FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
07 09-2012

1315

Indosat Senang Dapat Izin 3G di 900 MHz

Kategori Sorotan Media | admin

Jakarta - Indosat akhirnya bisa memanfaatkan existing frekuensi di 900 MHz untuk ekspansi 3G setelah memperoleh izin dari Menkominfo Tifatul Sembiring dalam Kepmen No. 504/KEP/M.KOMINFO/08/2012.

Presiden Direktur & CEO PT Indosat Tbk Harry Sasongko mengungkapkan, izin pemanfaatan teknologi 3G atau dikenal dengan 3rd Generation Partnership Project (3GPP) di frekuensi 900 MHz tersebut telah dikeluarkan Menkominfo pada tanggal 31 Agustus 2012 lalu.

"Kami senang dengan keluarnya izin dari pemerintah memanfaatkan frekuensi 900 MHz untuk layanan broadband. Ini membuat Indosat bersemangat memajukan Merah Putih dengan broadband," jelasnya saat dihubungi, Rabu (5/9/2012).

Keputusan Menkominfo mengenai izin penyelenggaraan jaringan bergerak seluler itu memungkinkan Indosat untuk menyelenggarakan jaringan bergerak seluler dengan sistem yang mengikuti 3GPP pada pita frekuensi 900 MHz, sistem DCS 1800 pada pita frekuensi 1800 Mhz, dan IMT-2000 pada pita frekuensi 2100 Mhz.

Harry menjelaskan, Indosat siap melakukan modernisasi jaringan bergerak seluler dengan meningkatkan kemampuan untuk memberikan layanan akses broadband kepada masyarakat sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah.

"Modernisasi sudah direncanakan, rencananya akan dieksekusi pada kuartal pertama 2013 nanti," paparnya.

Indosat merupakan satu dari lima operator pemegang lisensi 3G di Indonesia. Operator ini lebih memilih alternatif lain untuk 3G ketimbang meminta tambahan blok kanal baru di 2,1 GHz yang seleksinya akan digelar akhir September ini.

General Manager Regulatory Indosat Risagarti sebelumnya menjelaskan, pihaknya lebih memilih untuk mengajukan permohonan refarming untuk menggunakan frekuensi yang telah ditempati ketimbang meminta tambahan blok 3G lagi yang cuma tersisa dua blok.

"Kami sudah mengajukan izin ke pemerintah untuk bisa menerapkan teknologi netral di 900 MHz. Rencananya akan digunakan untuk HSPA+ 3G," kata Risagarti di Jakarta, beberapa waktu lalu.

HSPA+ atau High Speed Packet Access adalah teknologi 3G/3.5G hasil evolusi dari Wide Code Division Multiple Access (WCDMA) yang dipercaya mampu meningkatkan data throughput hingga mencapai kecepatan 21 Mbps, 28 Mbs, bahkan 42 Mbps.

Risagarti menjelaskan, Indosat memiliki lebar pita sebesar 10 MHz di spektrum 900 MHz, dan untuk bisa menerapkan HSPA+ hanya membutuhkan sekitar 3,5 MHz.

"Kami memang tidak mengajukan tambahan blok frekuensi di 2,1 GHz yang selama ini diperuntukkan untuk teknologi 3G. Untuk pengembangan jasa data Indosat memiliki strategi sendiri yakni ingin mengoptimalkan frekuensi yang ada, salah satunya dengan penerapan teknologi netral ini," katanya.

Menurutnya, lonjakan permintaan akan akses data harus bisa disiasati dengan evolusi teknologi sehingga tak perlu terpatok pada satu spektrum yang ada.

"Secara skala ekonomis ini bisa dilakukan karena di sisi perangkat sudah banyak beredar ponsel 3G yang triple band. Kita sekarang sedang menunggu izin dari pemerintah untuk bisa menjalankan ini," katanya.

Indosat sejauh ini sudah menerapkan teknologi HSPA+ yang digelar sejak dua tahun lalu setelah 1.500 Node B (BTS 3G) di Jabodetabek ditingkatkan kemampuannya oleh Ericsson selaku mitra penyedia jaringan.

Di 2012 ini, Indosat menyiapkan belanja modal Rp 6 triliun dimana sekitar 65% atau Rp 4 triliun dialokasikan untuk pengembangan jasa data yang diperkirakan akan tumbuh minimal 50% seiring dengan langkah menambah kapasitas jaringan.

Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo Titon Dutono sebelumnya juga mengonfirmasikan sudah menerima surat dari Indosat untuk menerapkan teknologi netral di frekuensi 900 MHz.

"Sudah kami terima suratnya dan sedang kami pelajari," ujar Titon saat ditemui dalam diskusi Rethinking Spectrum Management di Jakarta, beberapa waktu lalu.

sumber: http://inet.detik.com/read/2012/09/05/162758/2009044/328/indosat-senang-dapat-izin-3g-di-900-mhz?991104topnews

Berita Terkait

Proses Pengembalian Dana Sampai 31 Januari

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi mengakhiri penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz untuk PT Firsl Media (KBLV) dan PT Inter Selengkapnya

Indosat Uji Coba 5G dengan Kaca Mata AR

JAKARTA - PT Indosat Tbk. menguji teknologi seluler generasi kelima, 5G melalui fitur realitas tertambah atau augmented reality (AR) 3 dimen Selengkapnya

Pabrik ZTT Indonesia Pangkas Impor US$ 500 Juta

Pabrik PT ZTT Cable Indonesia yang akan beroperasi Oktober 2018 akan mampu mengurangi impor kabel serat optik sekitar 8-10% per tahun. Devis Selengkapnya

Kominfo Tak Akan Copot Iklan Jokowi di Bioskop

Jakarta - Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara hari ini menghadiri peresmian Govie Selengkapnya