FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
15 02-2017

4904

Prinsip Industri Pertahanan Utamakan Produksi Dalam Negeri

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang juga anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) mengatakan kebijakan pemerintah terkait industri pertahanan sebisa-bisanya harus dibuat di dalam negeri.

Menurut Rudiantara, kalaupun membeli dari luar negeri paling tidak harus ada kerjasama dan alih teknologi dan TKDN. "Itu prinsipnya. Bukan masalah siapa yang minta apa? Tapi adalah kebijakan pemerintah," kata Rudiantara saat bersama Menhan Ryamizard Ryacudu meninjau Gelar Produk Industri Pertahanan Dalam Negeri, di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (14/02/2017) kemarin.

Kebijakan industri pertahanan, lanjut Rudiantara, yang selalu ditekankan dalam setiap rapat kabinet bahwa harus dibuat sebanyak-banyak di dalam negeri. "Jadi intinya itu. Masalah anggaran dari mana sudah pasti dari Kementerian Pertahanan," kata Rudiantara.

Dalam Gelar Produk Industri Pertahanan itu didemokan 15 produk first Article (FA) Program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan (Bangtekindhan) yang merupakan awal perkembangan industri pertahanan  dan siap diproduksi di dalam negeri.

Ke-15 produk FA tersebut empat produk matra darat, tujuh matra laut dan empat matra udara, meliputi FA Swamp Boat dari PT Mega Perkasa Enginering, FA Kapal Selam Tanpa Awak dari PT Robo Marine Indonesia, FA Target Drone dari PT Indo Pacific Communication and Defence, FA Posko Dahanud Mobile dari PT Elektroteknika Utama ITB, FA Baterai Pesawat C-130 dari PT Garda Persada, FA Baterai Tank BMP-3F dari PT Garda Persada, FA WCP/WPU Pesawat Hawk 209 dari PT Global Teknologi.

Selanjutnya, FA Identification Frend or Foe dari PT Len Industri, FA Simulator Meriam 57mm dari PT Elektroteknika Utama ITB, FA Mesin Hitung Mortir 81 MM dari PT Kinarya Acitya, FA Simulator Latihan Tim Pelaksana Tembkan dari PT Enindo Mitratama, FA Electronic support Measure (ESM) dari PT Infra RSC Indonesia, FA Senjata Dooper & Amunisi dari PT Pindad, FA Ground to air Radio dari PT, CMI Teknologi dan FA Senjata Serbu Bawah Air 5,6 mm dari PT Pindad. (YDR)

Berita Terkait

Presiden Sampaikan Hasil KTT LB OKI

Presiden Joko Widodo bersama dengan rombongan tiba di Tanah Air usai kunjungannya ke Istanbul, Turki. Di sana, Presiden mengikuti Konferensi Selengkapnya

Menteri PPN: Open Government Keharusan Tingkatkan Partisipasi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa keterbukaan pemerintah (open government) adalah su Selengkapnya

Presiden: Misi Kenabian Diwujudkan dalam Kesalehan Individu dan Sosial

Memperingati Maulid Nabi mengingatkan misi kenabian yang diperintahkan Allah SWT. Misi kenabian yang pertama adalah mengajak manusia bertakw Selengkapnya

Presiden Menerima Perwakilan Bank Dunia

Presiden Joko Widodo, Selasa 21 November 2017 menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves di Istana Kepresid Selengkapnya

comments powered by Disqus