FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 10-2017

    4473

    Uji Coba Sistem Penyampaian Informasi Bencana Memanfaatkan SMS Blast

    SIARAN PERS NO. 200/HM/KOMINFO/10/2017
    Kategori Siaran Pers

    SIARAN PERS NO. 200/HM/KOMINFO/10/2017

    24 Oktober 2017

     

                              Tentang

    Uji Coba Sistem Penyampaian Informasi Bencana

    Memanfaatkan SMS Blast

    Kabupaten Sorong, Papua Barat – Kita mengetahui bahwa Indonesia dapat disebut juga sebagai “Negeri di atas Bencana” karena secara geografis merupakan wilayah yang sangat rawan bencana. Dampak dari bencana alam dapat mengancam keselamatan jiwa manusia dan menimbulkan kerugian harta benda.

    Sesuai program nawacita negara hadir memberikan rasa aman kepada warga negara dan amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi telah diterbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (PM Kominfo) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyampaian Informasi Kebencanaan Melalui Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler. Kementerian Kominfo (Kemkominfo) sejak tahun 2015 telah membangun Sistem Penyampaian Informasi Bencana sebagai Pusat Penyampaian Informasi Kebencanaan melalui penyebarluasan Short Message Service (SMS Blast) yang bekerjasama dengan operator telekomunikasi serta instansi penyedia informasi kebencanaan.

    Sampai saat ini, Kemkominfo telah melakukan kesepakatan kerja sama dengan instansi penyedia informasi kebencanaan, yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait penyebaran informasi gempa bumi diatas 5 SR dan atau berpotensi tsunami kepada masyarakat terdampak. Selain itu, Kemkominfo juga telah melakukan kesepakatan kerja sama dengan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta terkait penyebaran informasi bencana banjir terhadap masyarakat di wilayah Ibukota Jakarta.  

    Kemarin, Senin  23 Oktober 2017 bertepatan dengan Bulan Pengurangan Resiko Bencana, bertempat di Aimas Convention Center, Papua Barat, setelah dilaksanakan penandatanganan MoU (Memorandon of Understanding) dan PKS antar Lembaga/Kementerian, termasuk antara Kementerian Kominfo dengan BNPB tentang Penyebaran Informasi Kebencanaan Melalui Media Short Message Service (SMS) di Wilayah Rawan Bencana, Kemkominfo bersama Operator Seluler yang memiliki jaringan di Sorong (Telkomsel, Indosat dan XL Axiata) melakukan Uji Coba Sistem Penyampaian Informasi Bencana dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dilaporkan dalam Uji Coba ini, Operator Telkomsel berhasil mengirimkan 296.190 SMS Uji Coba, Indosat mengirimkan 8.533 SMS dan XL mengirimkan 604 SMS.

    Pelaksanaan uji coba dihadiri oleh Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Prof. Ahmad M. Ramli. Pada uji coba ini Pesan di sebarkan ke pelanggan operator tersebut yang berada di daerah Kota dan Kabupaten Sorong dengan isi pesan yakni “Pesan ini adalah UJI COBA. Kota Sorong rawan bencana, tingkatkan kewaspadaan, kenali ancamannya, kurangi resikonya (BNPB – Kemkominfo - Operator Seluler)”. Pada kegiatan tersebut dihadiri juga oleh BPBD, Kepala Daerah dan Tokoh Daerah dari seluruh Indonesia, dan sebagian besar dari tamu undangan tersebut telah menerima SMS uji coba ini.

    Uji Coba kali ini sebagai tahapan awal integrasi sistem informasi bencana yang dimiliki oleh BNPB ke sistem Penyampaian Informasi Bencana yang dibangun Kominfo.  Diharapkan dengan integrasi ini, Masyarakat dapat menerima Informasi Bencana yang dikeluarkan oleh BNPB terkait potensi gunung meletus, tsunami, evakuasi bencana, dan informasi darurat bencana lainnya. Setelah terintegrasi dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta dan BNPB, selanjutnya Kementerian Kominfo akan berkerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk informasi terkait kebakaran hutan dan lahan.

    Prof Ahmad M Ramli menegaskan “Kemkominfo berharap program ini akan terus berlanjut dan mendapatkan dukungan baik dari operator telekomunikasi, kementerian/ lembaga lain, dan masyarakat. Semoga program ini dapat membantu penanganan dini dalam tanggap bencana guna mengurangi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh bencana”.

     

    Biro Humas

    Kementerian  Komunikasi dan Informatika

     

     

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 295/HM/KOMINFO/04/2024 tentang Anak Muda Terdampak, Menteri Budi Arie: Kominfo Persempit Ruang Gerak Judi Online

    Kementerian Kominfo akan terus mempersempit ruang gerak para pelaku judi online dan memberantas peredaran situs-situsnya di internet. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 294/HM/KOMINFO/04/2024 tentang Bertemu Menteri Papua Nugini, Menkominfo Jajaki Kerja Sama Sektor TIK

    Menurut Menkominfo, TIK merupakan aspek fundamental yang memungkinkan perkembangan segala sektor di era digital. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 293/HM/KOMINFO/04/2024 tentang Wamen Nezar Patria: Kominfo Terbuka untuk Kolaborasi dengan ADB

    Kolaborasi itu ditujukan untuk mengembangkan ekosistem startup digital dan dukungan dalam pelaksanaan Program 1000 Stratup Digital. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 292/HM/KOMINFO/04/2024 tentang Lindungi Rakyat dari Judi Online, Menkominfo: Pemerintah Bangun Komunikasi dengan Negara Tetangga

    Menurut Menkominfo, upaya memberantas judi online menghadapi tantangan yang berat karena banyak pelaku atau bandar judi online bersembunyi d Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA