FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 10-2018

    932

    Sekjen PBB Puji Penanganan Bencana di Sulteng dan Lombok

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Nusa Dua, Kominfo - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres. Pertemuan berlangsung di Ruang Balai Citra, Hotel The Laguna Resort & Spa Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali,  Kamis (11/10/2018).

    Tiba sekira pukul 08.25 WITA di lobi Hotel Laguna, Sekjen PBB yang juga mantan Perdana Menteri Portugal itu tampak mengenakan batik lengan panjang dan disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

    Selanjutnya Presiden Joko Widodo bersama Antonio Guterres melakukan pembahasan sejumlah hal termasuk gempa di Sulawesi Tengah dan perdamaian Palestina.

    Memberikan keterangan selepas pertemuan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan,  Sekjen PBB menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan Lombok. Dirinya juga memuji respons pemerintah dalam melakukan penanganan cepat pascakejadian itu.

    “Sekjen PBB mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki resiliensi yang tinggi dan mengapresiasi respons cepat pemerintah sehingga situasi dapat diatasi dalam waktu yang singkat. Beliau mengatakan selalu tidak mudah kita bekerja pada saat situasi emergency seperti itu,” ujar Retno.

    Terkait dengan perdamaian dunia yang juga menjadi pembicaraan kedua pihak, Sekjen PBB mengapresiasi posisi Indonesia terhadap upaya perdamaian di Palestina. Selain itu, Indonesia juga dianggap sebagai mitra vital bagi PBB dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia diketahui sebagai negara kontributor terbesar terhadap pengiriman pasukan perdamaian PBB.

    “Indonesia memiliki kekuatan dan keinginan untuk aktif di dalam upaya menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia. Jadi kemitraan Indonesia dan PBB dinilai oleh Sekjen PBB sangat excellent,” ucapnya.

    Adapun terhadap upaya diplomasi Indonesia yang dilakukan guna menangani permasalahan di Rakhine State, Myanmar, Sekjen PBB menilai, Indonesia merupakan negara yang tepat untuk melakukan penanganan dengan cara-cara yang sesuai sehingga dapat tetap berkontribusi di tengah situasi yang sulit.

    “Sekjen PBB mengatakan bahwa cara Indonesia mendekati isu tersebut dinilai pas sehingga Indonesia dapat memberikan kontribusi walaupun situasinya tidak mudah. Kemajuan (penanganan) juga masih terus didorong, tetapi Indonesia diyakini dapat terus berkontribusi dalam upaya menyelesaikan situasi di Rakhine State,” tuturnya.

    Berita Terkait

    Mendagri: Inovasi Penyaluran Bansos di Banyuwangi Bisa Jadi Contoh

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M.Tito Karnavian mengimbau inovasi teknologi cek bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, d Selengkapnya

    Presiden: Bantu yang Kesulitan dengan Belanja di UMKM dan Beli Produk Indonesia

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Pemerintah berupaya keras agar pandemi ini cepat berlalu, semua harus saling menjaga, mendukung, mem Selengkapnya

    Presiden Tinjau Penyaluran Bantuan Tunai di Kota Bogor

    Presiden Joko Widodo meninjau penyerahan bantuan tunai kepada sejumlah keluarga penerima manfaat yang digelar di Kantor Pos Jalan Ir. H. Jua Selengkapnya

    Menko PMK: Bangun Empati Sosial di Tengah Wabah

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia, kh Selengkapnya