FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    23 07-2018

    702

    Optimasi Infrastruktur TIK Untuk Majukan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

    KategoriBerita Kementerian | patr001

    Jakarta, Kominfo – Percepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dilakukan saat ini ditargetkan menjadi penopang kemajuan layanan pendidikan dan kesehatan sesuai fokus pembangunan Pemerintahan Kabinet Kerja. Hal itu disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Seminar Ekonomi Makro 2018 yang diselenggarakan oleh PT ASTRA International, di Jakarta Utara, Senin (23/07/2018). 

    Menurut Menteri Kominfo, hasil pembangunan infrastruktur TIK ditargetkan dapat mendorong agar layanan sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia lebih baik. “Untuk memastikan statistik Tahun 2030 maka we have to do something," tandasnya. 

    Tahun 2030 selalu dijadikan patokan oleh Menteri Rudiantara ketika bicara soal manusia Indonesia.  Menurutnya pada Tahun 2030 akan terjadi bonus demografi dan kemunculan consuming class sebesar 130 juta orang Indonesia. “Kalau kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi sampai 190 juta consuming class kemudian perekonomian Indonesia pada tahun 2030 sama dengan ekonomi gabungan negara-negara ASEAN sekarang tentu akan bisa memajukan Indonesia,” jelasnya.

    Menteri Kominfo memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan layanan sektor pendidikan dan kesehatan agar memastikan pertumbuhan statistik pada Tahun 2030 terjadi. Menurutnya hal itu perlu disiapkan dengan membangun infrastruktur TIK mulai saat ini dengan cara pikir dan pendekatan yang berubah. 

    “Saat ini, kita punya 262 ribu sekolah yang 80 ribu-nya belum terhubung internet. Melalui affirmative policy dengan Palapa Ring dan High Throughput Satellite. Pemerintah bikin satelit. Ini bukan setelit komunikasi tapi satelit internet berkecepatan tinggi. Jadi begitu ada, satu sekolah langsung 10 megabyte. Sama, Puskesmas juga begitu. Logikanya manusia Indonesia harus lebih baik," ungkapnya.

    Lebih lanjut Menteri Rudiatara menjelaskan dengan jaringan internet cepat dan satelit untuk akses internet kecepatan tinggi, akan dapat menjangkau 80 ribu lebih sekolah, madrasah dan pesantren. Lebih dari 10 ribu Kantor Polsek, Koramil yang terdapat di seluruh Indonesia. “Ini betul-betul adalah infrastruktur, infrastruktur, infrastruktur. Ada kurang lebih 150.000 lokasi layanan yang harus dihubungkan. Ini kapan selesainya? Karena merekayasa manufaktur penggunaan satelit butuh waktu tiga tahun, diperkirakan tahun 2022 kuartal pertama satelitnya ada,” katanya.  

    Perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesehatan menurut Menteri Kominfo juga tercermin dari alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. “Lima persen dari APBN kita harus dibelanjakan untuk kesehatan. 20% APBN kita dibelanjakan untuk pendidikan. Tahun ini kita belanja Rp440 Triliun baru pemerintah saja, belum swasta, untuk pendidikan. Jadinya manusia apa Indonesia? Belanja APBN naik terus,” paparnya.

    Oleh karena itu, Menteri Rudiantara menyarankan agar anak-anak di sekolah tidak hanya diajarkan menghafal tetapi diajarkan bagaimana memberikan solusi dari kasus yang ada dengan mencari referensi melalui internet. “Kita harus mengubah pendidikan anak-anak kita," tegasnya. 

    Sementara dalam penggunaan TIK untuk sektor kesehatan, Menteri Kominfo mengharapkan dengan pemanfaatan TIK, pasien tidak lagi dibebani dengan pengurusan administrasi lagi saat berobat. “Kita harus ubah proses bisnis ini semua. Pasien yang dirujuk dari Pusksemas ke rumah sakit dapat diterima langsung dengan medical record yang ada dan tersimpan online dari Puskesmas, sehingga dokter dapat segera mengambil tindakan medis yang diperlukan," paparnya.

    Bahkan untuk memastikan pembangunan infrastruktur internet berlangsung lebih cepat agar bisa dimanfaatkan untuk layanan pendidikan dan kesehatan, Menteri Kominfo menimbang alternatif untuk sewa satelit sembari menunggu peluncuran satelit pemerintah di tahun 2022.

    "Tapi saya tidak akan menunggu satelit ini. Kalau ada satelit milik orang tapi High Throuhput Satellite juga, saya akan sewa kapasitasnya.  Karena saya ingin sesegera mungkin 150 ribu lokasi layanan ini terhubung," katanya.

    Menteri Rudiantara membayangkan jika aksesi internet cepat sudah merata di seluruh Indonesia akan dapat mendorong kemunculan ide, kreatifitas dan inovasi dari generasi muda Indonesia. "Bayangkan anak-anak kita nantinya sekolah. Setelah semua ini jadi, pola pikirnya ga kayak sekarang lagi yang menerima, diperintah atau disuruh kerja. Tapi dia akan datang dengan ide, proposal, dan inovasi. This is something that we have to execute,” tandasnya. (PS)

    Berita Terkait

    Sekjen Kominfo: Zonasi untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa

    Kebijakan Zonasi Sekolah merupakan program pemerintah di bidang pendidikan yang bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan anak bangsa, Selengkapnya

    Kembangkan Kerja Sama Tangani Konten Radikalisme dan Terorisme

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mengembangkan kerja sama multipihak untuk mencegah penyebaran konten negatif di internet, terutama ko Selengkapnya

    Menkominfo: Pemerintah Dukung Layanan Cepat Tanggap BPJS Ketenagakerjaan

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan jika pemerintah berkomitmen mendukung badan-badan pelayanan masyarakat, terutama ya Selengkapnya

    Fasilitasi Uji Coba PPDR untuk Layanan Komunikasi Kebencanaan yang Tepat

    Kementerian Komunikasi dan Informatika memfasilitasi uji coba sistem komunikasi kebencanaan dengan menggunakan frekuensi radio 700 MHz. Uji Selengkapnya