FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 12-2021

    58

    Peringatan Hari Ibu, Momentum Perjuangan Pergerakan Perempuan

    Kategori #Produktif&Aman | mth

    Jakarta Pusat, Kominfo - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik  Indonesia Bintang Puspayoga menyampaikan Peringatan Hari Ibu (PHI) adalah momentum mengenang perjuangan pergerakan perempuan pada 22 Desember 1928 di Ndalem Joyodipuran,  Yogyakarta.

    Dalam Siaran Pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) - KPCPEN, Rabu (22/12/2021), Menteri Bintang mengatakan pada 22 Desember 1928 berkumpul sekitar 1000 perempuan dari 30  organisasi untuk memperjuangkan hak-haknya dan dalam upaya memajukan bangsa dan negara. Dari 30 organisasi tersebut bahkan ada yang bertahan hingga kini, yaitu Aisyah, Wanita Katholik dan  Wanita Taman Siswa, ujarnya.

    Tema besar yang diangkat untuk Hari Ibu sejak 2019 dikatakan Menteri Bintang adalah Perempuan  Berdaya, Indonesia Maju. Sedangkan subtema disesuaikan dengan perkembangan zaman.

    "Pada tahun 2021 kali ini adalah perempuan tangguh di masa pandemi, perempuan harus berani dan inovatif, serta berani menjadi agen perubahan," ujarnya.

    Menteri Bintang menegaskan, Hari Ibu yang dilaksanakan di Indonesia adalah hari untuk perempuan-perempuan di Indonesia. "Semoga hal ini menjadi pendorong bagi kita semua, serta  pemangku kepentingan dan masyarakat luas bahwa perempuan punya eksistensi yang tinggi dalam  pembangunan di Indonesia," katanya.

    Puncak peringatan Hari Ibu dilangsungkan di Yogyakarta. Tak lupa, Bintang menyampaikan harapan khususnya kepada media massa terkait cara menarasikan dan menyampaikan kepada masyarakat  dalam mengangkat cerita peringatan Hari Ibu.

    Menteri Bintang Puspayoga menambahkan, dalam rangkaian acara Peringatan Hari Ibu tahun ini, pihaknya mengunjungi lapas perempuan dan anak, juga melakukan pendampingan kepada anak  yatim piatu karena orang tua mereka meninggal akibat COVID-19.

    "Kami juga mendampingi perempuan yang menjadi kepala keluarga karena suaminya meninggal  akibat Covid-19," ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu Ratna Susianawati menyampaikan, serangkaian acara yang digelar untuk memperingati Hari Ibu ke-93 di Indonesia.

    Acara dilangsungkan di Ndalem Joyodipuran yang sekarang menjadi Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Yogyakarta. “Di tempat inilah berlangsung Kongres Perempuan Pertama pada 1928. Sedangkan puncak peringatan Hari Ibu dilangsungkan di Gedung Manggala Bhakti Wanitatama,  yang ketika itu sebagai tempat pergerakan perempuan selanjutnya," jelas Ratna.

    Pada Peringatan Hari Ibu tahun ini digelar berbagai kegiatan, antara lain seminar, talkshow, webinar yang mengangkat sisi pemaknaan kembali Hari Ibu yang disesuaikan dengan dinamika perempuan  saat ini, melibatkan lembaga terkait, partisipasi mandiri dari masyarakat, juga kolaborasi dengan  Pemda.

    Selain itu, Ratna menambahkan, juga ada kunjungan lapangan, salah satunya roadshow  mengunjungi pejuang perempuan sebagai bentuk penghargaan pejuang perempuan di masa lalu. Namun bicara pahlawan tidak hanya masa lalu, juga ada perempuan masa kini terutama  perempuan tangguh di masa pandemi.

    Menteri Bintang juga dikatakan Ratna telah mengunjungi kelompok perajin perempuan lansia  tangguh yang diharapkan menopang sisi pemulihan ekonomi Indonesia.

    "Dalam upaya mengangkat produk unggulan perempuan UMKM, kami gelar pasar virtual. Ibu  Menteri bahkan menjual produk UMKM perempuan ini dan animo masyarakat tinggi," ujar Ratna.

    Untuk memberikan dorongan anak muda, Peringatan Hari Ibu juga menggelar lomba esai dan vlog. Berbagai penulisan ini menunjukkan generasi muda menjadi bagian yang terlibat dalam aksi  perjuangan selanjutnya. Juga dilangsungkan serangkaian promosi publikasi untuk gaungkan kembali makna Hari Ibu di kanal media, dan radio komunitas, ujar Ratna seraya menambahkan tanpa  mengurangi makna hakikat, puncak pelaksanaan Hari Ibu diselenggarakan secara hybrid (online dan  offline).

    Di tempat sama, Gusti Putri (GKBRAy Adipati Paku Alam X) menyampaikan, peringatan Hari Ibu di  Yogyakarta melibatkan lima komponen organisasi wanita, dengan melangsungkan bakti sosial, vaksinasi dan donor darah. Yang menarik, kegiatan ini diisi dengan lomba menggambar tas pandan  yang hasilnya kemudian dilelang untuk kepentingan amal.

    "Kami berikan 100 tas pandan kepada keluarga yang kurang mampu untuk diwarnai selama seminggu, kemudian akan dipilih pemenangnya. Tas-tas pandan yang telah diwarnai ini selanjutnya  dilelang,” papar Gusti Putri.

    Hasil lelang, dikatakannya, disalurkan kepada para pengrajin tas pandan lansia di Bantul, Yogyakarta  guna mendorong upaya regenerasi sekaligus menjadi stimulus agar UMKM terkait dapat naik kelas.

    *****

    Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.

    Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) - KPCPEN

    FadzrinWidyaKoswara(0823-2020-1990) danFentyaDwi(0812-8451-9595)

     

     

    Berita Terkait

    Ketaatan Aturan Perjalanan Nataru Perlu Kolaborasi Semua Pihak

    Untuk mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan ini Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan melakukan pengawasan dan pengamanan. Namun Selengkapnya

    Pemerintah Ajak Para Ibu untuk Terus Menjadi Bagian Penting dalam Penanganan Pandemi

    "Pemerintah sangat mengapresiasi peran para Ibu Indonesia dalam menghadapi pandemi," ujar Menkominfo di Jakarta Pusat, Kamis (23/12/2021). Selengkapnya

    Pentingnya Patuhi Aturan Karantina demi Kebaikan Bersama

    Dalam upaya membendung masuknya varian Omicron, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting menyatakan, pemerintah Selengkapnya

    Pemerintah Imbau Masyarakat Jadi Wisatawan Bertanggung Jawab

    Kewaspadaan ini sangat perlu dikuatkan terlebih karena varian baru Omicron telah ditemukan di Indonesia. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA