FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 10-2021

    306

    Hari Santri, Wapres Tekankan Fungsi Pesantren sebagai Agen Pemberdayaan

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003

    Jakarta Pusat, Kominfo – Persepsi masyarakat terdahulu terhadap pesantren yang hanya merupakan pusat pendidikan keagamaan atau belajar kitab saja telah berubah.  Kini pesantren tidak hanya sekedar mendalami agama, tapi telah bertransformasi menjadi agen pemberdayaan yang mampu menggerakkan perekonomian di lingkungan pesantren sendiri dan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

    “Perubahan pola kehidupan sosial masyarakat, adanya reformasi pendidikan, dan terjadinya era disrupsi, telah menuntut pesantren untuk terus melakukan penyesuaian dan perubahan dengan tetap menjaga citra eksistensinya,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat memberikan keynote speech dalam Webinar Internasional dalam rangka Peringatan Hari Santri 2021, yang diselenggarakan secara virtual, dri Jakarta Pusat, Rabu (20/10/2021).

    Dalam acara yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) tersebut, Wapres menekankan tentang transformasi peran pesantren yang telah dikukuhkan dalam UU No. 18 tahun 2019. Di dalam UU tersebut disebutkan, tiga fungsi utama pesantren, yaitu sebagai pusat pengkaderan pemikir-pemikir agama (center of excellence) atau pesantren sebagai pusat penyiapan ahli agama (I’dadul mutafaqqihina fid-din), sebagai lembaga yang mencetak sumber daya manusia (human resources), dan sebagai lembaga yang melakukan pemberdayaan masyarakat (agent of development).

    “Melihat ketiga fungsi utama tersebut, maka kebangkitan perekonomian pesantren harus dimulai dari para santri,” imbuh Wapres.

    Lebih lanjut Wapres juga mengungkapkan, Pemerintah telah membuat beberapa program untuk mendorong perkembangan perekonomian pesantren, di antaranya adalah program Santripreneur dan Petani Muda yang diluncurkan pada 2018.

    “Program ini membentuk wirausaha-wirausaha baru di pondok pesantren, termasuk regenerasi petani, dan mengembangkan potensi lahan non-produktif di pesantren,” terang Wapres.

    Untuk mendukung program santripreneur dan menggerakan perekonomian pesantren, lanjutnya, pemerintah juga memberikan dukungan berupa Kredit Usaha Rakyat Syariah (KUR Syariah) dan membentuk Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk meningkatkan akses permodalan usaha di lingkungan pesantren.

    “Untuk itu pesantren harus mampu memastikan kualitas produknya sesuai dengan selera pasar sehingga memiliki nilai jual yang kompetitif,” imbau Wapres.

    Selain meningkatkan pemberdayaan ekonomi, Wapres juga berpesan kepada para santri agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba digital.

    “Jika pesantren tidak dapat beradaptasi dan bertransformasi sejalan dengan perubahan zaman, maka eksistensi pesantren dapat terancam, dan lulusannya pun akan menjadi orang asing di zamannya,” ujar Wapres.

    Wapres berharap, penyelenggaraan webinar internasional ini dapat menjadi ajang untuk saling berbagi ide dan informasi, mengeratkan persaudaraan, memperluas jaringan serta cakrawala berfikir pesantren.

    Sejalan dengan harapan tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak para santri serta seluruh bagian dari pesantren untuk merayakan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini dengan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan juga menyambut peluang di depan.

    “Saya membayangkan bagaimana masa depan santri ini akan gilang gemilang, yang penting adalah bagaimana kita bisa melakukan komunikasi dan koordinasi, serta mempersiapkan diri,” ujar Yaqut.

    Ia meyakini, pesantren sebagai lembaga yang identik dengan nilai keislaman serta nilai keindonesiaan memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi beradab dan mampu berkompetisi di tengah perkembangan zaman.

    “Jadi bukan hanya imajinasi saja, karena kita sudah punya contoh. Jika suatu saat nanti, santri-santri akan menjadi presiden wakil presiden, itu mungkin. Gampang, mau cari direktur atau komisaris BUMN itu akan gampang. Santri mampu jadi pemenang, kalau kita mampu mempersiapkan diri,” tegas Yaqut.

    Menambah motivasi para santri, Ketua Penyelenggara Kegiatan Hari Santri 2021 Abdul Ghofar Rozin mengungkapkan, penetapan Hari Santri Nasional oleh Pemerintah merupakan pengakuan pemerintah atas peran dan kontribusi santri serta ulama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini harus dimaknai sebagai semangat agar para santri dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan eksistensi dan kontribusinya dalam pembangunan.

    “Setiap tahun harus ada capaian yang didapatkan, baik di level daerah, maupun di level nasional,” dorong Abdul.

    Ia juga mengatakan, tahun ini, ada serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh RMI-PBNU dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Selain webinar internasional yang mengumpulkan diaspora santri di berbagai negara untuk memotivasi para santri yang sedang menuntut ilmu di Indonesia, RMI-PBNU juga menyelenggarakan Malam 1.000 Khotmil Quran dan berencana meluncurkan program Pesantren Asuh.

    Memberikan pidato kunci dalam webinar ini, Wakil Presiden didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar dan Staf Khusus Wakil Presiden Masduki Baidlowi dan Bambang Widianto. 

    Berita Terkait

    Wapres Tekankan Agar Program KNEKS Berbuah Nyata

    Wapres menekankan agar program-program KNEKS benar-benar membuahkan hasil secara nyata. “Seperti yang telah sering saya sampaikan, disampi Selengkapnya

    Wapres Tekankan Pentingnya Inisiatif Kepala Daerah untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

    Wapres menyampaikan, potensi daerah dimaksud adalah berupa lahan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan modal usaha. Untuk itu, kepala daerah harus Selengkapnya

    Wapres Harapkan Kontribusi KCBI Dalam Pemberdayaan Masyarakat

    Peran para cendekiawan berbasis keagamaan termasuk yang tergabung dalam Kelompok Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) sangat diperlukan dala Selengkapnya

    Bertemu PM Shtayyeh, Presiden Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian Indonesia terkait Palestina. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA