FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 12-2020

    821

    Meski Vaksin Sudah Tiba, Pemerintah Ajak Masyarakat Untuk Disiplin Terapkan 3M

    Kategori KPCPEN | Yusuf

    Jakarta, Kominfo - Kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) menjadi bagian penting dalam pengendalian dan mengakhiri pandemi. Bahkan, perlu dilakukan secara bersamaan dengan langkah 3T (Testing, Tracing, Treatment), serta penguatan perawatan di Rumah Sakit dan vaksinasi.

    Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers Kedatangan Vaksin Covid-19 di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (07/12/2020).

    Dalam penjelasannya Budi mengatakan bahwa selain 3M dan 3T, vaksin juga merupakan salah satu dari tiga strategi World Health Organization (WHO) untuk menangani pandemi.

    “Yang pertama adalah perubahan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) dan 3T (tracing, testing, dan treatment), yang kedua adalah perawatan di Rumah Sakit atau therapheutic bagi yang sudah sakit, yang ketiga adalah strategi vaksinasi untuk orang-orang yang masih sehat,” tutrnya.

    Oleh karena itu, kata Budi, seluruh masyarakat perlu memahami ketiga hal ini harus dilakukan secara bersamaan, tidak bisa hanya salah satu.

    “Kita harus melakukan 3M, 3T, meningkatkan kemampuan perawatan RS kita dan mendapatkan vaksin untuk disuntikkan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kedatangan Vaksin Bertahap

    Menyoal kedatangan vaksin, Budi mengatakan akan dilakukan secara bertahap dan saat ini sudah ada 1,2 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi yang telah tiba di Indonesia. Ia melanjutkkan, pada bulan Desember ini, pemerintah tengah berupaya mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi, serta  ditambah 15 dosis juta dalam bentuk bahan baku curah.

    “Kemudian akan ada 30 juta dosis bahan baku vaksin akan tiba Januari 2021, yang nantinya akan diproses menjadi 24 juta vaksin jadi oleh PT. Bio Farma yang akan jadi pada bulan setelahnya,” paparnya.

    Lebih lanjut, Budi menyatakan, pemerintah Indonesia juga telah memberikan konfirmasi kepada GAVI sebagai penyedia vaksin untuk berpartisipasi, membuka akses untuk 20% dari populasi rakyat Indonesia agar bisa mendapatkan vaksin dengan harga yang baik melalui kerja sama multilateral dengan WHO.

    “Konfirmasi itu diberikan tepatnya pada 7 Desember 2020. Walau vaksin sudah mulai tiba, proses dimulainya vaksinasi akan dilakukan setelah izin penggunaan dikeluarkan oleh Badan POM,” jelasnya.

    Budi menambahkan, guna menangani pandemi Covid-19, pemerintah berupaya menangani pandemi Covid-19 dengan mempertimbangkan sisi kesehatan dan perekonomian secara bersamaan. Menurutnya, sektor kesehatan merupakan kunci utama dari pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, sebagai langkah percepatan, penanganan Covid-19, serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional, pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

    Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional.

    “Yang dilakukan di satgas PEN tidak mungkin berhasil selama kesehatan belum pulih kembali. Program PEN membantu mengganjal agar selama di sektor kesehatan belum pulih, masyarakat masih bisa hidup dengan kecukupan,” imbuhnya.

    Budi mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional. Pemerintah, lanjutnya, membutuhkan partisipasi dari masyarakat untuk bersama-sama menangani pandemi.

    “Ini bukan sesuatu yang sifatnya eksklusif, ini harus merupakan sesuatu sifatnya inklusif dan tidak mungkin berhasil sebagai program pemerintah semata. Ini akan berhasil jika kita melihatnya sebagai gerakan dari seluruh masyarakat Indonesia,” paparnya.

    Imbau Masyarakat Untuk Waspada

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengingatkan bahwa kedisiplinan 3M juga harus dijalani meski nantinya masyarakat divaksinasi. Sebab, menurutnya kunci utama dalam mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan 3M atau mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak.

    “Disiplin protokol kesehatan adalah hal mutlak yang harus menjadi perhatian bagi segenap elemen masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19,” jelasnya.

    Doni Monardo Satgas Covid-19

    Lebih lanjut, Doni menegaskan meski sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 telah datang ke Indonesia, namun masyarakat harus memperketat protokol kesehatan dan mewaspadai kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan di bulan Desember ini. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak larut dalam euforia kemudian mengabaikan protokol kesehatan.

    "Meski sudah ada vaksin, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Bapak presiden menggarisbawahi pentingnya 3M dan 3T," jelasnya.

    Di samping itu, kata Doni, olahraga secara teratur, menjaga pola makan, mengatur waktu tidur dan menjaga emosional juga wajib dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

    "Kita juga harus meningkatkan imunitas tubuh kita dengan cara olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, tidak boleh begadang, minimal kita harus tidur selama enam jam," ucapnya.

    Dalam perbincangan, Doni juga meminta warga untuk tetap di rumah saja selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Hal ini dilakukan demi menekan penyebaran pandemi Covid-19

    “Kita harus waspadai tahapan pemungutan suara Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 sampai proses penyelesaian sengketa di MK yang terjadwal hingga tanggal 26 Desember. Kemudian aktivitas pada cuti bersama Libur Natal dari tanggal 24 -27 Desember 2020.  Lalu, cuti bersama Libur Tahun Baru dari 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021,” kata Doni.

    Dijelaskan Doni, per awal pekan ini saja terjadi peningkatan tren kasus aktif sebesar 2,29% yang dipicu libur panjang pada akhir Oktober dan aktivitas kerumunan dalam jumlah besar di awal dan pertengahan November lalu. Ia menilai, pada tanggal-tanggal kritis tersebut, disiplin protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan) sangat penting untuk diutamakan.

    “Pelajaran peningkatan angka kasus pasca liburan panjang menjadi hal penting untuk kita perhatikan bersama agar tidak terulang di titik-titik kritis tersebut,” tandasnya. (hm.ys)

    Berita Terkait

    SOROTAN MEDIA