FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    16 08-2021

    816

    MPR RI Dukung Penuh Kebijakan Penanganan Pandemi

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003
    Presiden dan Wakil Presiden RI Foto Bersama dengan Pimpinan MPR/DPR/DPD RI Dalam acara Sidang Tahunan MPR RI, sidang Bersama DPR/DPD RI dan Pidato Presiden mengenai RAPBN 2022 di Gedung Nusantara Komplek MPR/DPR/DPD RI, Senin (16/08/2021) - (BPMI)

    Jakarta, Kominfo - Ketua Majelis Permusyawaran Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah melalui sejumlah paket kebijakan dalam mengatasi pandemi Covid-19 serta dampaknya.

    Seluruh jajaran MPR RI juga sangat mendukung sepenuhnya program realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam bentuk program perlindungan sosial dengan beragam skema, mulai dari saluran refocusing anggaran kesehatan, realokasi dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) dan koperasi.

    "Tidak hanya itu, bantuan langsung tunai (BLT) dana Desa, insentif usaha serta potongan tarif listrik, yang merupakan langkah kebijakan yang tepat untuk menangani dampak ekonomi dan sosial akibat pada Covid-19," tutur Bambang Soesatyo saat membuka Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI)-Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), di Jakarta, Senin (16/08/2021).

    Bambang Soesatyo mengatakan saat ini bangsa Indonesia tengah diuji dengan badai pandemi Covid-9 yang berdampak luas terhadap berbagai dimensi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, tidak hanya masalah kesehatan manusia dan kemanusiaan tetapi lebih luas lagi terasa dampaknya dalam dinamika serta stabilitas kehidupan, ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya bahkan dalam bidang pertahanan dan keamanan negara.

    "Kita semua masyarakat Indonesia mendapatkan dampaknya baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan, namun dengan segala upaya serta kebijakan pemerintah yang saat ini dilakukan, sudah tepat rasanya kita memberikan apresiasi yang tinggi," katanya.

    Ketua MPR RI mengungkapkan, pandemi Covid-19 tidak hanya meruntuhkan sendi-sendi ekonomi, sosial dan budaya, tetapi secara nyata telah membuat kita semua kehilangan sahabat, kerabat, anak, istri, suami, orangtua dan sanak-saudara yang meninggal dunia akibat Covid-19.

    Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan, menjaga jarak, membatasi interaksi, serta melakukan vaksinasi untuk mencegah dan menurunkan tingkat persebaran, tingkat fatalitas dan kematian akibat Covid-19. 

    Pihaknya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia membangun kekuatan bersama, mendukung kebijakan pemerintah. Tidak ada lagi pengambilan paksa jenazah yang terkonfirmasi Covid-19, tidak ada lagi pemalsuan sertifikat vaksin dan test swab PCR, tidak ada lagi penimbunan obat, oksigen, dan peralatan kesehatan lainnya, serta tidak ada lagi narasi-narasi kontraproduktif yang mengganggu keprihatinan dan fokus kita bersama dalam menangani pandemi Covid-19

    Bambang Soesatyo menyatakan atas nama Pimpinan dan Anggota MPR menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah atas kerja keras, langkah dan kebijakan yang cepat dan tepat dalam rangka perlindungan terhadap seluruh warga negara Indonesia sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak konstitusional seluruh warga negara Indonesia.

    "Secara khusus kami juga menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas Penanganan COVID-19, para tenaga kesehatan dan relawan, jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia serta pihak lainnya yang telah berkontribusi dalam upaya pengendalian dan penanganan COVID-19," pungkasnya.

    Ketua MPR RI secara resmi membuka Sidang Paripurna dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Agendanya sidang paripurna untuk  mendengarkan pidato Presiden penyampaian laporan kinerja lembaga negara dan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia.

