FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 04-2021

    78

    Menteri Johnny: Perpanjangan Peluncuran SATRIA 1 Hemat Biaya

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Jakarta, Kominfo - Pemerintah Indonesia berhasil mengajukan permohonan perpanjangan masa waktu penggunaan filing PSN-146E dalam Sidang Radio Regulation Board (RRB) International Telecommunication Union (ITU).

    Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate perpanjangan peluncuran Satelit Republik Indonesia I (SATRIA I) itu telah menghemat pembiayaan.

    "Ini memberikan semacam menghindari biaya yang tidak perlu, atau penghematan atas investasi dari operator seluler. Atau biaya yang tidak perlu dikeluarkan sekitar USD9 juta karena tidak perlu menempatkan floater," ujar Menteri Johnny dalam Konferensi Pers  Keberhasilan Indonesia Mengamankan Slot Orbit 146 Bujur Timur untuk Satelit SMF SATRIA pada RRB ITU, dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (06/04/2021).

    Mengenai alasan tidak perlu menempatkan floater karena ijin untuk penempatan satelit di slot orbit telah disetujui sampai dengan 31 Oktober 2023. 

    "Jadwal itu sejalan dengan proses produksi yang akan dilakukan di pabrik pembuat satelit atau di Thales Alenia Space, jadi tidak ada waktu jedanya," jelas Menkominfo.

    Menurut Menteri Johnny, keputusan RRB ITU memberikan jangka waktu penempatan satelit tidak sampai dengan tanggal 31 Oktober 2020, atau tujuh (7) bulan lebih awal.

    "Untuk mempertahankan jangka waktu sehingga satelit tetap bisa digunakan atau diluncurkan pada tanggal 31 Oktober 2023 nanti, tujuh bulan itu penyelenggara satelit atau operator satelit biasanya meletakkan floater supaya semacam untuk menjaga slot orbitnya," ujarnya.

    Menkominfo menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia meminta penambahan jadwal slot orbit, karena pada umumnya terjadi proses sindikasi pembiayaan dan proses produksi yang mengalami penundaan.

    "Sehingga hal yang normal dimana negara-negara yang akan meletakkan satelit di orbit untuk minta jadwalnya disesuaikan dengan jadwal produksi," ujarnya.

    Hal yang sama juga terjadi pada proyek SATRIA I, termasuk salah satu kendala utama adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 lalu. 

    "Sehingga proses pembahasan, pembicaraan, negosiasi-negosiasi di sindikasi internasional juga mengalami kendala. Sehingga perlu dicarikan jalan bagaimana caranya agar jadwal peluncuran satelit dan Commercial  Operation Date-nya satelit tidak terganggu," jelas Menteri Johnny.

    Menkominfo menegaskan komitmen pemerintah untuk proses produksi tetap dimulai dengan dilakukannya pertemuan antara PSN dan Thales Alenia Space pada 3 September 2020 lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan perjanjian Preliminery Working Agreement (PWA) sebagai bukti proses produksi tetap berjalan.

    Berita Terkait

    [Berita Foto] Menteri Johnny Terima Kunjungan Dubes Kerajaan Arab Saudi

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi H.E. Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, di Rumah D Selengkapnya

    Menteri Johnny Dukung Kampanye Privasi Data dan Cegah Hoaks Covid-19 di 12 Kota

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendukung kampanye privasi data dan pencegahan hoaks mengenai pandemi Covid-19 di 12 kota Selengkapnya

    Menteri Johnny: Sambut Idulfitri dengan Silaturahmi Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, Idulfitri merupakan hari suci yang penuh suka cita bagi umat Islam, setelah s Selengkapnya

    Menteri Johnny Akan Luncurkan Modul Literasi Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan 4 modul literasi digital. Peluncuran secara resmi dilakukan oleh Menkominfo Johnny G. Pla Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA