FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    01 05-2021

    113

    May Day 2021, Momentum Pulih Bersama Melawan Covid-19

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bekasi, Kominfo - Pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2021, Kementerian Ketenagakerjaan mengampanyekan tema May Day: Recover Together. Tema ini mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) dan para pengusaha untuk menjadikan May Day 2021 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan persaudaraan, sebagai upaya bersama dalam melawan Covid-19.

    “May Day tahun ini harus kita maknai sebagai perayaan atas harapan, untuk kita sama-sama membangun Indonesia ke arah yang menggembirakan, ke arah yang lebih baik meskipun masih dalam pandemi Covid-19,” kata Menaker Ida pada acara May Day di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK)  Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (01/05/2021). 

    Menaker Ida mengatakan, pandemi Covid-19 telah berimbas sangat besar baik, dari segi kesehatan maupun perekonomian nasional. Tidak sedikit perusahaan atau industri yang terkena guncangan ekonomi dan berakibat ada yang bertahan, namun ada juga yang terpuruk, mengakibatkan tingkat pengangguran dan kemiskinan bertambah. 

    Meskipun demikian, ia meminta semua pihak agar tetap menjaga sikap optimismenya. Menurutnya, optimistis sangat penting dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, sambungnya, kreativitas dan inovasi juga harus terus dilakukan di semua sektor untuk bangkit dari keterpurukan. Hal ini sangat penting guna mengakhiri tekanan berat bangsa agar kehidupan dapat berjalan normal. 

    “Memang ini merupakan tugas berat pemerintah saat ini, namun jika secara bersama-sama seluruh elemen bangsa melakukan tindakan nyata, maka beban ini secara perlahan-perlahan dapat dilampaui. Kita bisa pulih bersama,” kata Menaker Ida. 

    Dikatakan Menaker Ida, ada banyak inisiatif yang diambil Kemnaker dalam hal meningkatkan kesejahteraan pekerja. Di antaranya adalah Bantuan Subsidi Upah atau BSU, yang diberikan Pemerintah kepada pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. 

    Selain itu, berbagai program penangangan dampak pandemi Covid-19 yang sudah, sedang, dan terus dilakukan antara lain Pelatihan vokasi dengan metode blended training, pemagangan di industri, pelatihan peningkatan produktivitas bagi tenaga kerja, sertifikasi kompetensi, penempatan tenaga kerja dalam negeri, penempatan tenaga kerja luar negeri, pelatihan wirausaha baru, Inkubasi bisnis, padat karya, dan gerakan pekerja sehat.

    Inisiatif berikutnya adalah kebijakan pemberian THR Keagamaan kepada para pekerja/buruh. Saya berharap stimulus ini akan menggerakkan konsumsi masyarakat, yang ujung-ujungnya berdampak bagus bagi kinerja perusahaan. 

    “Kita tidak akan berhenti di sini. Inisiatif lainnya akan terus saya dorong untuk segera dilaksanakan. May Day tahun ini menjadi istimewa karena ini adalah perayaan atas harapan, “ kata Menaker Ida 

    Dalam rangkaian perayaan May Day tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan mengadakan sejumlah kegiatan positif berupa pemberian vaksin Covid-19 terhadap 800 orang pekerja, menyerahan bantuan kepada pekerja/buruh ter-PHK yang survive dalam masa pandemi Covid-19, menyerahkan paket sembako kepada pekerja/buruh di 34 provinsi, serta memberian penghargaan dan plakat kepada perusahaan yang tetap bertahan dan mampu melakukan berbagai penyesuaian pada masa pandemi Covid-19. 

    Kegiatan Kemnaker lainnya, yakni memberikan paket lebaran kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendukung non medis yang bekerja di Wisma Atlet, Jakarta. Pemberian tersebut sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, sehingga dapat memberikan motivasi untuk tetap bertahan dan semangat menjalankan tugas mulia merawat masyarakat kita yang terinfeksi Covid-19.

    Gandeng Serikat Pekerja dan Pengusaha

    Menaker Ida Fauziyah, mengatakan, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada tahun 2021 dirayakan dalam suasana berbeda, yakni merupakan perayaan May Day tahun kedua di tengah situasi pandemi Covid-19.

    "Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman pekerja/buruh melaksanakan May Day dalam bentuk yang berbeda. Masih ada teman-teman yang merayakan dengan turun di jalan,  tapi banyak temen-teman SP/SB yang merayakan dengan kegiatan sosial," katanya.

    Menurut Menaker Ida, May Day adalah waktu mengekpresikan kegembiraan dan mengekspresikan nilai-nilai perjuangan buruh. Pemerintah tak pernah melarang seluruh kegiatan perayaan May Day tersebut, namun mengingatkan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

    Tema peringatan May Day : Recover Together” pada intinya sebagai momentum bersama untuk memperkuat sinergi dalam masa pemulihan ekonomi dan pemulihan kesehatan di negara Indonesia, dengan harapan Indonesia semakin baik, bangkit dari Covid-19.

    "Recover together tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, pemerintah membutuhkan kerja sama untuk recovery bersama-sama teman pengusaha yang didukung dari pekerja/buruh," ujar Menaker Ida.

    Dalam peringatan May Day tahun 2021 ini, Kemnaker bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan bantuan kepada 18.000  pekerja/buruh terdampak Covid-19 yang disalurkan  di 34 provinsi.

    "Kami juga akan mulai vaksin kepada pimpinan konfederasi SP/SB dan dilanjutkan kepada Kadin bersama Apindo melakukan vaksin gotong royong dimulai pada Mei 2021," ujar Menaker Ida Fauziyah.

    Perayaan May Day 2021 ini, lanjut Menaker Ida Fauziyah, juga akan memberikan bantuan tali asih (paket lebaran) kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendukung non medis yang bekerja di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

    "Mereka merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan terhadap saudara-saudara kita yang mengalami Covid-19. Kami ingin semua sepakat bangkit atau recovery bersama-sama. InsyaAllah, kebersamaan ini mampu melampaui Covid-19 ini dengan baik, " ujarnya.

    Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita, mengatakan, dengan kegiatan bersama peringatan May Day 2021 ini, pihak memberikan respek dan simpati kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan di masa pandemi. Terutama kepada buruh yang kehilangan pekerja akibat pandemi COVIS-19.

    "Kita berharap bisa bangkit bersama-sama dan ini adalah apresiasi kami atas nama KSBSI dan teman-teman pekerja/buruh bahwa pandemi ini harus bersama-sama menghadapinya serta bagaimana keberlangsungan bisnis berjalan dan terjaga iklim ketenagakerjaan," kata Elly Rosita.

    Meski tidak turun ke jalan merayakan May Day tahun 2021 dan merayakan secara besar-besaran, Elly Rosita menambahkan bersama teman-teman pekerja, pihaknya merayakan May Day 2021 secara khidmat dengan berbagai kegiatan bakti sosial.

    "Dengan demikian, kami juga telah membantu pemerintah mengeliminir dengan cara menahan diri secara dengan jumlah banyak turun ke jalan," ujarnya.

    Sementara Ketua Umum APINDO, Haryadi B. Sukamdani, mengatakan, di situasi sulit saat ini, seluruh pihak harus mampu bekerja sama dan berkolaborasi untuk menghadapi kondisi buruk sekarang ini. Karena hampir seluruh sektor dunia usaha terdampak Covid-19.

    "Perkiraan kami ada 30 persen lapangan kerja formal menyusut akibat kondisi saat ini. Tapi kami melihat di sisi lain ada secercah harapan sebab di tahun 2020 sudah mulai rebound, mulai ada trend naik penyerapan tenaga kerja," kata Haryadi.

    Berita Terkait

    Waspadai Peningkatan Kasus Penularan Covid-19 di Daerah

    Sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi, kabupaten, atau kota, kepala daerah harus tetap memantau dinamika penyebaran Covid-19 dan j Selengkapnya

    Jaga Momentum Positif Pengendalian Pandemi

    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk menangguhkan niat untuk mudik ke kampung halaman pada momen Idulfitri tahun ini. Selengkapnya

    Hannover Messe 2021 Momentum Indonesia Tunjukkan Kemampuan Menuju Industri 4.0

    Partisipasi Indonesia sebagai official partner country Hannover Messe 2021: Digital Edition akan memberikan manfaat luar biasa, terutama bag Selengkapnya

    Targetkan Tuntas 2 April, Pemerintah Susun 51 Peraturan Pelaksana Cipta Kerja

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan kementerian dan lembaga bekerja sama untuk menyelesai Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA