FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 05-2021

    185

    Ketua Satgas: Peniadaan Mudik, Keputusan Tepat Tangkal Pandemi

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003
    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Menkominfo Johnny G. Plate dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) "Jaga Keluarga, Tidak Mudik", yang digelar virtual dari Media Center Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (05/05/2021). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menegaskan kebijakan ini sebagai langkah tepat dan bijaksana guna mencegah meningkatnya laju penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

    "Keputusan Pemerintah untuk peniadaan mudik ini bukan hanya tepat, tapi sangat tepat," tegas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) "Jaga Keluarga, Tidak Mudik", yang digelar virtual dari Media Center Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (05/05/2021).

    Kepala BNPB mengingatkan bahwa setiap libur panjang selalu diiringi peningkatan kasus yang tajam. Mulai dari libur Lebaran tahun lalu, libur agustus hingga libur Natal dan Tahun Baru.

    "Berkaca pada perjalanan kita sudah setahun lebih menghadapi Covid-19, setiap libur panjang pasti akan diikuti dengan kenaikan kasus aktif dan diikuti dengan bertambahnya angka kematian," jelas dia.

    Angka peningkatanya bervariasi antara 46 persen sampai dengan 75 persen angka kematian. Sedangkan peningkatan angka kasus aktif dari 70 persen hingga 119 persen.

    "Ini sangat tinggi sekali. Setiap habis libur panjang diikuti dengan kenaikan kasus aktif," papar dia.

    Doni Monardo menyatakan, kenaikan ini mengakibatkan bertambahnya jumlah pasien di rumah sakit. Bahkan ruang perawatan, ICU dan isolasi lebih dari 80 persen. "Bahkan pada periode januari lalu, beberapa provinsi telah mencapai lebih dari 100 persen. Sehingga pasien harus dibawa ke luar provinsi," jelas Doni.

    Menurut Kepala BNPB, ini mengakibatkan angka kematian menjadi sangat tinggi yakni sekitar 250 kematian perhari. Bahkan tenaga medis yang merawat pasien pun menjadi korban akibat terpapar Covid-19.

    Oleh karena itu, Doni menyatakan bahwa larangan mudik ini adalah pilihan yang sangat strategis. Menurut Doni, ini merupakan keputusan politik negara, yakni kepala negara Presiden Joko Widodo. Tidak boleh ada satu pun pejabat yang berbeda narasi terkait larangan mudik.

    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 berharap seluruh pejabat di daerah bisa melakukan sosialisasi terkait kebijakan ketiadaan mudik ini.v"Lebih baik hari ini kita lelah, kita dianggap cerewet, daripada korban Covid-19 berderet- deret, karena sudah tidak ada lagi pilihan lain," terang Doni.

    Diskusi Media juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dan Kabaharkam Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto.

    Berita Terkait

    Presiden Kecam Aksi Pengusiran dan Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina

    Presiden Joko Widodo mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan atas pelanggaran yang kerap dilakukan Israel. Selengkapnya

    Antisipasi Kepulangan Pekerja Migran Indonesia

    Penanganan para pekerja migran Indonesia yang pulang harus dilakukan dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat, antara lain denga Selengkapnya

    Terapkan Peniadaan Mudik, Pemerintah Harapkan Dukungan Pemda

    Pemerintah melarang aktivitas mudik selama periode Ramadhan-Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku A Selengkapnya

    Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

    Pertumbuhan ekonomi untuk mencapai Visi Indonesia Maju mengalami tantangan yang cukup berat di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Cov Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA