FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    31 03-2015

    31636

    BNPT Minta Kominfo Blokir 22 Situs Radikal

    Kategori Berita Kominfo | brs

    BNPT Minta Kominfo Blokir 22 Situs RadikalJakarta, Kominfo - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ismail Cawidu menyatakan, Kemkominfo telah memblokir 22 situs/website radikal.

    Ada 22 situs internet radikal yang diadukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kata Ismail, di Jakarta, Senin (30/3).

    Menurutnya, awalnya pihaknya telah memblokir 3 (tiga) situs, namun BNPT melaporkan kembali untuk memblokir 19 situs berdasarkan surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs/Website Radikal ke dalam sistem filtering Kemkominfo.

    Untuk itu, Kemkominfo meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir ke-19 situs sesuai yang disampaikan pihak BNPB bahwa situs/website tersebut merupakan situs/wensite penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme, ujarnya.

    Adapun ke-22 situs yang telah diblokir yakni:

    1.         arrahmah.com

    2.         voa-islam.com

    3.         ghur4ba.blogspot.com

    4.         panjimas.com

    5.         thoriquna.com

    6.         dakwatuna.com

    7.         kafilahmujahid.com

    8.         an-najah.net

    9.         muslimdaily.net

    10.    hidayatullah.com

    11.    salam-online.com

    12.    aqlislamiccenter.com

    13.    kiblat.net

    14.    dakwahmedia.com

    15.    muqawamah.com

    16.    lasdipo.com

    17.    gemaislam.com

    18.    eramuslim.com

    19.    daulahislam.com

    20.    shoutussalam.com

    21.    azzammedia.com dan

    22.    indonesiasupportislamicatate.blogspot.com

     

    Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menegaskan akan terus berusaha meng-counter‎ propaganda yang dilakukan ISIS dengan mengajak WNI menjadi pendukungnya.

    Kita terus counter. Kita kerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk segera menutup itu, kata Marciano di Jakarta, Senin (30/3).

    Menurut Marciano, pemerintah, terus proaktif untuk tidak memberi mereka ruang terlalu bebas untuk memprovokasi masyarakat. “Kita terus mengharapkan situs-situs seperti itu harus diberi perhatian khusus,” ujarnya.

    Ditegaskannya, selain menutup situs-situs terkait ISIS, pemerintah juga mengajak komunitas-komunitas terkait untuk memberikan informasi yang seimbang kepada masyarakat.

    Informasi yang disampaikan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat tidak melihat satu sisi saja‎, tapi ada sisi lain yang memberi pencerahan bahwa itu tidak benar. Kita hati-hati mengelola itu. Jangan terjebak suatu hari nanti ISIS itu dikaitkan dengan Islam, itu tidak benar, pungkas Marciano. (Az)

    Berita Terkait

    Sinergisitas Kominfo - Jabar untuk Cetak Talenta Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menciptakan talenta digital melalui Program Digita Selengkapnya

    Sinergitas Kominfo-Kemenhub, Bekali Nelayan Kemampuan Operasi Radio Komunikasi

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Tran Selengkapnya

    Bekali Angkatan Kerja Muda di 4 Kota, Kominfo Gelar Sertifikasi SKKNI

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKN Selengkapnya

    Gelar ToT MOTS, Kominfo Targetkan Sertifikasi bagi Nelayan

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Training of Trainee (ToT) Perizinan Maritim guna meningkatkan pelaksanaan sosialisasi, eduk Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA