FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
23 01-2018

1012

Kominfo Minta Google Cabut 73 Aplikasi LGBT dari Play Store

Kategori Sorotan Media | Ayu Yuliani
Menkominfo Rudiantara menjadi pembicara kunci pada acara Katadata Forum bertajuk "Konektivitas Telekomunikasi Indonesia di Era Ekonomi Digital" di Jakarta, Selasa (29/11).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah meminta Google untuk mencabut aplikasi terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Play Store. Menteri Rudiantara menyebut ada 73 aplikasi yang diminta untuk tidak muncul lagi di Indonesia.

Aplikasi-aplikasi tersebut didominasi penyedia jaringan chatting, media sosial dan kencan online bagi LGBT. “Kami minta agar itu di-take down. Baru 15 Januari lalu kami kirim (surat) ke mereka,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (22/1).

Salah satu aplikasi yang jadi sorotan dalam kasus ini adalah Blued, semacam jejaring sosial yang juga menyediakan fasilitas chatting khusus gay. Melalui Blued, mereka bisa berinteraksi dalam bentuk teks, foto, dan video.

Selain aplikasi, Blued juga dapat diakses melalui situs web. Rudiantara menyatakan bahwa timnya telah lebih dari lima kali memblokir situs ini, namun kelompok yang sama lalu memunculkannya kembali dengan Domain Name System (DNS) yang berbeda. Bahkan, hingga saat ini pun aplikasi tersebut masih ada di Play Store.

Selain itu, mesin pengais konten negatif Kominfo juga menyisir akun-akun di media sosial yang terkait LGBT. “Kalau akun per akun seperti di situs kami mampu mengais dan memblokir,” ujarnya.

Sepanjang tahun lalu, Kominfo sudah memblokir 787.662 situs, namun 387 di antaranya dinormalisasi karena tidak terbukti memuat konten negatif. Di antara situs yang diblokir tahun lalu, di antaranya adalah 776.882 situs pornografi. Sementara sisanya terkait judi, penipuan, kekerasan, hingga radilakisme.

Selain dari temuan pemerintah, Rudiantara menjelaskan, Kominfo juga memblokir situs dari aduan masyarakat. "Aduan dari masyarakat atas situs negatif melalui email atau WhatsApp, facebook," ujar Rudiantara.

Anggota Komisi I dari Fraksi Demokrat Roy Suryo Notodiprojo meminta Kominfo mewaspadai pergerakan kelompok LGBT yang dinilainya leluasa melakukan pertemuan melalui media sosial. "Infrastruktur untuk tapis ini kan sudah ada, biayanya juga mahal. Tolong itu jangan dilewatkan atau diabaikan," tutur Roy.

Sumber: https://katadata.co.id/berita/2018/01/22/kominfo-minta-google-cabut-73-aplikasi-lgbt-dari-play-store

Berita Terkait

Menkominfo apresiasi penggunaan aplikasi digital Nelayan Nusantara

Natuna, Kepulauan Riau (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi nelayan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, y Selengkapnya

Kominfo: Google akan ubah KBLI

JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan Google akan mengubah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Ind Selengkapnya

Kominfo Dua Operator Sudah Uji Palapa Ring Tengah

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Anang Latif, menyebut sudah ada dua oper Selengkapnya

Kemenkominfo tambah delapan unit BTS di Wondama

Wasior, Teluk Wondama (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika menambah delapan unit menara base transceiver station (BTS) untuk me Selengkapnya