FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
19 06-2017

942

Kesiapan Layanan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam Mudik Lebaran 2017

SIARAN PERS NO. 73/HM/KOMINFO/06/2017
Kategori Siaran Pers

SIARAN PERS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
NO. 73/HM/KOMINFO/06/2017
Tentang
Kesiapan Layanan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam
Mudik Lebaran 2017

 

 

(Jakarta, 19 Juni 2017)- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Operator Telekomunikasi (Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Hutchison 3 Indonesia (Tri), Smartfren, Smart Telecom dan Sampoerna Telekom Indonesia), Lembaga Penyiaran, dan stakeholder terkait lainnya menyatakan layanan Kominfo terkait jaringan telekomunikasi, penyiaran, dan aplikasi "Ayo Mudik" siap untuk mengatasi peningkatan dan pergerakan trafik saat mudik lebaran dan arus balik lebaran 2017 termasuk kesiapan Pos dan dukungan kompomen masyarakat terkait seperti ORARI dan RAPI.

Peluncuran Aplikasi Mudik Terpadu "Ayo Mudik"

Untuk mendukung kenyamanan dan kelancaran masyarakat luas dalam prosesi mudik lebaran 2017, Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Perhubungan, Menteri PUPR bersama para Menteri dan Kepala Lembaga Lainnya meluncurkan "Aplikasi AyoMudik" sebagai Aplikasi Mudik Terpadu Pertama di Indonesia pada hari Kamis (15/6/2017) di Kementerian Perhubungan untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan dalam Mudik Lebaran 2017. Hingga hari ini sudah 8900 pengguna yang mengunduh aplikasi “Ayo Mudik” melalui google play.

Aplikasi "Ayo Mudik" hasil kolaborasi Pemerintah dengan perusahaan startup nasional Kudo ini berbasis peta yang dapat menyajikan informasi mengenai lokasi posko mudik insidentil dari berbagai mitra yang ada. Para pemudik akan mendapatkan kemudahan dalam memperoleh berbagai informasi seperti lokasi posko mudik terdekat, pos polisi, posko kesehatan, SPBU, bengkel, masjid, ATM, info bencana serta info lalu lintas terkini.

Konten dan informasi di dalam Aplikasi Ayo Mudik ini didukung oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk dapat menyajikan konten dan informasi yang terpadu, yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, BMKG, Pertamina, Jasa Marga, Kepolisian RI, perusahaan telekomunikasi, perusahaan penyedia jasa dan produk internet dan  masih banyak lainnya ungkap Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika. 

 

Posko BersamaKementerian Kominfo dan AirNav Indonesia

Direktorat Jenderal Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika  melalui Balai Monitoring akan melakukan monitoring pengamanan frekuensi penerbangan melalui Posko Bersama dengan AinNav Indonesia  khususnya di 15 bandara  besar di seluruh Indonesia sejak H-2 hingga H+7.  Sebelumnya Balai Monitoring juga melakukan penertiban gangguan di sekitar bandara Soekarno Hatta karena ditemukan pemancar ilegal yang mengganggu frekuensi penerbangan dan telah ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan.

Selain itu Balai Monitoring juga akan memonitoring potensi gangguan sinyal komunikasi di jalan jalur mudik khususnya untuk layanan selular, dimana hari ini, Senin (19/6/2017)akan diberangkatkan mobil monitoring untuk hal tersebut. Apabila ditemukan potensi gangguan akan ditindaklanjuti segera sehingga komunikasi masyarakat dalam jalur mudik tidak terganggu.

Berikut daftar bandara yang menjadi lokasi Posko Bersama:

  1. Bandara Soekarno Hatta
  2. Bandara Internasional Sultan HasanuddinMakassar
  3. Bandara Internasional Kualanamu Medan
  4. Bandara ultan Mahmud Badaruddin II Palembang
  5. Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta
  6. Bandara Juanda Surabaya
  7. Bandara Ngurah Rai Denpasar
  8. Bandara Balikpapan
  9. Bandara Sentani-Jayapura
  10. Bandara  Internasional Minangkabau Padang
  11. Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta
  12. Bandara Husein Sastranegara Bandung
  13. Bandara Ahmad Yani Semarang
  14. Bandara Sam Ratulangi Manado
  15. Bandara Internasional Pattimura Ambon

 

Upaya monitoring  ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika setiap tahunnya sebagai upaya meningkatkan layanan untuk pengamanan komunikasi penerbangan dan kelancaran komunikasi publik dalam event besar seperti halnya lebaran Idul Fitri tahun ini.

Dirjen Direktorat Jenderal Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPPI) Pagi ini, Senin (19/6/2017) melepas tim SDPPI untuk melakukan drive test  dalam rangka monitoring kesiapan jaringan seluler di wilayah Pantai Utara (Pantura).

 

Kesiapan Jaringan Telekomunikasi

Pengujian kesiapan jaringan telekomunikasi dilaksanakan serentak di 10 Kota di Indonesia meliputi titik keberangkatan mudik di Jakarta, Batam, Balikpapan, jalur utama mudik di pulau Jawa antara lain kereta api jalur utara maupun selatan dan jalur darat kearah barat yaitu Jakarta-Lampung dan Jalur darat ke arah timur yaitu Jakarta hingga Semarang,  serta berbagai kota besar yang diperkirakan akan menjadi kota kedatangan mudik nasional yaitu  Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Padang, Semarang dan Lampung.  Jakarta diperkirakan akan menjadi titik utama keberangkatan mudik nasional karena banyaknya warga Jakarta yang akan pulang untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar tercinta di kampung halaman di berbagai daerah di Indonesia.

 Pengujian jaringan telekomunikasi seluler dilakukan terhadap 4 hal yaitu pertama, uji kualitas layanan telepon seperti tingkat keberhasilan panggil, kegagalan panggilan, kualitas suara serta lama waktu sambung. Kedua, uji kualitas layanan SMS dengan menggunakan parameter uji seperti tingkat keberhasilan pengiriman dan lama pengiriman SMS. Ketiga, uji kualitas Layanan Mobile Internet diuji dengan menggunakan parameter seperti kecepatan rata-rata unduh, tingkat keberhasilan unduh serta Keempat, uji kualitas cakupan mobilitas dengan menggunakan parameter kualitas sinyal seluler di sepanjang rute jalan-jalan utama di kota.

Pengujian kesiapan jaringan operator telekomunikasi di kota keberangkatan mudik, jalur mudik dan arus balik serta kota kedatangan mudik tersebut diatas dilakukan menggunakan metode static test pada titik-titik yang diperkirakan menjadi keberangkatan kedatangan mudik antara lain Bandara, Stasiun, Terminal Bus, serta Pelabuhan Laut.  Selain itu juga dilakukan dengan metode drive test seluruh jaringan operator untuk mengetahui kualitas layanan dan kualitas sinyal seluler di jalan-jalan utama.

Dari hasil uji petik terhadap kualitas jaringan semua operator telekomunikasi seluler yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, H3I, Smartfren, Smart Telecom dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (N1) di semua titik keberangkatan mudik (Jakarta, Batam dan Balikpapan), semua jalur mudik dan arus balik (kereta api jalur utara dan selatan, jalur darat Jakarta-Lampung dan Jakarta-Semarang) serta semua titik kedatangan mudik (Surabaya, Makassar, Medan, Padang, Bandung, Semarang, Lampung), secara keseluruhan menunjukkan hasil yang baik sekali dan semua pencapaian berada diatas target yang diharapkan untuk mampu melayani masyarakat dengan baik. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa jaringan telekomunikasi seluler siap melayani arus mudik, lebaran dan arus balik tahun 2017.

Namun demikian, diminta kepada seluruh operator seluler agar terus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan optimasi jaringan, peningkatan kapasitas, pengerahan mobile BTS atau hal lainnya yang diperlukan untuk mendukung kinerja jaringan dan fasilitas pendukung mudik di semua jalur yang akan dipergunakan masyarakat saat mudik nanti termasuk jalur tol fungsional sehingga masyarakat akan semakin nyaman dan dimudahkan dengan layanan telekomunikasi yang prima.

 

 

Jakarta, 19 Juni 2017

Biro Humas, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Berita Terkait

Siaran Pers No. 238/HM/KOMINFO/11/2017 Tentang Kementerian Kominfo Hadir untuk Pembangunan Kesehatan yang Berkelanjutan

Selengkapnya

Siaran Pers No. 237/HM/KOMINFO/11/2017 Tentang Bersama Rudiantara, Santri Surakarta Siap Mendorong Konten Positif

Secara khusus Rudiantara melakukan diskusi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Almuayyad KH Abdul Rozak Sofawi terkait bagaimana agar para Sant Selengkapnya

Siaran Pers No. 236/HM/KOMINFO/11/2017 Tentang Rudiantara: AJI sebagai Garda Independensi dan Memerangi Konten Negatif

Rudiantara sangat mengapresiasi adanya kegiatan Festival Media 2017 yang tentu menjadi ajang yang menarik dengan perkembangan teknologi Inte Selengkapnya

Siaran Pers No. 235/HM/KOMINFO/11/2017 Tentang Kerjasama ASEAN-China Persiapkan Work Plan Media dan Komunikasi 2018-2020

China-ASEAN Member States Information Ministerial Meeting yang menjadi kelanjutan kerjasama bidang media dan informasi yang menunjang komuni Selengkapnya

comments powered by Disqus