FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
07 07-2017

769

Sinergi Lintas Sektoral, Kunci Sukses Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017

Kategori Artikel GPR | marroli

JPP, JAKARTA - Kerja keras pemerintah dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 berbuah manis. Hal tersebut bisa terlihat dari tercapainya tujuan pemerintah dalam pelayanan mudik tahun ini yang mengambil tema “Mudik Bareng Guyub Rukun”, yakni pemudik dapat melaksanakan perjalanan pulang kampungnya dengan aman, nyaman, sehat, dan selamat.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi selaku koordinator penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017, mudik tahun ini bisa berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya karena adanya perencanaan dan persiapan lintas sektoral yang lebih matang.

“Alhamdulillah kita dapat laksanakan amanah Presiden. Saya selalu sampaikan pesan Presiden agar jangan ada ego sektoral. Filosofi tersebut kami terapkan dan didukung oleh mitra kerja kami," kata Menhub Budi dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Turut hadir dalam diskusi media FMB9 adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Royke Lumowa.

Lebih lanjut Menhub Budi menjelaskan, sejak jauh hari pemerintah sudah melakukan perencanaan, pengecekan kesiapan infrastruktur jalan, penyiapan manajemen dan rekayasa lalu lintas operasional di lapangan, pengecekan kesiapan sarana angkutan, penyiapan fasilitas pendukung seperti kesiapan rest area, pos kesehatan, ketersediaan BBM, hingga sosialisasi jalur utama dan jalur alternatif.

Untuk itu, Menhub Budi pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 ini sehingga berjalan lancar.

"Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Kementerian Perhubungan, instansi lain seperti Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Korlantas Polri, BMKG, Basarnas, asosiasi, serta para operator sarana dan prasarana transportasi, atas kerja sama dan partisipasi aktifnya dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran ini,” tuturnya.

Tidak hanya dari sisi pemerintah, Menhub Budi juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya pemudik, yang mau menaati imbauan dari pemerintah agar mengatur waktu mudik, serta media massa yang telah membantu menyosialisasikan kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 kepada masyarakat.

Terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017, dalam diskusi media FMB9 ini Menhub Budi menjelaskan bahwa ada sejumlah evaluasi mendasar yang telah dilakukan oleh pihaknya. Pertama adalah adanya rencana membuat Undang-Undang transportasi yang berkaitan dengan antarmoda, sehingga diharapkan manajemen mudik di tahun-tahun berikutnya lebih baik lagi.

Kedua adalah berkaitan dengan transportasi. Untuk mudik tahun ini, tercatat adanya pertumbuhan yang baik di sektor transportasi udara, yakni sebesar 12%, yang sudah terjadi selama dua tahun berturut-tutur.

Selain menandakan keberhasilan di sektor transportasi udara, menurut Menhub Budi, pertumbuhan tersebut sekaligus juga menandakan peningkatan kemampuan masyarakat untuk menggunakan transportasi udara.

Sementara di sektor laut, Menhub Budi mengaku terjadi stagnansi. Oleh karena itu, untuk jarak jauh, Menhub Budi akan mengoptimalkan hanya untuk keperluan logistik. Sedangkan untuk jarak pendek, akan dikoordinasikan dengan PT Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk meningkatkan pergerakan kapal.

Kemudian di sektor darat, Menhub Budi menggarisbawahi angkutan sepeda motor dan bus. Tercatat angkutan sepeda motor pada mudik tahun ini naik hingga 20%, sehingga untuk kedepannya kendaraan roda dua tersebut akan diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas.

Sementara untuk angkutan bus, Menhub Budi akan membuat angkutan roda empat tersebut dengan kualifikasi yang lebih premium, termasuk juga terminalnya, sehingga dapat menghasilkan suatu layanan yang lebih bagus.

Sedangkan di sektor perkeretaapian, Menhub Budi mengaku pelayanannya sudah baik dan peminatnya banyak, di mana terjadi pertumbuhan sebesar 40%. Namun demikian hal tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana. Untuk itu, dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran mendatang, rangkaian kereta api akan ditambah lebih banyak lagi.

Faktor Infrastruktur dan Manajemen Lalin

Sementara dari sisi infrastruktur, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa kehadiran jalur tol darurat di beberapa titik ruas jalan dan empat flyover (jalan layang) efektif dalam memecah kemacetan arus mudik dan arus balik.

"Kehadiran tol darurat pada arus mudik lebaran banyak memberikan manfaat kepada para pemudik, terutama dalam memecah beberapa titik kemacetan akibat penumpukan kendaraan pemudik," kata Menteri Basuki.

Adapun keempat flyover perlintasan kereta tersebut berada di Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Kesambi, yang berada pada ruas jalan Tegal-Purwokerto yang menghubungkan jalur pantai utara (pantura) Jawa melalui lintas tengah menuju ke jalan lintas selatan Jawa.

Menurut Menteri Basuki, keberadaan flyover tersebut dapat mempercepat waktu tempuh para pemudik. Jika biasanya waktu yang dibutuhkan adalah 14-16 jam untuk melintasi keempat perlintasan kereta tersebut, kini waktu tempuhnya semakin singkat, yaitu hanya 5-6 jam saja.

Secara umum, tambahan empat flyover dan juga ruas tol darurat sepanjang 337 Km di Pulau Jawa dan 65 Km di Pulau Sumatera serta kondisi jalan nasional yang mantap, membuat arus mudik tahun ini berjalan dengan sangat baik.

Setelah selesainya penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017, Kementerian PUPR akan merampungkan pengerjaan tol darurat tersebut, sehingga pada musim mudik Lebaran tahun depan sudah bisa dilalui para pemudik dengan aman dan nyaman, terutama untuk ruas tol darurat Trans Jawa dari Brebes Timur hingga Gringsing sepanjang 110 Km.

Selain itu, Menteri Basuki juga mengaku akan mengkaji rencana pembangunan jalan layang baru lainnya yang bertujuan untuk memperlancar arus mudik pada tahun depan, di antaranya adalah jalan layang Nagreg dan Limbangan.

Sedangkan dari sisi manajemen lalu lintas, Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa juga menyatakan bahwa untuk tahun ini, baik arus mudik mau pun arus balik, berjalan dengan lebih baik, aman, dan nyaman. Salah satunya bisa terlihat dari adanya penurunan jumlah kecelakaan dan korban kecelakaan.

Data Korlantas mencatat, terjadi penurunan jumlah kecelakaan sebesar 30,4%, yakni dari 4.551 kecelakaan pada tahun 2016 menjadi 3.168 kecelakaan pada tahun 2017.

Sementara, pada jumlah korban kecelakaan juga terjadi penurunan, baik dari jumlah korban meninggal, korban luka berat, dan korban luka ringan. Korban meninggal pada tahun ini turun sebesar 41,2% atau dari 1261 orang menjadi 742 orang; korban luka berat turun sebesar 40,2% atau dari 1148 orang menjadi 687 orang; dan korban luka ringan turun sebesar 23,4% atau dari 5.697 orang menjadi 4.366 orang. (nba/hub/polri/ant)

Berita Terkait

Perhutanan Sosial, Kini Masyarakat Legal Mengelola Hutan

Selengkapnya

Sektor Infrastruktur Prioritas Penggunaan Dana Desa 2016

Pemerintah pusat telah merealisasikan penyaluran dana desa tahap pertama kepada pemerintah desa. Dana desa tersebut telah disalurkan oleh Ke Selengkapnya

comments powered by Disqus