FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    09 03-2021

    756

    Ruang Digital Bersih dan Sehat, Sukseskan Vaksinasi Covid-19

    Kategori Berita Kominfo | doni003

    Jakarta, Kominfo - Masyarakat dapat mewujudkan ruang digital yang bersih. Sehingga, berpengaruh positif terhadap pola pikir dalam mendukung penyelenggaraan vaksinasi nasional Covid-19 yang tengah dilakukan pemerintah saat ini.

    "Mohon memberikan partisipasi aktif terkait dengan arus informasi vaksin ini. Kami harapkan bisa bersama-sama menghadirkan ruang digital yang bersih dan sehat," ujar Juru Bicara Menteri Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi dalam Webinar Vaksin Untuk Negeri, dari Jakarta, Selasa (09/03/2021).

    Menurut Jubir Dedy Permadi, ruang digital yang bersih dapat membuat masyarakat mendukung program vaksinasi. Bahkan, ada indikasi penerimaan publik terhadap vaksin semakin meningkat dari waktu ke waktu ketika ruang digital dalam negeri bersih dan sehat.

    "Dengan konsisten ruang digital bersih dan sehat, maka akan berpotensi juga membuat wabah global yang merebak di dalam negeri berlalu. Salah satu cara utama untuk kita segera keluar dari pandemi Covid-19. Kalau tidak ada vaksin kita makin lama lagi berlama-lama dengan virus berbahaya ini," jelasnya.

    Jubir Kementerian Kominfo menegaskan saat ini Pemerintah berupaya memerangi ancaman dari informasi yang tidak benar atau hoaks yang rawan menyerang masyarakat di ruang digital. Berdasarkan data Kementerian Kominfo, terdapat sebaran isu hoaks dalam aplikasi Facebook dengan jumlah sebaran mencapai 2.117 konten. Adapun di Twitter sebanyak 496 konten hoaks, YouTube jumlah sebaran mencapai 49 konten hoaks, dan Instagram sebanyak 24 konten hoaks.

    "Total 2.686 hoaks itu dan sebanyak 2.348 sudah dilakukan take down," tegasnya.

    Jubir Dedy Permadi menyatakan Pemerintah telah menyediakan beragam jenis kanal komunikasi, sebagai rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi benar terkait penanganan wabah global Covid-19. Dengan begitu, masyarakat bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi tersebut menggunakan gawai yang dimilikinya.

    "Pemerintah sudah disediakan untuk masyarakat. Jadi kalau masyarakat ingin mendapatkan informasi informasi terpercaya maka datanglah ke kanal-kanal tersebut," imbuhnya.

    Kanal yang disediakan antara lain website resmi Komite Penanganan Covid dan Pemilihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan situs lawancovid.go.id. Lalu ada website yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan yang dapat dirujuk sebagai sumber informasi terkait pandemi.

    Pemerintah juga sediakan fasilitas chatbot yang dimiliki oleh pemerintah, sehingga masyarakat mengetahui berbagai informasi yang ada. Melalui aplikasi WhatsApp yang dapat diakses oleh masyarakat sewaktu-waktu.

    Ada juga call center 119 yang tidak dikenakan biaya dengan tujuan melayani setiap pertanyaan masyarakat terkait wabah global tersebut. Bahkan melalui medium seperti billboard juga digunakan sarana sosialisasi oleh Pemerintah.

    "Terakhir, pemerintah juga membuat akun di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twiiter, dan Tik-Tok," ungkap Jubir Kementerian Kominfo.

    Berita Terkait

    Menkominfo: Pemerintah Segerakan Vaksinasi Ibu Hamil

    Pemerintah memastikan ibu hamil mendapatkan proteksi lebih agar terhindar dari risiko terpapar dan kematian akibat COVID-19. Upaya tersebut Selengkapnya

    Menkominfo Dampingi Menko Perekonomian Sambut Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap ke-13

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, menyaksikan kedatangan t Selengkapnya

    Awas Hoaks! Pesan Berantai Ledakan Kasus Covid-19 di Klaten

    Telah beredar pesan berantai WhatsApp yang menyebutkan bahwa beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan jumla Selengkapnya

    Awas Disinformasi! Suplemen Dapat Netralkan Vaksin Covid-19

    Beredar artikel yang mengklaim sejumlah suplemen dapat menetralkan vaksin Covid-19. Artikel tersebut mengklaim bahwa mengkonsumsi yodium, se Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA