FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 10-2021

    386

    Libatkan Kaum Santri Dalam Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003
    Sejumlah ASN beraktifitas menggunakan sarung dan baju koko di Kantor Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (22/10/2021). Pemerintah Kota Tegal mewajibkan seluruh ASN pria menggunakan sarung, baju koko dan peci dan ASN wanita menggunakan pakaian muslimah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo – Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain utama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Adapun salah satu upaya untuk memperkuat pembangunan ekonomi dan keuangan syariah ini, yaitu dengan melibatkan kaum santri sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

    “Komitmen untuk memperkuat pembangunan ekonomi syariah di Indonesia perlu terus kita perkuat dan kita teguhkan dengan kaum santri sebagai bagian penting dari MES,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Santri Nasional dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), di Istana Negara Jakarta, Jumat (22/10/21).

    Lebih lanjut, Wapres menuturkan bahwa kaum santri dan lingkungan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan membangun bangsa, bahkan sejak era pergerakan kemerdekaan hingga saat ini dalam situasi krisis pandemi Covid-19. Semangat dan keteladanan inilah yang dapat menjadi esensi untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.

    “Kaum santri dan seluruh sub-kultur pesantren selalu hadir dalam setiap langkah kebangsaan dan pembangunan kita, sejak era pergerakan menuju kemerdekaan hingga era merajut kemajuan seperti pada masa sekarang ini,” tuturnya.

    “Kaum santri juga berperan dalam memberikan teladan dan keyakinan kepada masyarakat tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi sebagai kunci utama mengatasi pandemi Covid-19,” imbuhnya.

    Terlebih, kata Wapres, sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019, pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, dengan mengakselerasi ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas diharapkan ekonomi nasional dapat cepat pulih dan mendorong kebangkitan UMKM.

    “Pesantren diharapkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan bidang keuangan, seperti Bank Wakaf Mikro, Baitul Maal wa Tamwil, maupun ultra mikro lainnya,” tuturnya.

    Oleh sebab itu, dengan melibatkan santri dan lingkungan pesantren sebagai bagian dari MES, Wapres berharap upaya mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama ekonomi dan keuangan syariah perlahan dapat segera terwujud.

    “Harapan kita, potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang sangat menjanjikan, dapat dioptimalkan demi kesejahteraan umat. Dan Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi dan keuangan syariah dunia,” pungkasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo menyampaikan pemerintah menyiapkan berbagai skema agar para santri mampu berkontribusi pada kemajuan ekonomi masyarakat.

    “Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema baik melalui (Koperasi) Mekar, KUR, Bank Wakaf Mikro (BWM). Saya harap para santri dapat memanfaatkan berbagai program pembiayaan ini dengan baik sehingga pesantren dan santri dapat berperan dalam ekonomi umat,” ucap Presiden.

    Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya transformasi digital di masyarakat agar ekonomi syariah Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

    “Kita harus terus mendorong usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah kita untuk go digital, masuk ke e-commerce, dan bisa masuk supply chain nasional maupun global,” ujarnya.

    Sebagai informasi, bersamaan dengan perayaan Hari Santri Nasional Tahun 2021, pemerintah turut meluncurkan logo baru MES yang menjadi penanda semangat baru untuk terus berkontribusi bagi ekonomi dan keuangan syariah serta memperkuat perekonomian nasional.

    Acara turut dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta jajaran Pengurus MES. 

    Berita Terkait

    Presiden: Investasi Jangkar Pemulihan Ekonomi Indonesia

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara meminta seluruh jajarannya untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh investor tan Selengkapnya

    Presiden: Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2022 Hanya Pengendalian Pandemi

    “Kunci ekonomi di tahun 2022 hanya satu kuncinya, kita bisa mengendalikan yang namanya Covid-19. Kuncinya hanya itu. Kalau tidak bisa kita Selengkapnya

    Presiden: Peringatkan dan Bantu Daerah Dengan Kenaikan Kasus Covid-19

    Presiden juga memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga fokus pada penyelesaian belanja APBN Tahun 2021, dengan memprioritaskan belanja Selengkapnya

    Wapres Tekankan Pentingnya Inisiatif Kepala Daerah untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

    Wapres menyampaikan, potensi daerah dimaksud adalah berupa lahan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan modal usaha. Untuk itu, kepala daerah harus Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA