FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
19 10-2017

192

999 Mantan Teroris Jalani Deradikalisasi

Kategori Berita Pemerintahan | noor.iza
Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Menkumham Yasonna Laoly (kiri) dan Staf Khusus Presiden Johan Budi S. P. memberikan keterangan kepada wartawan terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di bidang Polhukam di Bina Graha, Jakarta, Kamis (19/10/2017) - (jpp.go.id)

Jakarta, Kominfo - Terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan lintas negara yang menjadi ancaman bagi seluruh negara di dunia, termasuk Republik Indonesia. Berbeda dengan negara lain yang menggunakan pendekatan hard approach dalam menanggulangi terorisme, Indonesia memiliki sebuah pendekatan lain, yakni pendekatan soft approach berupa Deradikalisasi.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla, program Deradikalisasi telah berhasil membina sebanyak 999 mantan teroris, yang terdiri dari 266 orang di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan 733 orang di luar lapas

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema “Negara Hadir Mewujudkan Rasa Aman Melalui Perwujudan Stabilitas Politik dan Keamanan, Keadilan Hukum, dan Pemajuan Kebudayaan”, yang berlangsung di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Kamis (19/10/2017).

“Kami menggunakan soft aproach dengan cara-cara yang lebih manusiawi, dengan cara-cara cerdas, yakni mereka (mantan teroris) dididik kembali dan dibina kembali, pada akhirnya dimasyarakatkan kembali,” terang Menko Wiranto.

Pada forum yang dibuka oleh Kepala KSP Teten Masduki dan dimoderatori oleh Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi itu, Menko Wiranto pun mengungkapkan terdapat lima program yang dijalankan terkait Deradikalisasi.

Adapun kelima program tersebut antara lain pembinaan wawasan kebangsaan, pembinaan wawasan keagamaan, pembinaan life skill, pengawasan dan pendampingan mantan teroris, dan pembinaan kewirausahaan.

Salah satu kelebihan dari program Deradikalisasi ini adalah bahwa Pemerintah tidak hanya membina mantan teroris, tetapi juga merangkul mereka untuk ikut terlibat sebagai Pembina program Deradikalisasi dan proaktif melawan penyebaran paham radikal di lingkungan masyarakat.

“Terdapat partisipasi aktif 50 eks (mantan) teroris dalam program pencegahan dan Deradikalisme, di mana mereka menjadi pembina sesama mantan teroris dan pelaku aktif melawan terorisme,” ujarnya.

Turut hadir sebagai pembicara dalam forum hasil kerja sama antara KSP dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut antara lain Menhan Ryamizard Ryacudu, Menkumham Yasonna H Laoly, Menteri PANRB Asman Abnur, Sekjen Kemenag H Nur Syam, Mendikbud Muhadjir Effendy, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kasum TNI Laksdya Didit Herdiawan, Wakil Jaksa Agung Bambang Waluyo, Sestama BNPT Mayjen TNI R Gautama Wiranegara, dan Kepala BNPB Willem Rampangilei. (nba)

 

Sumber

Berita Terkait

Presiden Minta Keraton Terlibat Bangun Karakter Bangsa

Presiden Joko Widodo berharap keraton-keraton se-nusantara terlibat dalam pembangunan karakter bangsa. “Sehingga kita memiliki manusia-man Selengkapnya

Manfaatkan Momentum Kepercayaan Internasional

Presiden Joko Widodo kembali mengumpulkan jajarannya untuk merumuskan upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam sidang kabinet p Selengkapnya

Integrasi e-Warong, Layani 1000 Penerima PKH dan Rastra

Selengkapnya

Presiden: Kita Harus Berani Berkompetisi

Berbagai upaya dilakukan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, kereta api, MRT dan juga peman Selengkapnya

comments powered by Disqus