FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
28 02-2017

1949

Palapa Ring Dukung Ketahanan Nasional dan Akses Informasi

Kategori Berita Kementerian | Diani Hutabarat

Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap pembangunan Palapa Ring bermanfaat sebagai tulang punggung telekomunikasi nasional. "Yang mendukung ketahanan nasional dari segi akses informasi serta pengembangan jaringan telekomunikasi tetap (fixed) dan selular (mobile)," jelasnya saat  bertandang ke redaksi Surat Kabar Harian Jakarta Post, di Jakarta, Selasa (28/02/2017).

Menteri Kominfo memaparkan Proyek Palapa Ring yang dilaksanakan agar Indonesia memiliki infrastruktur telekomunikasi broadband dan menjadi lebih baik dari negara tetangga. “Saat ini, baru 400 kabupaten kota yang mempunyai akses broadband. Ini yang menjadikan Indonesia di ASEAN dari segi infrastruktur TIK masih menduduki posisi ke-4 setelah Singapura, Malaysia dan Thailand," paparnya.

Dalam kunjungan itu, Menteri Rudiantara didampingi Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Rosarita Niken Widiastuti dan Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Gun Gun Siswadi.

Menteri Rudiantara menjelaskan, Proyek Palapa Ring harus dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak swasta. "Karena kolaborasi antara pemerintah dan swasta akan menjadi paduan sempurna. Swasta memiliki kelebihan dalam soal bisnis dan pemerintah selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat," jelasnya.

Palapa Ring merupakan salah satu affirmative policy (kebijakan keberpihakan pemerintah) dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di seluruh Indonesia.  Melalui Palapa Ring, Indonesia akan menyatu dalam jaringan serat optik sebagai tol informasi yang menghubungkan seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Oleh karena itu, Palapa Ring menjadi proyek strategis nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2013.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan Proyek Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Palapa Ring yang ditargetkan selesai seluruhnya pada 2018, merupakan KPBU pertama dalam sektor telekomunikasi.

Pembangunan Palapa Ring terbagi dalam tiga paket, yaitu:

  1. Paket Barat mencakup wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km.
  2. Paket Tengah meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km
  3. Paket Timur yang mencakup Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua sampai dengan pedalaman Papua dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 kilometer.


Perkembangan Pembangunan
Saat ini Paket Barat dibangun bersama konsorsium  PT Palapa Ring Barat. Kerjasama ditandatangani pada 29 Februari 2016 untuk pelaksanaan proyek di lima kabupaten dan kota. Masa konstruksi telah dimulai sejak 11 Agustus 2016 lalu.
Paket Tengah sudah mulai dilaksanakan pembangunan yang diawali dengan groundbreaking di Morotai, Maluku Utara. Badan usaha pelaksana untuk kawasan tengah adalah PT Len Telekomunikasi Indonesia dengan penandatanganan kerjasama ditandatangani pada 4 Maret 2016 untuk proyek di 17 kabupaten dan kota. Proses konstruksi telah dimulai sejak 29 September 2016.
Adapun Paket Timur dikerjakan oleh PT Palapa Timur Telematika yang telah dimulai  sejak penandatanganan kerjasama pada 29 September 2016. Proyek ini mencakup pembangunan di di 35 kabupaten dan kota dengan masa konstruksi yang dimulai setelah Maret 2017.(ddh)

Berita Terkait

Siapkan Modul Latih ASN Kemas Informasi Inovatif

Kemajuan teknologi dan media komunikasi telah banyak mengubah teknik penyajian dan penyebaran informasi. Apalagi saat ini hampir semua infor Selengkapnya

Maknai Kebangkitan Nasional, Menkominfo Ajak Lawan Hoaks dan Gunakan Aplikasi Lokal

Selengkapnya

Pemerintah Pastikan Keamanan TI Asian Games 2018

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memimpin rapat membahas strategi mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018 bidang Keamanan Tekn Selengkapnya

Menkominfo: Peran Pemerintah Jadi Fasilitator dan Akselerator

"Kita berikan kemudahan dan simplifikasi regulasi, dimana perusahaan startup tidak perlu meminta izin tapi hanya registrasi. Jadi kita fokus Selengkapnya