FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 05-2017

    3206

    Generasi Milenial, Potensi Kembangkan Ekonomi Digital

    KategoriBerita Kementerian | vera002

    Malang, Kominfo- Keberadaan generasi milenial atau biasa juga disebut generasi Y merupakan potensi besar dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai generasi mileneal dapat memberikan harapan terhadap perkembangan ekonomi digital. "Ekonomi digital menggantungkan kepada inovasi dan kecerdikan melihat pasar baru yang belum ada sebelumnya," katanya dalam acara Wisuda ke-84 Program Diploma, Sarjana, dan Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang, di Malang, Sabtu (20/05/2017).

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan generasi milenial memiliki karakteristik khusus ketika berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. "Generasi milenial yang lahir antara tahun 1980 sampai tahun 2000 ini memiliki karakteristik khusus, sehingga dianggap jadi antitesis dari generasi sebelumnya, yaitu generasi X. Generasi milenial dalam hal penggunaan teknologi lebih dominan, budaya lebih pop dan nilai-nilai yang jauh lebih toleran," katanya.

    Oleh karena itu, Menkominfo mengajak semua wisudawan dan wisudawati yang hadir untuk melihat peluang di dunia digital. "Banyak keajaiban yang muncul dari raksasa ekonomi digital nasional seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Ini menunjukkan anak-anak muda bisa menangkap peluang inovasi digital dengan cermat," tambahnya.

    Generasi milenial ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Yoris Sebastian, pendiri OMG Consulting melihat persoalan di Indonesia sebagai sebuah tantangan. "Riset ini turut mengungkap adanya responden yang sudah mapan di luar negeri tapi memilih kembali ke Indonesia untuk membuat perbaikan di sini," ungkap Menteri Rudiantara.

    Biasanya generasi milenial ini memulai bisnis dengan modal kecil. "Hal ini karena mereka hanya mampu merekrut karyawan kelas C (C-class) yang bisa bersama berbagi mimpi dan gagasan yang sama. Selain itu generasi milenial lebih suka dibimbing bukan diperintah," tambah Rudiantara.

    Pada akhir orasinya Rudiantara berharap Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang melahirkan peta jalan e-commerce  mampu memperluas kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia. "Dengan peta jalan tersebut, diharapkan bisa tercipta 1000 teknopreneur baru dengan valuasi bisnis sebesar 10 miliar dengan nilai e-commerce mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020. Angka ini sama dengan 11% GDP pada tahun tersebut," pungkas Rudiantara. (VE)

    Berita Terkait

    Menkominfo Apresiasi Google Cloud Kembangkan Data Center Tier 4 di Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi pendirian data center Google Cloud yang akan tuntas pertengahan tahun 2020. Menu Selengkapnya

    Menkominfo Ajak Perbankan Tingkatkan Ekonomi Nasional dengan Teknologi Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak perbankan untuk memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Selengkapnya

    Dirjen SDPPI: Pengawasan Frekuensi Dukung Penanganan Bencana dan Pengembangan Ekonomi Wilayah

    Kebutuhan pengawasan pemanfaatan spektrum frekuensi di wilayah Sumatera Barat dinilai Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan In Selengkapnya

    Tiga Menteri Bahas Perkembangan Implementasi SPBE

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan M Selengkapnya