FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 12-2020

    208

    Untuk Negara, Berjuang Membantu Sesama Melawan Pandemi

    Kategori Berita Pemerintahan | Yusuf
    Aulia Giffarinnisa, Dokter RSDC Wisma Atlet (tengah), bersama Yusrin Zata Lini seorang relawan yang tergabung dalam Gerakan Jurnalis Bergerak (kanan), saat Dialog Produktif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang disiarkan secara Live melalui akun youtube Lawan Covid19 ID, Jakarta, Jumat (04/12/2020).

    Jakarta, Kominfo – Perjuangan nasional memerangi penyebaran Covid-19 menempatkan tenaga medis berada di garis terdepan. Merelakan hilangnya waktu bersama keluarga, menahan panas dari lapisan pelindung diri yang digunakan, membangun suasana tenang bagi para penyintas Covid-19 menjadi tugas keseharian para tenaga medis. Semua dilakukan guna menyelamatkan nyawa manusia. Sebuah kerja keras yang tentunya tak mudah, berjuang dalam konsekuensi yang berat, namun mereka tak pernah pamrih atas segala kerja kerasnya, meski saban hari berdatangan pasien baru.

    Atas dasar itu, terpatri dalam benak Aulia Giffarinnisa, seorang dokter muda asal Sulawesi Selatan untuk terjun langsung membantu sesama rekan sejawatnya yang tengah berjuang membaktikan tenaga menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet saat ini.

    “Keputusan jadi relawan itu sudah ada sejak April. Saya sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah di Sulawesi Selatan. Hati saya ingin berkontribusi dan tidak bisa hanya diam di rumah saja. Akhirnya pada Agustus orang tua merestui keinginan saya, setelah sejak April  saya meminta restu. Saya mulai bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet bulan September,” ujarnya dalam Dialog Produktif menyambut Hari Sukarelawan Internasional bertajuk “Berbakti untuk Kemanusiaan Tanpa Pamrih”, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (04/12/2020).

    Dalam diskusi itu, Aulia yang juga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini mengungkapkan bahwa menangani pasien Covid-19 bukan hal mudah, selain harus terus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama 8 jam, para tenaga medis juga harus kuat menahan rasa haus dan lapar. Apalagi, kata dia, ketika sedang bertugas di HCU (High Care Unit), tempat perawatan khusus bagi pasien COVID-19 dengan kondisi memerlukan perhatian khusus yang sudah menjadi risiko pekerjaannya.

    “Kami bekerja bergiliran selama delapan jam. Biasanya dari pukul enam pagi sampai jam dua siang. Tapi karena memakai APD kita mulai persiapan dari jam 5 pagi, dan harus puasa selama delapan jam itu, karena kita tidak melepaskan APD bahkan untuk ke toilet. Kalau kita minum pasti ingin ke toilet,” terangnya.

    Aulia Giffarinnisa

    Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan 3M

    Seacara khusus, dalam dialog tersebut, Aulia menyampaikan harapannya kepada pemerintah terkait dengan upaya untuk pengadaan vaksin.

    “Harapan aku dengan vaksin Covid-19 ini inginnya cepat didistribusi. Saat ini setahu saya vaksin sudah dalam uji klinik fase III, kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengizinkan, saya ingin vaksin lebih cepat didistribusikan,” ujarnya.

    Selama menunggu kedatangan vaksin, Aulia juga meminta kepada masyarakat agar secara disiplin menerapkan 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) untuk mencegah penularan Covid-19 sesuai dengan imbauan pemerintah.

    “Dengan disiplin menerapkan 3M, kita bisa melindungi diri kita dan orang-orang terdekat agar tidak tertular. Dengan bersama-sama seperti itu, akan membantu tenaga kesehatan seperti kami untuk mencegah dan mengembalikan kehidupan normal seperti dulu lagi. Jangan sampai kita menyusahkan orang lain apalagi tenaga kesehatan yang sudah berjuang, jangan sampai kita menyia-nyiakan perjuangan mereka,” ungkapnya.

    Bantu Pekerja Lepas Harian Terdampak

    Selain Aulia, kisah inpiratif lainnya datang dari Yusrin Zata Lini. Ia bersama rekan-rekannya yang terrgabung dalam Anggota Relawan Jurnalis Bergerak turut menginisiasi gerakan sosial untuk membantu kesulitan ekonomi para pekerja lepas harian.

    Yusrin Zata Rini

    “Masih banyak teman-teman kita di luar sana yang harus bekerja berjibaku di jalanan untuk mendapat pendapatan harian. Selain pendapatan mereka tergerus, tidak memiliki informasi cukup mengenai Covid-19 sehingga cenderung tidak peduli, mereka lebih khawatir dengan anak mereka nanti makan apa daripada virus yang tidak tampak ini,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

    Berangkat dari kegelisahan tersebut, Yusrin menggalang donasi dengan target Rp100 juta melalui platform digital benihbaik.com dengan menyasar penerima pekerja lepas harian melalui gerakan sosial #JurnalisBergerak.

    Donasi itu, kata Yusrin, digunakan setidaknya untuk menolong kehidupan bagi mereka yang masih harus bekerja di jalanan ini selama satu atau dua minggu ke depan.

    Meski mengatasnamakan jurnalis, namun menurut Yusrin, semua orang boleh membantu dengan berpartisipasi menjadi wadah untuk masyarakat umum yang ingin berkontribusi.

    “Penerimanya adalah pekerja non formal seperti tukang ojek, pemulung, pedagang kecil, sopir angkutan umum, dan masyarakat terdampak lainnya. Kita memberikan bantuan-bantuan ini dalam bentuk sembako, masker, hand sanitizer, dan flyer edukasi terkait Covid-19,” tuturnya.

    Yusrin menyebutkan, sejauh ini dalam waktu satu bulan telah terkumpul Rp106 juta dari 339 donatur. Kemudian dana itu disalurkan ke 600 penerima manfaat yang disalurkan ke lima wilayah administrasi DKI Jakarta, dan nantinya akan membuka lagi penyaluran paket bantuan ke masyarakat berdasarkan rekomendasi dari perorangan maupun komunitas seperti ke para guru honorer dan tukang pijat tuna netra. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Rakyat Indonesia dan Pemerintah Harus Bekerja Sama Atasi Pandemi

    Mengurangi laju penularan virus Covid-19 adalah hal yang harus benar-benar dipahami oleh seluruh pihak dan secara bersama-sama melakukannya Selengkapnya

    Ekonomi Syariah Harus Jadi Pemicu Pemulihan Ekonomi Nasional

    Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan peran ekonomi dan keuangan Selengkapnya

    Bantuan Modal Kerja Senilai Rp2,4 Juta Bantu Pelaku UMK Bertahan di Tengah Pandemi

    Kepala Negara berharap agar situasi pandemi ini dihadapi dengan semangat dan kerja keras pantang menyerah. Selengkapnya

    Insentif Pemerintah Dukung Pasar Modal Bertahan di Tengah Pandemi

    Sebelum pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, pelaku pasar masih memiliki optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi seiring terjad Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA