FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    02 01-2022

    82

    Tiga Isu Prioritas DEWG Presidensi G20 Indonesia 2022

    Kategori DEWG-G20 | mth
    Civitas academica Universitas Hasanuddin menunjukkan aplikasi Unhaspay melalui telepon genggam di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/12/2021). Universitas Hasanuddin yang bekerja sama dengan PT BRI Tbk dan didukung oleh DOKU mulai bertransformasi menjadi kampus digital dengan meluncurkan aplikasi Unhaspay yang diharapkan mendorong proses digitalisasi informasi dan pembayaran online dalam industri pendidikan di wilayah timur Indonesia. - (antarafoto)

    1.    Connectivity and Post-Covid Recovery

    Isu prioritas ini berangkat dari pemahaman bahwa untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dari ekonomi digital perlu melibatkan perencanaan strategis jangka panjang untuk keseluruhan ekosistem ekonomi digital, salah satunya adalah peningkatan konektivitas digital. Namun, kemajuan konektivitas digital harus mencakup tidak hanya diskusi tentang konektivitas jaringan fisik tetapi juga interkonektivitas sosial masyarakat di ranah digital. Oleh karena itu, pembahasan aspek human connectivity dalam konektivitas digital sangat penting untuk memastikan bahwa pengusaha digital menerima manfaat dari pembangunan infrastruktur digital ini. Dengan adanya peluang dan tantangan tersebut, G20 mengakui pentingnya meningkatkan konektivitas digital. Lebih lanjut, G20 menyadari perlunya bekerja sama untuk mewujudkan jaringan digital-people-connectivity. Hal ini akan semakin membantu para pelaku usaha dan pelaku bisnis digital untuk tetap inovatif dan sejahtera di era ekspansi ekonomi digital ini.

    2.    Digital Literacy dan Digital Talent

    Bergerak maju untuk lebih menjembatani kesenjangan keterampilan digital, Indonesia dalam Kepresidenan G20 2022 mengusulkan perumusan G20 Toolkit untuk Mengukur Literasi Digital dan Digital Keterampilan. Proposal ini selaras dengan urgensi Negara-negara Anggota G20 untuk membantu upaya pemulihan ekonomi di tingkat mikro, di mana individu harus benar diperlengkapi untuk melakukan kegiatan untuk mendorong ekonomi digital. Selanjutnya, pengembangan Literasi Digital dan Alat Pengukuran Keterampilan Digital akan membantu Negara-negara Anggota G20 untuk melakukan penilaian kuantitatif dan kualitatif dengan kecepatan mereka sendiri, pada tingkat yang paling sesuai dengan tingkat keterampilan dan literasi digital mereka.

    Sebagai konsep awal, Indonesia merancang The Toolkit yang berisikan kerangka kerja untuk mengukur literasi dan keterampilan digital, termasuk keterampilan terkait TIK, di berbagai tingkatan. Toolkit akan meletakkan komponen untuk melakukan pengukuran pada level digital yang berbeda literasi dan keterampilan. 

    3.    Cross-Border Data Flow/ Data Free Flow with Trust

    Peran data digital dalam kehidupan kita tidak pernah sepenting masa sekarang. Pada 2019, Forum Ekonomi Dunia (WEF) memproyeksikan bahwa data di seluruh dunia digital diperkirakan akan mencapai 44 zettabytes pada 2020. Angka ini menandakan bagaimana data tidak hanya menjadi sumber segala aktivitas manusia, tetapi saat ini dan masa depan kita akan bergantung pada bagaimana data dapat digunakan secara efektif.

    Sementara data tetap menjadi prioritas strategis di Indonesia, diskusi tentang data juga tetap menjadi agenda utama, termasuk di bawah lingkup ASEAN. Indonesia bersama dengan Negara Anggota ASEAN lainnya mengadopsi Model Klausul Kontraktual ASEAN untuk Transfer Data Lintas Batas serta Kerangka Manajemen Data ASEAN di ADGMIN pertama pada Januari 2021. Adopsi tersebut menandakan perhatian dan komitmen yang lebih besar terhadap pembahasan data, termasuk pentingnya pemahaman bersama tentang aliran data lintas batas di tingkat regional dan bagaimana mereka berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital.

    Dengan latar belakang ini, Indonesia menawarkan kepada Negara-negara Anggota G20 untuk memberikan pandangan dan pemahaman terhadap data. Indonesia juga menyambut baik diskusi lebih lanjut sebagai berbagi pandangan dan pemahaman terhadap data dan harmonisasi lintas batas aliran data lintas pada berbagai forum regional misalnya ASEAN dan APEC.

     

    Berita Terkait

    Kominfo Siapkan Tiga Agenda DEWG dalam Presidensi G20 2022

    Ketiga agenda itu menurut Menteri Johnny menjadi isu bahasan dalam Digital Economy Working Grup sesuai dengan tema Presidensi G20 Indonesia Selengkapnya

    Tentang Presidensi G20 Indonesia 2022

    Tema Presidensi G20 Indonesia 2022: "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untu Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA