FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    28 07-2021

    506

    [DISINFORMASI] Bisnis Swab Palsu di Dalam Bus

    Kategori Hoaks | mth

    Penjelasan:

    Beredar di media sosial video yang memperlihatkan seorang wanita mengenakan pakaian hazmat berwarna putih dan berkerudung hitam membagikan surat hasil tes swab dan KTP kepada seluruh penumpang bus sembari menarik uang sebesar Rp. 90.000. Unggahan video tersebut dilengkapi dengan narasi, "Viral...Bisnis Hasil Swab Palsu di Dalam Bus, Rp90 Ribu Per Orang".

    Setelah ditelusuri, klaim yang mengatakan jika wanita tersebut menjual hasil swab palsu adalah tidak benar. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin mengonfirmasikan, kejadian yang terekam kamera penumpang itu terjadi di Rest Area KM 33 Jalan Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan pada Jumat, 23 Juli 2021 kemarin. Namun, Edwin mengatakan, video tersebut tidak menampilkan secara utuh kejadian yang sebenarnya pada hari itu. Selain itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto juga membantah isu tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa petugas berhazmat itu membagikan kartu kepada penumpang yang memang sudah menjalani tes swab antigen sebelum naik bus, bukan menjajakan kartu hasil tes palsu. Adapun kejadian sebenarnya adalah semua penumpang turun dari bus untuk rapid antigen. Sambil menunggu hasil rapid test, penumpang naik ke dalam bus. Setelah itu, petugas masuk ke bus dan memanggil nama-nama penumpang seraya membagikan hasil tes. Apabila ditemukan yang reaktif/positif, maka penumpang tersebut dipanggil dan diarahkan oleh petugas agar tidak melanjutkan perjalanan.

    KATEGORI: DISINFORMASI

    Link Counter:

     

    Berita Terkait

    [DISINFORMASI] Laboratorium Pfizer di Madrid Terbakar

    Selengkapnya

    [DISINFORMASI] Sertifikat Vaksin Tertua Dunia Era Turki Utsmani Tahun 1721 M

    Selengkapnya

    [DISINFORMASI] 176 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat pada 10 September 2021

    Selengkapnya

    [DISINFORMASI] Kematian Akibat Vaksin Covid-19 di Australia Mendorong Ketakutan Kelompok Anti-Vaksin

    Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA