FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
11 09-2017

343

Presiden: Saya Tidak Akan Membiarkan KPK Diperlemah

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Mojokerto, Kominfo - Sebagai lembaga yang diberi amanat Undang-Undang untuk memberantas korupsi, peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus terus diperkuat. Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo saat menanggapi pertanyaan para jurnalis terkait adanya usulan pembekuan KPK.
"Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak akan membiarkan KPK diperlemah. Oleh sebab itu kita harus sama-sama menjaga KPK," ujar Presiden usai meresmikan ruas jalan tol Kertosono Mojokerto Seksi II dan III Jombang-Mojokerto Barat di Gerbang Tol Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur pada Minggu (10/09/2017).
Apalagi dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, KPK bersifat independen dan bebas dari kekuasaan manapun. Sehingga tidak heran jika lembaga antirasuah tersebut mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.
"KPK sebagai sebuah institusi, yang dipercaya oleh masyarakat, sangat dipercaya masyarakat, ya harus kita perkuat. Harus itu, harus kita perkuat untuk mempercepat pemberantasan korupsi," tuturnya.
Presiden mengingatkan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa sehingga harus diberantas. "Perlu saya ingatkan kepada semuanya ya bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa. Oleh sebab itu harus kira berantas. Harus kita lawan yang namanya korupsi," ucap Presiden.

Sumber: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin

Berita Terkait

Presiden Tegaskan Semua WNI di Malaysia Harus Punya Paspor

Selepas menghadiri konsultasi tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia, Presiden Joko Widodo bertemu dengan masyarakat Indonesia di Sarawak yang dig Selengkapnya

Presiden Menerima Perwakilan Bank Dunia

Presiden Joko Widodo, Selasa 21 November 2017 menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves di Istana Kepresid Selengkapnya

Presiden Jokowi: ASEAN dan India Generator Ekonomi Dunia

Selengkapnya

Presiden Tanda Tangani Kesepakatan Perlindungan Pekerja Migran di ASEAN

Selengkapnya

comments powered by Disqus