FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
31 03-2015

21315

BNPT Minta Kominfo Blokir 22 Situs Radikal

Kategori Berita Kementerian | brs

BNPT Minta Kominfo Blokir 22 Situs RadikalJakarta, Kominfo - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ismail Cawidu menyatakan, Kemkominfo telah memblokir 22 situs/website radikal.

Ada 22 situs internet radikal yang diadukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kata Ismail, di Jakarta, Senin (30/3).

Menurutnya, awalnya pihaknya telah memblokir 3 (tiga) situs, namun BNPT melaporkan kembali untuk memblokir 19 situs berdasarkan surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs/Website Radikal ke dalam sistem filtering Kemkominfo.

Untuk itu, Kemkominfo meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir ke-19 situs sesuai yang disampaikan pihak BNPB bahwa situs/website tersebut merupakan situs/wensite penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme, ujarnya.

Adapun ke-22 situs yang telah diblokir yakni:

1.         arrahmah.com

2.         voa-islam.com

3.         ghur4ba.blogspot.com

4.         panjimas.com

5.         thoriquna.com

6.         dakwatuna.com

7.         kafilahmujahid.com

8.         an-najah.net

9.         muslimdaily.net

10.    hidayatullah.com

11.    salam-online.com

12.    aqlislamiccenter.com

13.    kiblat.net

14.    dakwahmedia.com

15.    muqawamah.com

16.    lasdipo.com

17.    gemaislam.com

18.    eramuslim.com

19.    daulahislam.com

20.    shoutussalam.com

21.    azzammedia.com dan

22.    indonesiasupportislamicatate.blogspot.com

 

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menegaskan akan terus berusaha meng-counter‎ propaganda yang dilakukan ISIS dengan mengajak WNI menjadi pendukungnya.

Kita terus counter. Kita kerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk segera menutup itu, kata Marciano di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut Marciano, pemerintah, terus proaktif untuk tidak memberi mereka ruang terlalu bebas untuk memprovokasi masyarakat. “Kita terus mengharapkan situs-situs seperti itu harus diberi perhatian khusus,” ujarnya.

Ditegaskannya, selain menutup situs-situs terkait ISIS, pemerintah juga mengajak komunitas-komunitas terkait untuk memberikan informasi yang seimbang kepada masyarakat.

Informasi yang disampaikan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat tidak melihat satu sisi saja‎, tapi ada sisi lain yang memberi pencerahan bahwa itu tidak benar. Kita hati-hati mengelola itu. Jangan terjebak suatu hari nanti ISIS itu dikaitkan dengan Islam, itu tidak benar, pungkas Marciano. (Az)

Berita Terkait

Menkominfo: Indonesia "Surga" Startup Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Indonesia dan Asia Tenggara merupakan bagian penting dari tumbuh pesatnya startup Selengkapnya

Bertemu Menag, Menkominfo Bahas UIII dan Unicorn

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan itu berlangsung di Kantor Kemen Selengkapnya

Tingkatkan Ekonomi Digital, Kominfo Dorong Penggunaan Identitas Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong penggunaan identitas digital untuk meningkatkan pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Selengkapnya

Menkominfo: Ekonomi Digital Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Tumbuhnya ekonomi Indonesia dipastikan menjadi perhatian negara-negara besar di dunia. Perhatian itu khusus diberikan dalam konteks ekonomi Selengkapnya