FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 06-2021

    103

    Rintisan Operasional 5G di 8 Kota, Menkominfo: Pertimbangan Kesiapan Ekosistem

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Surakarta, Kominfo - Pemerintah telah menetapkan wilayah Jabodetabek dan 8 kota lain untuk dimulainya implementasi teknologi 5G Telkomsel. Rintisan operasional layanan 5G yang dilakukan Telkomsel akan mencakup Kota Medan, Batam, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Denpasar, Makassar dan Surakarta.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, pemilihan Kota Surakarta serta 7 lokasi lain sebagai kota rintisan implementasi teknologi 5G dilatari pertimbangan peluang komersialisasi dan kesiapan ekosistem. 

    "Memilih Surakarta tentu ada pertimbangan-pertimbangan komersial, tidak saja pertimbangan-pertimbangan seperti tadi, dan dalam implementasi 5G pertimbangan komersial tentu menjadi yang sangat penting," jelasnya dalam Peresmian 5G Telkomsel, di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (03/06/2021).

    Menkominfo menyatakan bersama operator seluler PT. Telkomsel sebagai yang pertama menerapkan 5G, Pemerintah mempertahankan Surakarta dan beberapa kota lain juga dilihat dari aspek komersial.

    "Tentu keprintisan kota Surakarta tidak saja di 5G, tidak saja di satu game changer untuk telekomunikasi dan transformasi digital indonesia. Tapi surakarta memang sudah terkenal sebagai kota perintis, mulai dari awal olahraga, pers dan banyak gagasan-gagasan pemerintahan juga muncul dari kota ini," paparnya.

    Konsistensi Kebijakan

    Menteri Johnny menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tetap konsisten dengan kebijakan yang dilakukan. Hal itu berawal dari arahan Presiden Joko Widodo yang salah satunya memastikan pembangunan Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjangkau seluruh wilayah tanah air.

    "Secara spesifik Bapak Presiden menyampaikan no one is stay and left behind, jadi kita membangun keseluruhan," ujarnya.

    Menurut Menkominfo, Pemerintah akan meneruskan fondasi transformasi digital Indonesia berbasis dan bertumpuh pada tulang punggungnya, yaitu jaringan 4G yang merata di seluruh Indonesia. Namun Menkominfo juga menegaskan untuk tidak membenturkan antara pembangunan infrastruktur teknologi 4G dan 5G.

    "4G tetap menjadi tulang punggung transformasi digital nasional kita. Karenanya deploy ICT infrastruktur di wilayah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal), dilakukan oleh Kominfo melalui BLU (Badan Layanan Umum) BAKTI Kominfo, dan bagi wilayah-wilayah tanah air di wilayah komersial atau non 3T yang belum tersedia 4G signal coverage, menjadi tugas operator seluler," jelasnya.

    Menteri Johnny mengingatkan kepada operator seluler untuk memastikan dan menyelesaikan pembangunan dan menghadirkan BTS 4G di seluruh desa dan kelurahan di wilayah komersial, dengan harapan di tahun 2022 secara keseluruhan akan terkoneksi dengan jaringan internet.

    "Dengan demikian, hari ini (peresmian 5G di Surakarta), dan sudah dimulai sejak 27 Mei yang lalu kita akan melaksanakan simultan operation, koeksis antara 4G dan 5G" tandasnya.

    Menkominfo berharap operasi simultan antara 4G dan 5G tidak disalahpahami dengan berbagai pertanyaan bahwa untuk apa memulai 5G, jika 4G saja belum selesai atau kecepatan internet yang masih lemot.

    "Kita pahami, kita ketahui itu, tetapi kita harus lakukan terobosan-terobosan. Dan terobosan yang dilakukan adalah koeksis 4G dan 5G. Teknologi 5G tidak dengan serta merta bisa kita gelar ke seluruh wilayah tanah air. Tetapi akan digelar sesuai ekosistem 5G. Karenanya deployment 5G akan dilakukan secara bertahap sesuai kematangan ekosistem di wilayah kerja 5G itu sendiri, khususnya di wilayah 9 kota perintis tadi," imbuhnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Menteri Johnny didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika; Ismail, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika; Ahmad Ramli, dan Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, dan juga hadir Anggota Komisi I DPR-RI Muhammad Farhan.

    Hadir juga Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa, Komisaris Utama PT. Telkomsel Wishnutama Kusubandolio, Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam, dan jajaran komisaris PT. Telkomsel.

    Berita Terkait

    Antisipasi Dampak Kesehatan dan Sosial, Menkominfo: Pemerintah Alokasikan Rp744,75 Triliun

    Pemerintah telah mengalokasikan APBN sebesar Rp744,75 triliun dari sebelumnya Rp699,43 triliun untuk mengantisipasi dampak kesehatan dan sos Selengkapnya

    Ciptakan Ruang Digital Kondusif, Kominfo Terapkan Strategi Hulu ke Hilir

    Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menyatakan strategi literasi digital dapat dilakukan secara kolabora Selengkapnya

    Menteri Johnny Akan Pimpin Pemakaman Mantan Menteri Penerangan Harmoko

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dijadwalkan menjadi Inspektur Upacara dalam pemakaman jenazah Mantan Menteri Penerangan H Selengkapnya

    20 Ribu Pelatihan Digital Tingkat Dasar, Menkominfo: Gratis untuk Rakyat!

    Pemerintah melaksanakan 20 ribu pelatihan literasi digital tingkat dasar dalam Program Gerakan Nasional Literasi Digital Tahun 2021. Menteri Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA