FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 06-2017

    1873

    Jelang Idul Fitri, BRTI Pantau Kesiapan Jaringan Telekomunikasi di Makassar

    Kategori Berita Kementerian | doni003

    Makassar, Kominfo - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memastikan kesiapan jaringan telekomunikasi dalam melayani pelanggan yang mudik. Kota Makassar diperkirakan Komisioner BRTI Muhammad Imam Nashiruddin akan menjadi salah satu titik utama kedatangan mudik nasional. "Karena cukup banyak warga Makassar yang tinggal di Jakarta serta di kota dan pulau lainnya, selain Makassar juga menjadi kota keberangkatan mudik dengan tujuan Pulau Sulawesi dan sekitarnya," jelasnya dalam konferensi pers di Makassar, Sulawesi Selatan Senin (12/06/2017).
    Menurut Imam, jaringan telekomunikasi harus dipastikan mampu menampung kapasitas dan melayani mobilitas masyarakat Indonesia yang akan mudik. "Kami mengantisipasi potensi peningkatan serta pergerakan trafik, khususnya selama arus mudik, hari raya dan arus balik lebaran. Hasilnya dalam bentuk pemaparan publik mengenai evaluasi kesiapan operator dan antisipasi yang perlu dilakukan terkait adanya potensi peningkatan dan pergerakan trafik saat arus mudik, lebaran dan arus balik lebaran tahun 2017," ujarnya.
    Menurut Komisioner BRTI Imam, pengujian kesiapan jaringan telekomunikasi telah dilaksanakan sepanjang Mei 2017 lalu serentak di 10 Kota di Indonesia. "Meliputi titik keberangkatan mudik di Jakarta, Batam, Balikpapan. Jalur utama mudik di Pulau Jawa antara lain kereta api jalur utara maupun selatan dan jalur darat ke arah barat yaitu Jakarta-Lampung dan jalur darat ke arah timur yaitu Jakarta hingga Semarang. Serta beberapa kota besar yang diperkirakan menjadi kota kedatangan mudik nasional yaitu Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Padang," paparnya.
    Adapun, pengujian jaringan telekomunikasi seluler dilakukan terhadap empat hal. Pertama uji kualitas layanan telepon seperti tingkat keberhasilan panggil, kegagalan panggilan, kualitas suara serta lama waktu sambung. Kedua, uji kualitas layanan SMS dengan menggunakan parameter uji seperti tingkat keberhasilan pengiriman dan lama pengiriman SMS. Ketiga, uji kualitas layanan Mobile Internet diuji dengan menggunakan parameter seperti kecepatan rata-rata unduh, tingkat keberhasilan unduh serta "Keempat, uji kualitas cakupan mobilitas dengan menggunakan parameter kualitas sinyal seluler di sepanjang rute jalan-jalan utama di kota Makassar," jelas Imam.
    Pengujian kesiapan jaringan operator telekomunikasi di Makassar dilakukan menggunakan metode static test pada titik-titik yang diperkirakan menjadi kedatangan mudik antara lain Bandara Sultan Hasanudin untuk Moda Pesawat Terbang, serta Terminal Bus Regional Daya untuk Moda Angkutan Darat serta Pelabuhan Laut Makassar untuk Moda Angkatan Laut. "Selain itu juga dilakukan dengan metode drive test seluruh jaringan operator untuk mengetahui kualitas layanan dan kualitas sinyal seluler di jalan-jalan utama di Kota Makassar," tutur Imam.
    Dari hasil uji petik tersebut, menurut Imam, secara keseluruhan menunjukkan hasil yang baik sekali. Sehingga jaringan telekomunikasi seluler di Makassar dinyatakan siap melayani arus mudik, lebaran dan arus balik tahun 2017. "Namun demikian, kami minta operator seluler untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kualitas sinyal seluler atau cakupan mobilitas khususnya jaringan mobile internet karena akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat," tandasnya.

    Kunjungi Layanan Pelanggan
    Guna memastikan kesiapan fasilitas pendukung mudik, BRTI juga akan melakukan kunjungan ke operator seluler dan telekomunikasi. Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada tanggal 19 s.d. 23 Juni 2017 itu akan melakukan pengecekan fasilitas pelayanan pelanggan dan call center, distribusi voucher, network operation center (command center), disaster recovery management, serta fasilitas pendukung lain.  "Melalui pengujian jaringan maupun fasilitas pendukung tersebut, diharapkan performansi jaringan dapat terpantau dengan baik, sehingga para operator telekomunikasi mampu melayani pelanggan dengan tetap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan dan pergerakan trafik saat arus mudik, hari raya, dan arus balik lebaran tahun 2017," jelas Imam.
    Konferensi pers bertema "Evaluasi Kesiapan Jaringan Telekomunikasi untuk Melayani Arus Mudik dan Idul Fitri 1438H/2017" itu dihadiri perwakilan Kementerian Kominfo, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Pemerintah Kota Makassar, serta operator telekomunikasi di Makassar yaitu Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, H3I, Smartfren, Smart Telecom dan Sampoerna Telekom Indonesia (N1). (ep/dps)

    Berita Terkait

    Indeks IKP Jadikan Layanan Komunikasi Terukur dan Lebih Baik

    Pelayanan bidang komunikasi atau komunikasi publik merupakan jenis pelayanan yang tak terlihat namun bisa diukur. Hal itu dinyatakan oleh Di Selengkapnya

    Pajak Platform Digital Bisa Bangun Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebutkan platform digital yang beroperasi di Indonesia harus menjalankan hak dan kewaji Selengkapnya

    Pesan Rudiantara, Menkominfo Harus "Klik" dengan Presiden

    Mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara berharap Menteri Kominfo selanjutnya bisa men Selengkapnya

    Pemerintah Butuh Jaringan Komunikasi Terintegrasi

    Pemerintah membutuhkan jaringan radio komunikasi yang terintegrasi dengan memperhatikan beberapa aspek, yaitu alokasi frekuensi radio, model Selengkapnya