FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 08-2021

    652

    Menkominfo: Butuh Kolaborasi dan Kerja Sama Lalui Pandemi

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengakui jika gelombang kedua pandemi Covid-19 khususnya masuknya varian-varian baru membuat pemerintah bekerja keras menjaga keseimbangan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, menurutnya dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama agar bisa melalui pandemi dengan baik.

    "Pemerintah sangat memahami kondisi masyarakat yang juga dihadapkan pada pilihan yang sulit terkait keduanya, ekonomi dan kesehatan. Kombinasi keduanya harus diatur dengan baik,” ujarnya dalam Silaturahmi virtual dengan Pimpinan Media Nasional, di Jakarta, Jumat (20/08/2021).

    Menurut Menteri Johnny, ekonomi dan kesehatan harus dikombinasikan dan diatur dengan baik. Penerapan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemudian disesuaikan menjadi PPKM level 4 atau sesuai dengan tingkat konfirmasi positif Covid-19 di masing-masing daerah, menjadi langkah bijaksana pemerintah dalam mengkombinasikan antara kesehatan dan ekonomi.

    “Penyesuaian dan uji coba terkait PPKM tentu dilakukan dengan kehati-hatiaan dan tentu diupayakan semaksimal mungkin tidak mengakibatkan munculnya klaster baru penularan,” paparnya.

    Oleh karena itu, Menkominfo meminta masyarakat bisa memaksimalkan pula pemanfaatan teknologi digital termasuk pedulilindungi. Hal ini juga dikatakannya sebagai penyesuaian yang harus dilakukan masyarakat menyikapi pandemi Covid-19.

    “Mari kita maksimalkan bersama. Pemerintah tak bisa kerja sendiri jika tidak dibantu upaya masyarakat. Terlepas dengan semua kekurangan yang masih ada dan harus dilengkapi. Akan kami optimalkan,” tuturnya.

    Menteri Johnny menegaskan jika para menteri mendengar segala keluh kesah, kritikan maupun batahan dari masyarakat terkait langkah-langkah penanganan,

    “Ada kekurangan, pasti. Mari kita lengkapi. Berpikir positif dan berkolaborasikan membantu kita untuk maju. Tidak ada yang sempurna. Banyak pelajaran bisa diambil,” tandasnya.

    Menkominfo menjelaskan hal itu menjadi tugas besar dan berat namun bukan tidak dilakukan, adalah membangun infrastruktur telekomunikasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini penting guna menjamin kesetaraan memperoleh informasi yang positif dan membangun, bagi masyarakat.

    “Semua pekerjaan ini sebesar-besarnya untuk mengantar masyarakat di seluruh wilayah masuk ke era digital,” katanya.

    Kementerian Kominfo telah melakukan upaya untuk mewujudkan kesetaraan informasi. Namun sekali lagi dikatakan Menteri Johnny semua pekerjaan perlu kolaborasi dan kerja sama.

    "Pembangunan-pembangunan sektor ini, Kementerian Kominfo melakukan kolaborasi dan koordinasi dengan operator seluler. Bahkan, ke depanpun, pembangunan tidak hanya untuk infrastruktur yang bersifat pasif, namun juga perlu ditindaklanjuti dengan pembangunan infrastruktur aktif," ungkapnya.

    Infrastruktur aktif bermakna sebagai tersedianya layanan telekomunikasi. Artinya, infrastruktur aktif adalah menghadirkan signal 4G, khususnya di wilayah Terdepan, Tertinggal dan Terluar (3T). Saat ini 5G bahkan telah mulai diperkenalkan.

    Hadir dalam kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo itu, selain pimpinan media nasional, juga pelaku media, asosiasi hingga wartawan-wartawan senior. Kegiatan dipimpin Direktur Jenderal IKP yang baru saja dilantik, Usman Kansong. 

    Wartawan senior Ahmad Kusaeni berharap, dengan nahkoda baru, Ditjen IKP Kominfo bisa mengembalikan ruh komunikasi yang diemban Kominfo. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat publik butuh konduktor komunikasi yang bisa mendorong masyarakat untuk bersama-sama maju dan keluar dari situasi pandemic Covid-19

    “Juru bicara itu haruslah institusi. Kominfo memiliki banyak jaringan hingga ke ujung wilayah. Ini yang harus di orkestrasi. Dan, IKP menjadi penting keberadaannya. Ini harus dikuatkan,” katanya.

    Jika peran ini bisa dikuatkan, katanya, tentu komunikasi publik akan semakin baik sehingga masyarakat juga semakin tercerdaskan. “Sudah saatnya peran komunikasi Kominfo harus dikembalikan,” katanya.

    Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Radio TV Daerah Seluruh Indonesia (Persada), Rita Zulkarnain pada kesempatan tersebut berharap Kominfo bisa mendorong penguatan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).

    Keberadaan LPPL dikatakan Rita akan semakin menguatkan penyebaran informasi yang mencerdaskan dan mencerahkan dalam kerangka membangun optimisme masyarakat untuk bangkit dan maju, khususnya saat ini melawan pandemi Covid-19.

    Betapa kuatnya nanti orkestrasi komunikasi yang akan dibangun. Tentu informasi-informasi yang meberikan pemahaman utuh kepada masyarakt. Masyarakat butuh informasi yang baik dan sehat,” katanya.

    Pada kesempatan ini Dirjen IKP, Usman Kansong berharap media bisa ikut bersama-sama membangun bangsa melalui diseminisi informasi yang mencerdaskan, mencerahkan, hingga menginspirasi.

    Berita Terkait

    Menkominfo Akan Resmikan BTS 4G di Papua Barat

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate akan meresmikan Base Transceiver Station (BTS) 4G pada tiga Distrik di Manokwari, Provins Selengkapnya

    Manfaatkan SiCantik Cloud, Kominfo: Layanan Terpadu Hemat Biaya

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong pemerintah daerah memanfaatkan SiCantik Cloud. Layanan itu akan memadukan layanan perizinan Selengkapnya

    Kominfo Bekali Profesional dengan Kemampuan Data Science

    Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Balitbang SDM Kementerian Kominfo, Hedi M. Idris menyatakan pembekalan itu ditujukan untuk Selengkapnya

    Inilah Tiga Pendekatan Kominfo Kembangkan Talenta Digital Indonesia

    Upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendukung ekosistem digital tidak hanya dengan membangun infrastruktur digital. Namun, pa Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA