FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 05-2017

    8141

    Menkominfo: Perlu Kecepatan Tangani Serangan Ransomware WannaCry

    Kategori Berita Kementerian | vera002

    Jakarta, Kominfo- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan perlu kecepatan dalam tangani  serangan ransomware Wannacry. "Tersebarnya ransomeware ini demikian masif di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Sehingga perlu percepatan untuk penangannya, hitungannya bukan hari tapi menit." ungkap Rudiantara pada Konferensi Pers Serangan Ransomeware Wannacry, di Bakoel Koffie Jakarta, Minggu (14/5/2017).

    Saat ini banyak enjiner dunia mencoba mencari cara selesaikan serangan ini dengan membuat antivirus dimana hitungan versi nya bisa dalam hitungan menit. "Serangan ransomeware ini menjadi isu global, sehingga penyelesaiannya juga secara internasional. Indonesia bukan menjadi negara terbesar yang terkena serangan." jelas Chief RA.

    Sekilas mengenai Ransomware WannaCry

    Ransomware Wannacry sendiri dijelaskan oleh Adi Jaelani dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) menyerang secara global baik kepada sektor swasta maupun pemerintah. Malware ini teridentifikasi sebagai varian ransomware yang dikenal sebagai WannaCry, Wanna Decrypt0r, WannaCryptor, WCRY.

    "Jika telah terkena malware ini, maka penyerang akan meminta uang dalam bentuk bitcoin yang harus dibayarkan melalui link yang telah ditentukan. Kisaran uang yang dibayar sekitar 300 Dolar Amerika." jelas Adi.                                                           

    Langkah Antisipasi Pencegahan Serangan Ransomware WannaCry

    Saat malware ini menyerang satu komputer, maka akan dengan cepat menyerang komputer yang lainnya yang berada pada satu jaringan. Adi Jaelani  juga menjelaskan bagaimana cara agar kita terlindungi dari serangan tersebut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi serangan ransomware WannaCry:

    1. Melakukan backup secara berkala

    2. Melakukan patching pada service SMBv1 (sudah tersedia 2 bulan yang lalu)

    Berikut link untuk update patch tersebut

    https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx

    3. Jangan membuka file yeng mencurigakan dari email

    4. Install anti virus dan Internet Security

    Jika sudah terkena WannaCry maka berikut adalah tindakan yang sebaiknya dilakukan:

    1. Disable SMBv1

    2. Block 139/445 & 3389 Ports

    3. Melakukan patching pada service SMBv1

    4. Bisa coba kunjungi situs ini untuk pertolongan pertama

    https://www.nomoreransom.org/crypto-sheriff.php

    Pada akhir penjelasannya, Menkominfo mengajak semua pihak untuk melakukan langkah antisipasi terhadap serangan ini dan meminta masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan serangan Ransomare WannaCry yang dijelaskan oleh pihak Id-SIRTII. (VE)

    Berita Terkait

    Kominfo Terima Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik 2019

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapatkan penghargaan sebagai Badan Publik dengan kualifikasi Informatif. Didampingi Menteri Kominf Selengkapnya

    Menkominfo Tegaskan Kaitan Penting Pelindungan Data dan Big Data

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan perlindungan data amat penting bagi sebuah bangsa. Tak hanya menyangkut sisi k Selengkapnya

    Menkominfo: RUU PDP, Roadmap Indonesia Menuju Kedaulatan Data

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebut Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sebagai roadmap peme Selengkapnya

    Sekjen Kominfo: Terus Berinovasi, Cerminan Pahlawan Masa Kini

    Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti mengajak kepada semua pihak agar menumbuhkan semangat Selengkapnya