Kominfo Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Hak Kekayaan Intelektual
Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Selengkapnya
Jakarta, Kominfo – Sebuah tangkapan layar beredar di jejaring media sosial. Isinya dikaitkan dengan berita di media Kompas.com yang seolah-olah merilis pernyataan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono. Bahkan disertai judul "Argo Yuwono: Salah satu pelaku bom Gereja Katedral Makassar, adalah eks anggota intel yang telah dipecat". Tangkapan layar yang sama juga menampilkan foto pelaku bom bunuh diri di Makassar yang diklaim sebagai mantan anggota Intelijen Polisi.
Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika dilakukan menemukan fakta klaim itu tidak benar. Pelaku bom bunuh diri di Makassar kemarin merupakan sepasang suami istri yang diketahui anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga terlibat dalam pengeboman di Jolo, Filipina Selatan, pada 2019.
Adapun dari hasil penelusuran, diketahui bahwa tidak ditemukan judul artikel Media Kompas.com yang sesuai dengan hasil tangkapan layar yang beredar tersebut, dapat dipastikan bahwa tangkapan layar tersebut merupakan hasil digital editing.
Berikut laporan isu hoaks, disinformasi dan misinformasi yang telah diidentifikasi oleh Tim AIS Kementerian Kominfo, Minggu (04/04/2021):
Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Selengkapnya
Beredar pesan melalui aplikasi pesan WhatsApp berisi informasi BBM akan mengalami kelangkaan imbas kebakaran yang terjadi di Kilang Balongan Selengkapnya
Beredar pesan dalam platform media sosial yang diklaim sebagai informasi terbaru dari Kerajaan Arab Saudi. Konon, pesan itu merujuk pada pe Selengkapnya
Sebuah infografis beredar melalui jejaring di media online. Dalam infografis itu disebutkan pendaftaran karyawan PLN yang telah dibuka pada Selengkapnya