FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 03-2021

    264

    Menkeu: Perekonomian Nasional Bertahap Membaik

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003
    Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan tas di rumah produksi, Kampung Babakan Nangka, Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong Kabupatean Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021). Dalam rangka mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank Indonesia menempuh langkah kebijakan salah satunya melalui UMKM yaitu memperpanjang perluasan akseptasi QRIS 12 juta merchant dengan kolaborasi bersama PJSP, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah, mendorong kolaborasi e-commerce, UMKM, dan Pemerintah untuk memperkuat daya saing produk UMKM domestik baik untuk penjualan dalam negeri maupun ekspor, serta memperpanjang MDR QRIS 0 persen. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Keuangan Mulyani Indrawati menyatakan perekonomian nasional secara bertahap mulai membaik. Bahkan, Menkeu berharap trend yang membaik ini terus terjadi di tahun 2021.

    "Arah pemulihan ini akan terus di dorong lebih cepat di 2021 melalui APBN yang tetap countercyclical, program vaksinasi yang efektif, dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diperkuat," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan secara virtual, dari Jakarta, Kamis (04/03/2021).

    Menurut Menteri Sri Mulyani, konsumsi rumah tangga juga diperkirakan terus meningkat karena menunjukan arah perbaikan yang tercermin dari perbaikan penerimaan PPN Dalam Negeri bruto.

    Selain itu, lanjut Menkeu, program perlindungan sosial Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) efektif menahan penurunan konsumsi rumah tangga dan tingkat kemiskinan.

    "Sekarang kita tentu berharap bahwa bantuan sosial, plus confidence dari konsumen dengan adanya vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan akan bisa memacu kembali konsumsi rumah tangga," ujar Menkeu.

    Menkeu mengatakan program  PEN menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2021 dan juga penanganan COVID-19.

    Menkeu pun mengaku optimistis dengan pemulihan ekonomi pada tahun 2021. Menurut dia, berbagai indikator global menunjukan adanya optimisme perbaikan perekonomian dari dampak pandemi Covid-19.

    Ia menyebutkan, perbaikan perekonomian global sudah muncul sejak semester II tahun lalu. Setelah adanya gejolak akibat pandemi pada awal 2020, berbagai indikator seperti harga komoditas sampai aliran modal asing kini mulai membaik.

    "Dari sisi capital flow ke negara-negara berkembang, volatilitas indeks sudah kembali. Baltic dry index untuk kegiatan perdagangan antar dunia dan harga komoditas sudah menunjukan perbaikan," katanya.

    Saat ini, lanjut Menkeu, para pelaku pasar telah lebih siap dalam menghadapi tantangan akibat pandemi yang telah berlangsung setahun terakhir. Hal ini tentunya membuat ketidakpastian yang sempat muncul mulai berangsur kembali ke level normal.

    "Kita menghadapi kondisi yang relatif sekarang market memahami tantangan covid meskipun masih tidak pasti dan menimbulkan banyak sekali uncertainty namun paling tidak mereka sudah behaviour-nya relatif sudah melihat risikonya, sehingga mereka stabil dan kembali ke level yang relatif normal," ungkapnya.

    Berita Terkait

    Menparekraf: Banyak Perempuan Manfaatkan Internet untuk Jualan selama Pandemi

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan potensi ekonomi digit Selengkapnya

    Menkes: Tetap Taati Protokol Kesehatan dan Aturan PPKM Mikro

    Terjadinya lonjakan kasus di India di saat program vaksinasi mereka sukses dan kasus yang sebelumnya telah menurun drastis disinyalir terjad Selengkapnya

    Presiden: Perencanaan Bukan Sekadar Membangun Bangunan

    Presiden memandang bahwa perencanaan harus mempertimbangkan budaya masyarakat, sejarah, struktur ekonomi masyarakat, dan banyak aspek lainny Selengkapnya

    Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Perlu Peran Strategis Marketplace

    Pemerintah saat ini memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA