FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    17 01-2018

    4033

    Penanganan Konten yang Melanggar Nilai dan Norma Sosial Budaya

    SIARAN PERS NO.08/HM/KOMINFO/01/2018
    Kategori Siaran Pers

    Siaran Pers No.08/HM/KOMINFO/01/2018

    Tanggal 17 Januari 2018

    Tentang

    Penanganan Konten yang Melanggar Nilai dan Norma Sosial Budaya

     

    Jakarta – Kementerian Kominfo terus menerus aktif melakukan penanganan konten negatif di Internet, termasuk kegiatan yang melanggar juga yang memberikan dukungan terhadap pelanggaran nilai dan norma sosial budaya.

    Pada 28 September 2016 terdapat 3 DNS dari 3 Aplikasi LGBT yang tidak sesuai dengan Peraturan telah dilakukan pemblokiran. Kemudian pada 12 Oktober 2017, 5 DNS dari Aplikasi B***d juga telah dilakukan pemblokiran.

    Pada 15 Januari 2018, Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa tindakan, yakni mengirimkan permintaan kepada Google untuk melakukan takedown (penghentian) 73 aplikasi berkenaan dengan LGBT dari Google Play Store, melakukan pemblokiran 15 DNS dari 15 Aplikasi LGBT yang ada pada Google Play Store, dan mengajukan kepada Facebook terhadap 1 grup LGBT yang meresahkan masyarakat untuk dilakukan suspend

    Selama Januari 2018 ini, dari hasil penelusuran dan pengaduan masyarakat sejumlah 169 situs LGBT yang bermuatan asusila dilakukan pemblokiran. Disamping itu, juga terdapat 72.407 konten asusila pornografi telah dilakukan penanganan dalam kurun Januari ini. Berkenaan dengan Aplikasi B***d, 9 DNS yang dimilikinya telah diblokir.

    Kementerian Kominfo menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan aplikasi apapun yang tidak sesuai dengan norma sosial budaya bermasyarakat di Indonesia. Pelaku asusila di Cianjur, berdasarkan laporan kepolisian, menggunakan aplikasi pesan khusus yang kerap diakses dengan VPN (jalur koneksi pribadi), IP anonymizer (penyembunyi alamat internet protocol), situs proxy serta cara-cara lain.

    Kementerian Kominfo sampai saat ini tidak pernah melakukan normalisasi maupun pembiaran terhadap aplikasi B***d dan aplikasi serupa lainnya yang telah lama diblokir. Selain cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya, pengguna aplikasi juga memanfaatkan beberapa DNS yang disediakan langsung oleh penyelenggara layanan.

    Penyelenggara konten global dan nasional juga dihimbau aktif dalam menjamin ketersediaan konten positif dan menekan jumlah konten negatif. Dalam suasana formal maupun informal, Kementerian Kominfo terus berkoordinasi dengan perwakilan Facebook, Google, Twitter, Telegram, Line, BBM, Bigo Live, LiveMe, Metube dan lainnya dalam mencegah persebaran dan multiplikasi konten negatif.

     

    BIRO HUMAS

    KEMENTERIAN KOMINFO

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 71/HM/KOMINFO/03/2021 tentang Petakan 22 Wilayah, Kominfo Segera Buka Seleksi Penyelenggaraan Multipleksing

    Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengidentifikasi beberapa daerah atau provinsi di Indonesia yang memerlukan tambahan penyelengg Selengkapnya

    Siaran Pers No. 70/HM/KOMINFO/03/2021 tentang Siapkan Infrastruktur Multipleksing, Menkominfo Targetkan ASO Kurang Lebih 20 Bulan

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan infrastruktur multipleksing di 22 provinsi untuk implementasi Analog Switch Off (ASO) yang Selengkapnya

    Siaran Pers No. 69/HM/KOMINFO/03/2021 tentang Akuntabilitas dan Hasil Kinerja Jadi Indikator, BPK Apresiasi Program Akselerasi Transformasi Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur teknologi informasi dan komunika Selengkapnya

    Siaran Pers No. 68/HM/KOMINFO/03/2021 tentang Layanan 112 Rebut Penghargaan CCW World Level Year 2020

    Layanan panggilan darurat 112 merebut penghargaan dalam ajang Contact Center World Top Ranking Performance Competition Tahun 2020 untuk ting Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA