FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    23 08-2019

    918

    Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat Masih Berlanjut

    SIARAN PERS NO. 159/HM/KOMINFO/08/2019
    Kategori Siaran Pers

    Siaran Pers No. 159/HM/KOMINFO/08/2019

    Jumat, 23 Agustus 2019

    Tentang

    Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat Masih Berlanjut

     

    Merujuk Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Informatika No. 155/HM/KOMINFO/08/2019 tanggal 21 Agustus 2019 mengenai Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat, dengan ini disampaikan bahwa hingga saat ini, Jumat (23/8/2019) pemblokiran data internet pada layanan operator seluler masih berlanjut. Pemblokiran layanan data atau internet  tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal.  

    Untuk saat ini, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/SMS. 

    Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait pada Jumat (23/8/2019) pukul 16.00, Pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupatan di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis masih terbilang tinggi. 

    Setidaknya 33 konten dan total 849 tautan informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi,  divalidasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo hingga Jumat (23/8/2019) siang. Ke-33 konten serta 849 tautan konten hoaks dan provokatif tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial facebook, Instagram, twitter dan youtube. 

    Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat, sekali lagi Kementerian Kominfo mengimbau warganet di seluruh tanah air untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA).

    Kementerian Kominfo menerima pengaduan konten dari masyarakat melalui pesan whatsApp di nomor 0811 922 4545 atau email di aduankonten@mail.kominfo.go.id serta melalui akun twitter @aduankonten. Pelapor hanya perlu menyertakan nama, tautan pengaduan dan screenschot atau tangkapan layar dari konten negatif atau hoaks yang ingin diadukan.

     

    Ferdinandus Setu
    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Fax : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Siaran Pers No.13/HM/KOMINFO/01/2020 Tentang Menkominfo Paparkan Strategi Komprehensif Pemerintah untuk Mendukung Ekosistem Ekonomi Digital di WEF Davos

    Selengkapnya

    Siaran Pers No.12/HM/KOMINFO/01/2020 tentang Kasus Pergantian Kartu Seluler (SIM card swap), BRTI Minta Masyarakat Lebih Waspada Lindungi Data Pribadi

    Sehubungan Penggantian SIM Card secara melawan hukum, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah meminta penjelasan dari pihak Ind Selengkapnya

    Siaran Pers No. 11/HM/KOMINFO/01/2020 Tentang Kopi dan Topi NTT Tampil di "Indonesia Pavilion" di WEF Davos Tahun Ini

    Tahun ini Indonesia kembali menggelar Indonesia Pavilion dalam rangkaian World Economic Forum Annual Meeting yang diselenggarakan di Davos, Selengkapnya

    Siaran Pers No. 10//HM/KOMINFO/01/2020 Tentang Menkominfo Bicara Ekonomi Digital di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2020

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, tiba di Davos, Swiss, untuk menghadiri perhelatan tahunan World Economic Forum (WEF) Ann Selengkapnya