    "Dengan ucapkan bismillahirrohmanirrohim sidang paripurna dalam rangka sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD dengan agenda mendengarkan pidato Presiden penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan peringatan hari ulang tahun ke-76 kemerdekaan Republik Indonesia kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum," katanya.

    Anggota MPR yang hadir secara virtual diantaranya para duta besar negara sahabat, para menteri kabinet Indonesia maju, Panglima TNI dan Kapolri. Kemudian seluruh masyarakat diaspora Indonesia para insan pers media cetak dan elektronik dalam dan luar negeri para undangan serta teristimewa seluruh rakyat Indonesia.

    Sebagai catatan daftar hadir saat ini adalah 363 anggota dari 311 anggota MPR DPR DPD baik yang diundang hadir secara fisik maupun secara virtual dan telah menandatangani daftar hadir. Berdasarkan ketentuan pasal 66 ayat 5 peraturan tata tertib MPR dan pasal 281 ayat 1 dan pasal 24 ayat 5 peraturan tata tertib DPR serta pasal 26 1 ayat 5 peraturan tata tertib DPD DPD sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka.

    "Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta'ala Tuhan yang maha esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-nya kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan tugas konstitusional kita masing-masing melaksanakan pengabdian kita kepada masyarakat bangsa dan negara," ajak Ketua MPR.

    Rasa syukur yang mendalam, lanjutnya juga patut dipersembahkan di tengah keprihatinan bersama menghadapi pandemi Covid-19 kita masih dapat melaksanakan agenda penting kenegaraan yaitu sidang tahunan MPR sekaligus wahana untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara sebagai pelaksana kedaulatan rakyat.

    "Untuk itu izinkan kami selaku pimpinan dan anggota MPR DPR dan DPD menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara Presiden Republik Indonesia Bapak insinyur Haji Joko Widodo saudara wakil Presiden Republik Indonesia Bapak profesor doktor kyai Haji ma'ruf Amin serta seluruh pimpinan lembaga negara atas perkenannya hadir secara fisik memenuhi undangan kami dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD ada burung diatas dahan-dahannya ada di pohon beringin saya ucapkan salam pembukaan kepada semua para hadirin sidang majelis dan dewan hadirin sekalian yang kami muliakan," ujarnya.

    Lebih lanjut Bambang Soesatyo mengatakan, di tengah keprihatinan menghadapi pandemi juga wajib bersyukur dan menyambut dengan sukacita karena di saat yang bersama bangsa Indonesia akan memasuki usianya yang ke-76 tahun. "Sudah sepatutnya memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan tenaga harta bahkan jiwanya untuk meraih kemerdekaan Indonesia melalui mimbar sidang paripurna," ungkapnya.

    Ketua MPR mengucapkan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan mengajak seluruh rakyat Indonesia mewujudkan visi Indonesia masa depan.

    "Kami atas nama pimpinan dan anggota MPR/DPR/DPD mengucapkan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 mari kita semangat untuk mewujudkan visi Indonesia masa depan menjadi negara yang merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur berdasarkan Pancasila," ujarnya.

     

    Berita Terkait

    Pimpin Ratas Evaluasi PPKM, Wapres Minta Percepat Penanganan Omicron

    Wapres menyoroti penyebaran varian Covid-19 Omicron yang dalam beberapa hari terakhir meningkat pesat, bahkan telah menyebabkan kematian. Selengkapnya

    Presiden Bicara Implementasi Pancasila dalam Penanganan Pandemi

    Dalam pidatonya, Presiden menyebut bahwa implementasi Pancasila berupa gotong royong seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan merupakan k Selengkapnya

    Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Bintang Bano

    Presiden berharap bendungan tersebut dapat mendukung ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan air baku di Provinsi NTB. Selengkapnya

    Banjir dan Longsor di Papua, Wapres Minta Siapkan Penanggulangan

    Wapres menyampaikan, dalam jangka panjang, tidak hanya upaya-upaya bantuan namun antisipasi tanggap bencana juga harus diperkuat. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA