bisa seperti Thailand,” imbuhnya.

    Selaras dengan pernyataan Elizabeth, tenaga kesehatan lainnya yang kini tengah merawat pasien COVID-19, Lia Gustina, yang sudah bertugas sejak April di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat berharap kesadaran masyarakat untuk disiplin penerapan 3M.

    “Untuk keberhasilan memutus penularan Covid-19, kita berharap masyarakat, untuk tetap menjaga protokol Kesehatan dengan membudayakan 3M, dukung kami yang ada di garda terdepan,” harapnya.

    Sebagai garda terdepan di sector kesehatan, Lia megungkapkan ia mendukung upaya pengadaan vaksin Covid-19 oleh Pemerintah.

    “Kami sangat mendukung dan berharap pandemi ini akan segera berakhir. Untuk kesehatan rakyat, kami berharap segera diadakan vaksinasi, agar kami juga tenaga kesehatan bisa terus menolong masyarakat yang terpapar Covid-19,” tutup Lia. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Pemerintah Benahi Kendala Awal Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

    Saat ini jumlah tenaga kesehatan yang dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 sudah semakin meningkat. Selengkapnya

    Presiden Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Selang 14 hari setelah menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama, Presiden RI Joko Widodo menerima dosis kedua, di halaman Istana Kepr Selengkapnya

    Presiden Terima Vaksin Covid-19 Perdana

    Vaksin yang disuntikkan kepada Presiden adalah CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co.Ltd. yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma (Persero Selengkapnya

    Dimulai hari ini, Partisipasi dan Dukungan Masyarakat Tentukan Keberhasilan Vaksinasi Covid-19

    Pemerintah memulai program vaksinasi nasional Covid-19 secara gratis hari ini, Rabu (13/01/2021), sebagai upaya untuk keluar dari pandemi ya Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA