FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
28 02-2017

841

Kerjasama Unisat dan Intersputnik Dukung Implementasi Nawa Cita

Kategori Berita Kementerian

Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut kerjasama antara PT. Universal Satelit Indonesia (Unisat) dengan Intersputnik selaras dengan agenda Nawa Cita.  "Kerjasama Intersputnik dan UNISAT sangat strategis dan sesuai dengan Agenda Nawa Cita Pemerintah," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta, Selasa (28/02/2017).
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan populasi lebih dari 230 juta orang membutuhkan dukungan sistem komunikasi yang kuat dan andal. Terutama dalam memenuhi target tersambung di semua daerah terdepan, terluar dan tertinggal.
Menurut Menteri Kominfo, meskipun Pemerintah telah membangun Proyek Palapa Ring dengan jaringan serat optik, namun masih membutuhkan dukungan sistem telekomunikasi satelit. "Masih diperlukan back up dengan sistem komunikasi satelit agar saling melengkapi," jelas Rudiantara.
Menteri Rudiantara mengapresasi upaya Unisat yang akan meluncurkan satelit pada 2020 karena memiliki peran penting dalam peningkatan ketersediaan infrastruktur telekomunikasi.
"Ini adalah upaya nyata untuk membantu pemerintah meningkatkan ketersediaan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di bidang satelit, yang merupakan kebutuhan penting untuk layanan Telekomunikasi bagi  percepatan layanan di Indonesia," paparnya.
Langkah Unisat bekerjasama dengan Intersputnik dinilai Menteri Rudiantara cukup strategis dan cerdas dalam mengantisipasi perkembangan ekonomi, bisnis, serta mengantisipasi kemajuan teknologi. "Saya berharap kerjasama ini akan ditingkatkan di masa depan," kata Menteri Kominfo.

Tingkatkan Jumlah Transponder
Penandatanganan Unisat dengan Intersputnik dilakukan oleh Presiden Direktur Unisat Widodo Mardijono dan CEO Intersputnik Rusia Vadim Belov, dan disaksikan Menkominfo Rudiantara bersama Menhub Budi Karya Sumadi, Dubes Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi, Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhael Yurievich Galuzin, dan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Ari Soedewo.
Kerjasama dengan Intersputnik menciptakan peluang lebih besar bagi Indonesia berkompetisi di bidang satelit di arena internasional. Intersputnik merupakan konsorsium 26 negara di Eropa Timur termasuk Jerman dan India. Penandatanganan kerjasama itu mencakup kesepakatan mengenai penyiapan Orbit Slot 103 BT sebagai bagian dari tahapan persiapan Peluncuran Satelit Unisat pada tahun 2020.
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, dengan slot orbital yang diperoleh Unisat akan memungkinkan peningkatan jumlah transponder di Indonesia. "Sehingga transponder pasokan dari operator satelit di Indonesia juga akan meningkat," jelasnya.
Saat ini di Indonesia sekitar 50% pasokan transponder diberikan oleh operator satelit asing. Perjanjian slot orbit ini akan menjadi tambahan slot orbit untuk Indonesia.
Satelit Unisat memiliki spesifikasi lebih dari pendahulunya dengan dukungan teknologi HTS (High Throughput Satellite). Melalui teknologi itu, berbagai daerah yang sebelumnya hanya dilayani di kecepatan  yang masih rendah, dapat menikmati pula layanan akses cepat.  "Kami berharap kehadiran suara dan data kecepatan tinggi dalam komunikasi satelit akan mendukung berbagai kegiatan pemerintahan. Baik itu kota pintar, e-government, e-kesehatan, e-logistik, dan lainnya akan berjalan lebih baik dan lebih cepat,” harap Rudiantara.(ddh)

comments powered by Disqus