FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    28 12-2016

    1679

    Menyelimuti Indonesia dengan Sinyal 4G

    KategoriSorotan Media | yunita

    Sepanjang 2016, Long Term Evolution (LTE) bukan lagi istilah asing di tengah masyarakat Indonesia. Akhir tahun lalu pemerintah Indonesia bahkan, sudah ketuk palu terkait implementasi koneksi 4G LTE secara nasional.

     

    Indonesia bersama para operator lokal berkomitmen menyelimuti kota-kota besar dan kabupaten dengan sinyal kuat generasi keempat. Kemudian, upaya ini merambah juga ke daerah sulit jangkauan di wilayah kepulauan.

     

    Alasannya sederhana, yakni demi mempermudah bangsa melakukan akses data tanpa hambatan. Meski berbentuk negara kepulauan, Indonesia tidak menyerah membawa masyarakatnya menuju generasi berjejaring.

     

    Teknologi LTE memang menjadi standar baru bagi dunia telekomunikasi dunia. Teknologi tersebut pertama kali dibangun European Telecommunications Standards Institute (ETSI) sebagai wireless data untuk melakukan komunikasi. Namun, dunia dan perusahaan ikut pula tertarik dengan temuan tersebut.

     

    Sebab, jaringan cepat dan kuat mampu memenuhi kapasitas kecepatan dan transfer data dengan menggunakan digital signal processing (DSP). Teknik dan modulasi tersebut akhirnya berkembang pula di seluruh penjuru dunia.

     

    Infrastruktur LTE memberikan hasil berbeda dari 3G dan 2G karena spektrum radio bisa bekerja pada generasi sebelumnya. Gaung keberadaan LTE mulai dikenal pertama kali ketika perusahaan telekomunikasi asal Jepang, NTT DoCoMo, melakukan studi lanjutan pada 2004.

     

    Tiga tahun kemudian beberapa perusahaan global melakukan kolaborasi studi antara vendor ponsel dan operator di dunia. Setahun setelah penelitian, TeliaSonera asal Stockholm, Swedia, merilis 4G LTE koneksi data dengan sebuah modem USB.

     

    Tahun berikutnya beberapa produsen produk teknologi, seperti Samsung, HTC, dan beberapa operator di Cina serta Korea mulai mengikuti jejak TeliaSonera. Teknologi LTE kini lebih dikenal dengan LTE Advanced yang mulai dikembangkan secara komersial sejak 2013.

     

    Saat ini ada dua standar 4G yang dikomersilkan di dunia, yakni 4G LTE dan teknologi WiMAX milik Korea Selatan. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) menyatakan, penataan atau refarming 4G LTE di Indonesia pada frekuensi 1.800 MHz sudah dimulai sejak Mei 2015.

     

    Proses tersebut akhirnya mencapai kata tuntas. Penataan tersebut bertujuan membuat blok frekuensi milik operator di Indonesia dibangun secara berdampingan sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal.

     

    Proses panjang refarming ini diharapkan bisa membuat Indonesia mengejar ketertinggalan dari negara maju di bidang teknologi. Terutama untuk ekosistem perangkat, jaringan, dan aplikasi yang harus bersinergi.

     

    Apabila ketiganya tidak berfungsi dengan baik maka pita lebar 4G di Indonesia akan pincang. "Kita berpotensi menjadi pasar yang besar, tapi jangan hanya menjadi pasar saja," ujar Menkominfo Rudiantara.

     

    Berdasarkan data terakhir Kemenkominfo RI, ekosistem global 1.800 MHz merupakan salah satu frekuensi populer untuk 4G LTE. Saat ini sudah banyak perangkat murah yang mendukung jaringan tersebut.

     

    Keistimewaan 4G LTE 1.800 MHz juga terletak pada kemampuan operator di Indonesia yang sudah memiliki sumber daya tersebut. Salah satunya, Telkomsel yang sudah memiliki frekuensi sebesar 22,5 MHz untuk spektrum tersebut.         rep: Nora Azizah, ed: Setyanavidita Livikacansera 

     

    ***

    Peran Strategis Operator

     

    Telkomsel saat ini merupakan operator yang menjadi tumpuan 4G LTE Tanah Air. Berdasarkan data terakhir, saat ini Telkomsel telah menyebar lebih dari 10 ribu Base Transceiver Station (BTS) di 182 kota di seluruh Indonesia.

     

    Pada 2017 mendatang Telkomsel menambah lagi lebih dari 10 ribu BTS 4G. "Termasuk Indonesia Timur dan sekitarnya," kata Vice President Technology and System Telkomsel Ivan Cahya Permana. Pada 2017, Telkomsel akan melakukan akselerasi lebih besar agi terhadap pengadaan sinyal 4G LTE.

     

    Hingga kuartal ketiga 2016, trafik layanan data Telkomsel mencapai 631,269 TB. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 84 persen dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya. 

     

    Dengan lebih dari 163 juta pelanggan, termasuk pengguna 4G aktif, pascapenataan ulang 1.800 MHz, Telkomsel juga memperkuat jaringannya di beberapa kota besar. Hal tersebut berkaitan dengan gaya hidup digital penduduk kota yang kian berkembang. 

     

    Ivan mengungkapkan, kebiasaan pengguna Telkomsel sekarang sudah mulai bergeser ke arah penggunaan data video dan musik. Tahun depan, Ivan memprediksi dua lini akan semakin dominan. 

     

    Untuk mengakomodasi pergeseran tren, Telkomsel juga menyediakan produk paket data menyesuaikan perilaku pengguna. Khususnya, untuk penggunaan paket data video dan musik. 

     

    Beberapa waktu lalu Telkomsel sudah mengeluarkan jenis paket data VideoMax. Layanan tersebut berlaku sejak Oktober 2016 untuk pengguna Kartu Halo. 

     

    Telkomsel bekerja sama dengan Hooq dalam menyediakan konten video streaming. Dengan kerja sama ini, para pengguna Kartu Halo bisa menikmati kuota maksimal hingga 5 GB di luar paket data berlangganan untuk menonton video on demand yang telah disiapkan Hooq.

     

    Layanan Add On ini, dibanderol seharga Rp 50 ribu sudah termasuk pajak. Pelanggan Kartu Halo bisa membelinya dengan mendebit pulsa. 

     

    Telkomsel juga meluncurkan paket data MusicMAX untuk mengakses musik secara streaming. Paket data musik tersebut merupakan bundling antara musik digital dan data khusus akses aplikasi musik populer. 

     

    Pelanggan bisa mendapatkan akses musik streaming khusus hingga 2GB dalam platform Joox, Langit Musik Premium, Smule, Guvera, Prambors FM, dan Gen FM. Melalui platform Joox pelanggan juga diberikan kemudahan untuk membayar akses VIP dengan debit pulsa sebesar Rp 50 ribu. Berbagai akses musik pun dapat segera dinikmati tanpa batas sebagai pengguna premium.

     

    Alasan Telkomsel mengutamakan dua layanan paket data tersebut bukan tanpa sebab. Berdasarkan data, saat ini ada sekitar 17 juta pelanggan Telkomsel yang menikmati musik digital. 

     

    Sebanyak 90 persen di antaranya mendengarkan lagu kesukaannya secara streaming. "Tahun depan produk kami memang akan fokus pada video dan musik," kata Ivan. 

     

    Perbaiki kualitas di ruang publik

    Smartfren  mulai mengembangkan jaringan 4G selama satu tahun terakhir. Hasil yang didapat cukup memuaskan. Saat ini ada 11 juta pengguna Smartfren dengan 4 juta pengguna 4G aktif. "Tahun depan kami akan mulai mendekati kualitas jaringan untuk di dalam gedung dan tempat publik," kata Senior Vice President Digital Services Smartfren Revie Sylviana. 

     

    Perluasan wilayah yang akan diselimuti 4G juga akan terus dilakukan. Targetnya bisa mencapai 200 kota dan kabupaten seluruh Indonesia hingga tahun depan. 

     

    Dalam memberikan layanan paket data Smartfren melihat dari tren unduhan via Google Play Store dan Apps Store. Pengguna ponsel pintar cenderung menginginkan kecepatan akses data, dan kuota tanpa batas dalam pemakaian. 

     

    Smartfren mencoba memenuhi keinginan para pengguna tersebut. Serangkaian produk paket data sudah dimulai sejak tahun lalu. Namun, setiap tahun perilaku pemakai jaringan terus berubah mengikuti tren.

     

    Berdasarkan data yang telah diolah Smartfren, 93 persen pengguna ponsel pintar di Indonesia berusia 17 hingga 40 tahun. Para pengguna tersebut saat ini cenderung ke arah pemakain paket musik streaming. 

     

    Kemudian, sebanyak 70 persen pengguna sangat peduli terhadap konektivitas yang mereka gunakan. Sementara itu, sebanyak 20,6 persen peduli terhadap pengalaman penggunaan platform streaming musik. 

     

    Artinya, operator harus fokus dalam memberikan layanan guna mendukung kebutuhan konsumen tersebut. "Data-data tersebut menjadi latar belakang kami dalam menyediakan produk paket data," kata Revie. 

     

    Smartfren mulai mengeluarkan paket data khusus akses konten sejak awal tahun lalu. Pada Mei 2016 paket data berbentuk Video Data Plan bisa dimanfaatkan pengguna Smartfren untuk mengakses konten video. 

     

    Kemudian, maraknya penggunaan media sosial juga didukung Smartfren melalui paket data Social Chat Data Plan pada Agustus lalu. 

     

    Para pelanggan bisa berlangganan akses beragam platform, seperti Twitter, WhatsApp, dan lainnya. Di akhir 2016, Smartfren juga meluncurkan paket musik Music Unlimited. 

     

    Revie menyatakan, dalam beberapa tahun ke depan produk paket data akan mengarah pada konten video dan musik. Smartfren juga mengampanyekan diri sebagai operator antimahal dengan akses konten true unlimited mencapai 1GB per hari. 

     

    Perilaku konsumen memang akan terus berubah, tetapi Smartfren selalu mengedepankan kebutuhan pasar ketika menciptakan sebuah produk. Saat ini, Indonesia merupakan pasar yang begitu luas sehingga kebutuhan akan paket data murah selalu mendatangkan minat. 

     

     Sumber :  //www.republika.co.id/berita/koran/inovasi/16/12/27/oity0619-menyelimuti-indonesia-dengan-sinyal-4g

    Berita Terkait

    Bebas Stunting, Kunci Generasi Indonesia Mendatang

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia menyelenggarakan Forum S Selengkapnya

    Nelayan Didorong Mengantongi Izin Saluran Radio

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berupaya menertibkan penggunaan frekuensi saluran radio (FSR) yang digunakan di kapal-ka Selengkapnya

    Indonesia Jadi Referensi Kebijakan USO di Negara-negara ASEAN

    Persoalan konektivitas broadband dan internet menjadi permasalahan yang dihadapi oleh negara anggota The Association of Southeast Asian Nati Selengkapnya

    Kementerian Kominfo: Indonesia Harus Jadi "Smart Nation"

    Pergerakan mewujudkan kota/kabupaten di wilayah Indonesia berbasis smart city bukanlah semata-mata untuk kepentingan daerah. Namun, keberada Selengkapnya