FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
20 05-2017

2083

Generasi Milenial, Potensi Kembangkan Ekonomi Digital

Kategori Berita Kementerian | vera002

Malang, Kominfo- Keberadaan generasi milenial atau biasa juga disebut generasi Y merupakan potensi besar dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai generasi mileneal dapat memberikan harapan terhadap perkembangan ekonomi digital. "Ekonomi digital menggantungkan kepada inovasi dan kecerdikan melihat pasar baru yang belum ada sebelumnya," katanya dalam acara Wisuda ke-84 Program Diploma, Sarjana, dan Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang, di Malang, Sabtu (20/05/2017).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan generasi milenial memiliki karakteristik khusus ketika berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. "Generasi milenial yang lahir antara tahun 1980 sampai tahun 2000 ini memiliki karakteristik khusus, sehingga dianggap jadi antitesis dari generasi sebelumnya, yaitu generasi X. Generasi milenial dalam hal penggunaan teknologi lebih dominan, budaya lebih pop dan nilai-nilai yang jauh lebih toleran," katanya.

Oleh karena itu, Menkominfo mengajak semua wisudawan dan wisudawati yang hadir untuk melihat peluang di dunia digital. "Banyak keajaiban yang muncul dari raksasa ekonomi digital nasional seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Ini menunjukkan anak-anak muda bisa menangkap peluang inovasi digital dengan cermat," tambahnya.

Generasi milenial ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Yoris Sebastian, pendiri OMG Consulting melihat persoalan di Indonesia sebagai sebuah tantangan. "Riset ini turut mengungkap adanya responden yang sudah mapan di luar negeri tapi memilih kembali ke Indonesia untuk membuat perbaikan di sini," ungkap Menteri Rudiantara.

Biasanya generasi milenial ini memulai bisnis dengan modal kecil. "Hal ini karena mereka hanya mampu merekrut karyawan kelas C (C-class) yang bisa bersama berbagi mimpi dan gagasan yang sama. Selain itu generasi milenial lebih suka dibimbing bukan diperintah," tambah Rudiantara.

Pada akhir orasinya Rudiantara berharap Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang melahirkan peta jalan e-commerce  mampu memperluas kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia. "Dengan peta jalan tersebut, diharapkan bisa tercipta 1000 teknopreneur baru dengan valuasi bisnis sebesar 10 miliar dengan nilai e-commerce mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020. Angka ini sama dengan 11% GDP pada tahun tersebut," pungkas Rudiantara. (VE)

Berita Terkait

Dorong Inisiatif Atasi Ketimpangan Ekonomi dengan Ekonomi Digital

Ekonomi digital menjadi salah satu fokus pembahasan perwakilan negara-negara dan pengusaha yang hadir dalam Annual Meetings International M Selengkapnya

Menkominfo Agendakan Bicara Soal Ekonomi Digital dalam AM IMF-WBG 2018

Dalam perhelatan Annual Meeting IMF-WBG 2018, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan mengisi sesi dialog khusus New Economy Tal Selengkapnya

HPN 2019, Momentum Kembangkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 mendatang menjadi momentum penguatan peran pers sebagai jembatan sekaligus ujung tombak ekono Selengkapnya

Pemanfaatan Laju Ekonomi Digital Bisa Tekan Angka Gini Ratio

Pemanfaatan kemajuan ekonomi digital di dunia saat ini dianggap bisa mempengaruhi menurunnya angka gini ratio (kesejangan ekonomi dan sosial Selengkapnya