FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 08-2016

    2660

    Proyek Palapa Ring Dukung Ekonomi Digital

    Kategori Berita Kementerian | daon001

    Jakarta, Kominfo -Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan Proyek Palapa Ring mampu mendukung perkembangan perekonomian digital di Indonesia. "Pemerintah saat ini tengah membangun jaringan fiber optik hingga tahun 2019, sehingga nantinya seluruh kabupaten dan kota di Indonesia terkoneksi internet melalui Proyek Palapa Ring,” ungkap Menkominfo dalam Acara 50 Most Valuable Indonesia Brand 2016, di Jakarta, Rabu (10/08/2016).

    Menurut Rudiantara, Proyek Palapa Ring membuat akses internet di Indonesia lebih merata dan tidak timpang sehingga akan mendukung perkembangan berbagai sektor ekonomi. "Saat ini, Internet di Indonesia tidak merata dan timpang. Berdasarkan data Opensignal, di Jakarta, kecepatan unduh internet bisa mencapai 7 Mbps. Dengan akses internet yang lebih cepat akan dapat mendukung perekonomian digital termasuk mendukung sektor pariwisata menjadi lebih semarak," paparnya.

    Saat ini kecepatan internet di Jakarta tersebut berada pada peringkat dua di kawasan ASEAN. Posisi Indonesia masih di bawah Singapura namun mengungguli Bangkok (Thailand) dan Kuala Lumpur (Malaysia). Sementara, kata Rudiantara, di wilayah Timur misalnya Papua, kemampuan unduh internet hanya 300 Kbps.

    "Sangat lemot," kata Rudiantara, "Kondisi itu membut rata-rata kecepatan internet Indonesia hanya menduduki nomor 4, di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand, "Bahkan kini Vietnam semakin mendekat (ke posisi Indonesia)," katanya.

    Menkominfo Rudiantara menekankan pentingnya akselerasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi agar dapat menjangkau dan meningkatkan akses informasi bagi masyarakat Indonesia. "Dengan terlaksananya Proyek Palapa Ring menunjukkan keseriusan pemerintah Untuk  mendorong koneksi internet yang lebih baik dan cepat dapat dirasakan di seluruh wilayah Indonesia," katanya.

    Bicara Akses Pokemon Go!

    Dalam paparannya Rudiantara mengatakan dirinya telah bertemu dengan Google dua kali dan bertemu dengan VP Engineering on Maps Google Hugh William di kantornya, Rabu  (10/08/2016) siang. "Dalam pertemuan tersebut, kita sepakat untuk bertemu kembali dengan Google dan Niantic, perusahaan pembesut Pokemon Go, untuk membahas pengaturan penempatan para monster Pokemon tersebut, termasuk terkait larangan di objek vital nasional," jelas Menteri Kominfo.

    Permainan Pokemon Go sendiri yang dikembangkan Niantic tersebut menggunakan Google Maps. Menteri Rudiantara meyakini, ke depan, Pariwisata akan menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan negara setelah pajak. Untuk itu, teknologi informasi dan komunikasi dapat menopang hal itu.

    Acara 50 Most Valuable Indonesia Brand 2016 dilanjutkan dengan Gala Dinner serta pemberian penghargaan kepada perusahaan yang  mempunyai Brand Value di mata konsumen Indonesia. (ddh)

    Berita Terkait

    Menkominfo Dukung PT Jadi Pusat Penelitian Produk Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menekankan pentingnya pengembangan inovasi dari dunia pendidikan, khususnya pada pergurua Selengkapnya

    Percepatan Pelaksanan Anggaran, Sesditjen SDPPI: Dukung Pertumbuhan Ekonomi

    Seluruh satuan kerja (satker) di Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Selengkapnya

    Di Hadapan Milenial, Menkominfo Bicara Tantangan Talenta Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, tantangan Indonesia saat ini adalah hadirnya digital talent demand dan digita Selengkapnya

    Manfaatkan Big Data SDPPI untuk Transformasi Digital

    Pengelolaan big data milik Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di era t Selengkapnya